Suami Misterius

Suami Misterius
Menjelaskan.


__ADS_3

"Mas," panggil nya.


"Sayang ... Maaf," ucapnya seraya memeluk dan menenggelamkan wajahnya di leher istrinya itu.


"Untuk?"


"Untuk semuanya, terutama untuk kejadian seminggu lalu."


"Maaf ... Maafkan mas, sayang, maaf," ucapnya masih memeluk Sky dengan erat.


"Mas, kasihan Ade kegencet," ujar Sky.


Mendengar itu, Galaksi pun langsung melepaskan pelukannya, ia pun menunduk untuk menjajarkan wajahnya dengan perut buncit sang istri.


"Astaga sayang, maafkan papah ya, nak. Kamu tidak pa-pa, kan?" ucapnya seraya mengelus dan mencium perut istrinya itu.


"Sudah sebaiknya mas jelaskan, apa yang selama ini mas sembunyikan?" tanya Sky, Galaksi mau tak mau menjelaskan semuanya pada istrinya itu, daripada nanti istrinya itu terus mendiamkan nya.


Galaksi pun menghela nafasnya, kemudian ia pun menjelaskan semuanya pada istrinya itu, tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Apa!! Jadi mas sudah memiliki kekasih sebelum menikah denganku?" tanya Sky setelah mendengarkan penjelasan dari suaminya itu, dan Galaksi pun mengangguk sebagai jawaban.


"Huh, lalu kenapa kamu masih menikahi ku mas?"


"Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku menikahi mu, sebagai tanggung jawab ku, lantaran gara-gara aku, kamu tidak memiliki siapa-siapa lagi. Dan selain itu, entah kenapa dulu aku memang ingin menikahi mu, ternyata aku sudah tau, lantaran hatiku sudah terpikat oleh mu."


"Tapi tidak seharusnya mas menikahi ku, pada saat mas masih memiliki kekasih. Itu sama saja, aku ini pelakor dalam hubungan mh dan juga pasangan mu."

__ADS_1


"Sayang dengarkan aku, kamu itu bukan pelakor. Lagi pula kamu tidak pernah merebut aku dari dia, justru aku yang membawamu ke masalah ini, maafkan aku. Lagi pula aku sudah katakan, bahwa aku memang ingin mengakhiri hubungan ku dengan nya sudah sejak lama, hanya saja dia koma, jadi sebab itu aku tidak bisa mengakhiri hubungan ku dengannya, dan aku harus menunggu dia sadar dari komanya."


"Huh, dari penjelasan mu, aku menyimpulkan kamu itu bodoh. Maaf, bukan aku bermaksud mengatai mu. Tapi sikap mu yang membuat aku mengatakan hal itu, bagaimana tidak, kamu seorang CEO ternama, dan kamu pernah menjadi ketua mafia, tapi kamu bodoh dalam hal mengenai ini. Aku gak habis pikir sama kamu, kamu ini naif apa emang bodoh sih mas. Mas iya orang lain membantumu, dan kamu berkewajiban bertanggung jawab dengan menjadikan dia seorang kekasih atau istri. Kan kamu bisa kasih dia uang atau apapun tanpa harus kamu nikahi atau dijadikan pacar oleh mu, sekarang aku tanya sama kamu, jika ada seorang wanita tapi dua sudah menikah, yang menolong mu, kamu mau jadikan dia kekasih mu, atau istrimu, gitu? Dan kamu akan merebut dia dari suaminya?" tanya Sky.


Sebenarnya ia tidak ingin mengatai suaminya bodoh, namun ia sudah telanjur geram dengan suaminya itu, alhasil ia pun kelepasan.


"Astagfirullah, maafkan hamba mu ini ya Allah, karena sudah bicara yang tidak-tidak, dan juga telah mengatai suami hamba bodoh," ucap Sky dalam hati.


"Ya nggak lah sayang, masa iya aku jadikan istri orang sebagai kekasih."


"Terus kenapa kamu mau-mau saja menerima dia, padahal dari awal kamu tidak memiliki perasaan padanya."


"Sayang sudah aku katakan, dia yabg terus memaksa."


"Tapi kan kamu bisa bersikap dengan tegas, lagi pula kamu kan ketua mafia, masa kamu gak bisa tegas."


"Tapi sekarang kamu sudah menyakiti dua hati wanita sekaligus."


"Sayang," rengek nya.


"Astaga, apa dia benar-benar pria dingin itu, dengan wajah yang datar tanpa ekspresi? Tapi kenapa sekarang dia seperti seorang bocah yang meminta jajan pada ibunya, namun tidak dikasih," batin Sky, melihat suaminya yang bertingkah seperti anak kecil.


"Sayang maaf."


"Huffstt, sudahlah mas. Aku juga minta maaf, karena sudah bicara yang tidak-tidak padamu. Sudahlah aku mengantuk aku ingin tidur."


"Iya tapi maafin dulu."

__ADS_1


"Iya aku maafin, sudah, aku mau tidur."


"Iya, tapi peluk," ucap Galaksi, seraya merentangkan satu tangannya untuk di jadikan bantal oleh istrinya.


Sky pun menurut ia pun tidur dengan berbantalkan lengan suaminya itu.


Galaksi pun memeluk istrinya itu, sesekali ia mengelus perut istrinya itu.


"Mas," panggil Sky.


"Hm, ada apa sayang?"


"Apa aku boleh lihat foto mantan pacar kamu?"


"Maaf sayang, tapi aku sudah tidak memiliki fotonya," jawab Galaksi dengan jujur.


"Ohh gitu, kalau namanya?"


"Namanya Monica."


"Nama yang cantik."


"Sudahlah sayang, sebaiknya kita tidur, jangan lagi bicarakan wanita itu."


"Baiklah."


Mereka berdua pun akhirnya memejamkan matanya, dan mulai memasuki dunia mimpi, setelah beberapa lalu berdebat kecil.

__ADS_1


__ADS_2