
Sementara itu, di gedung tempat Sky di sekap.
Diam-diam Monica menemui Sky yang masih berada di ruangan itu.
"Hey pelakor, kita bertemu lagi," ucap Monica pada Sky.
"Mau apa kau?" tanya Sky dengan anda dinginnya.
"Kau tanya aku ingin apa? Tentu saja, aku ingin melenyapkan kamu dan anakmu ibu," jawabnya seraya menunjuk ke arah perut buncit Sky.
"Jangan berani-berani nya kamu menyakiti anakku!" ujar Sky.
"Jika aku berani menyakiti anakmu ini, memangnya kamu mau apa? Mau melenyapkan ku? Itu tidak akan bisa, karena sebelum itu, kamu sudah mati lebih dulu," ucap Monica dengan senyum sinis nya.
"Kau tau? Gara-gara kamu dan anak sialan mu ini, aku jadi kehilangan Galaksi!!" pekiknya seraya mencengkeram dagu Sky.
"Bukan karena aku mas Galaksi jadi meninggalkan mu, tapi karena dirimu lah yang telah merusak kepercayaan nya," ujar Sky dengan susuh payah, lantaran dagunya dicengkeram oleh Monica.
"Dan jangan pernah menyebut anakku sialan, karena ini adalah buah cintaku dengan mas Galaksi," ujar Sky lagi.
"Kamu!!!"
Plak. Sekali lagi Monica menampar pipi Sky.
"Lihat saja apa yang bisa aku lakukan!! Aku akan melenyapkan anakmu yang kamu bilang hasil buah cinta kamu dengan Galaksi!!!" teriak Monica, ia pun mengedarkan pandangannya untuk mencari sesuatu, sampai tiba ia melihat sebuah balok kayu.
Diambilnya balok kayu itu, sementara Sky melihat Monica yang mengambil balok kayu hatinya menjadi was-was, ia takut wanita gila itu akan menyelakai anak yang ada di rahimnya itu.
Sky pun mencoba melepaskan ikatan yang mengikat tangannya, beruntungnya pria kemarin mengikat tangannya dengan longgar, sehingga dia bisa melepaskan ikatan yang mengikat tangan nya.
"Lihat saja, akan aku bunuh anakmu itu!!" ucapnya seraya mengacungkan balok kayu itu untuk menghantam perut Sky.
Dan pada saat itu pula Sky pun langsung berdiri dan menahan balok kayu itu.
"Hey!! Bagaimana bisa kamu melepaskan ikatan yang ada di tanganmu itu?"
"Bagaimana pun caranya, kamu tidak perlu tau. Tapi yang jelas, aku tidak akan membiarkan orang sepertimu menyakiti anakku," ucap Sky dengan dingin, serta mata yang tajam seperti elang, seakan ingin menghabisi mangsanya.
Setelah mengucapkan hal itu, Sky pun merebut balok itu dari tangan Monica, sehingga balok itu terlepas dari tangan Monica, sampai-sampai membuat Monica terjatuh ke lantai, sementara Sky ia membuang balok itu ke arah yang jauh.
"Kau!!!" ucap Monica dengan marah, lantaran Sky sudah berani membuatnya terjatuh ke atas lantai.
Ia pun bangkit, dan melangkah ke arah Sky, saat sudah berada di hadapan Sky, Monica pun hendak melayangkan tamparannya lagi pada Sky.
Namun Sky menahan tangannya, kemudian Sky pun melintir tangan Monica ke belakang.
__ADS_1
"Akkhhh," jerit Monica.
"Kenapa sakit, hm?" tanya Sky dengan nada yang dingin, kemudian satu tangannya lagi menjambak rambut pirang Monica.
"Akhhh," lagi-lagi Monica pun menjerit, lantaran Sky menjambak rambutnya.
Sungguh, entah apa yang merasuki ibu hamil itu, Sky pun menjadi gelap mata.
"Lepaskan aku, sialan!!" pekik Monica.
"Melepaskan? Melepaskan kamu? Baiklah, tapi sebelum itu, ingat kata-kata ku, ini tidak seberapa, jika kamu berani menyakiti anakku, maka aku bisa melakukan hal yang lebih, paham!" bisik Sky.
Sky pun kemudian mendorong tubuh Monica dengan kuat, jika saja tubuh Monica tidak di tahan oleh seseorang.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Arthur.
"Honey, dia telah merusak rambutku," adu Monica.
Arthur pun melihat ke arah Monica, yang saat kini berpenampilan acak-acakan, apalagi rambutnya yang berantakan tak beraturan.
Kemudian ia pun melihat ke arah Sky yang saat kini tengah mengatur nafasnya, duduk di kursi.
"Sungguh wanita yang tangguh, andai saja dia bukan istri dari pria itu, maka aku akan menjadikan kamu milikku," batin Arthur.
"Sudahlah, ada hal yang penting yang harus kamu tau," ucapnya.
"Saat ini, Galaksi dan anak buahnya sudah berada di luar sedang bertarung dengan anak buah ku, dan sial nya banyak anak buah kita yang gugur," jawabnya.
"Apa? Lalu bagaimana? Apa kita tidak jadi membawa Sky ke sisi jurang?" tanya Monica.
"Tidak. Tapi aku punya rencana yang lain," jawab Arthur.
"Apa itu?"
"Kamu lihat saja, cepat bawa kemari," teriaknya pada anak buahnya.
Dua pria berbadan tegap pun masuk, dengan salah satu diantaranya membawa sebuah rompi yang terdapat bom di sana.
"Pasangkan bom itu pada tubuhnya," perintah Arthur seraya menunjuk ke arah Sky yang tengah duduk.
Sky yang tak memiliki tenaga itu pun tak melawan, dirinya pasrah di pakaikan rompi yang terdapat bom.
Setelah memasangkan rompi itu, kedua pria tadi pun keluar dari sana.
"Wah honey kamu sangat hebat," puji Monica.
__ADS_1
"Tentu saja, ayo kita keluar, kita sambut kedatangan Galaksi."
"Tapi bagaimana dengan wanita murahan itu?"
"Kamu tenang saja, dia tidak akan kemana-mana, jika pun dia pergi, dia tatap akan meledak dengan bom itu."
"Kamu benar, ayo kita keluar."
Monica dan Arthur pun keluar dari ruangan itu.
Sementara itu di luar, kini Galaksi dan juga anak buahnya, serta beberapa anak buah Steven pun sedang bertarung dengan anak buah dari Arthur.
"Cepat habisi mereka!! Aku akan masuk kedalam mencari istriku!!" ucapnya pada seluruh anak buahnya, dan juga anak buah Steven.
"Baik tuan," jawab mereka serempak.
Galaksi pun masuk kedalam gedung itu, pada saat di dalam ia berkomunikasi dengan Mike lewat earphone.
"Kakak bagaimana, apa kamu sudah mematikan bom yang ada di gedung ini?" tanya Galaksi dengan suara lirih.
"Sudah, dan berhentilah menyebutku dengan kakak," jawab Mike.
"Kenapa? Bukankah itu yang kamu mau, heh?"
"CK."
Prok, prok, prok.
"Lihatlah siapa yang datang? Tuan Galaksi Leonard, mantan ketua dari klan mafia black rose," ucap Arthur yang menuruni anak tangga itu seraya bertepuk tangan.
Tak lupa disampingnya ada Monica yang selalu menempel.
"Ck, kalian memang pasangan yang serasi," ujar Galaksi melihat kedua manusia itu.
"Sudahlah, saya tau, anda pasti ingin menyelamatkan istri anda bukan? Namun sebelum itu anda harus bisa melewati anak buah saya terlebih dahulu," ujarnya.
"Untuk apa saya harus melawan anak buah kamu, apa kamu tidak bisa bertarung atau, jangan-jangan kamu takut jika bertarung dengan ku," ledeknya.
"Kurang ajar kau!!! Kalian cepat serang mereka, dan kau," tunjuk Arthur ke arah Galaksi.
"Aku akan menghabisi mu!!" ucapnya.
"Silahkan, tapi jika kamu bisa."
"Kurang ajar!!!" Arthur pun mulai menghajar Galaksi.
__ADS_1
Mereka pun bertarung, dengan anak buah Galaksi melawan anak buah Arthur, dan Arthur melawan Galaksi.
Sementara Monica ia hanya menonton pertarungan itu di atas undakan tangga, dengan tangan yang terlipat di dada.