
Hari Minggu pun tiba, pagi ini Galaksi, Sky, Riri dan Mike, berencana akan menjenguk Andin yang sudah melahirkan itu.
Dan untuk Lily sendiri, ia tidak ikut, entah kenapa ia tidak jadi ikut.
Lily beralasan sedang ada urusan, jadi dia hanya menitipkan pesan dan hadiah untuk Andin dan bayinya.
Sky pun tidak banyak bertanya lagi, dan setelah sarapan, keempat orang itu pun mulai pergi.
Dengan menggunakan mobil mereka masing-masing, Riri dengan suaminya, yang menggunakan mobil milik suaminya.
Dan Sky pun dengan suami dan anaknya. Ya, Bintang terpaksa di bawa oleh mereka.
Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit xxx, yang berada di kota itu.
Ya, Andin memang melahirkan anak pertamanya di kota Jakarta, bukan di tempat sang suami tinggal.
Mereka pun masuk, dan mulai menanyakan ke bagian resepsionis.
Setelah di beritahu oleh resepsionis, mereka pun langsung menuju lantai yang di mana ruangan Andin berada.
Jika para istri berjalan lebih dulu, maka lain lagi dengan para suami yang tertinggal di belakang, dengan membawa kado.
"Begini ya jadinya, ketika sudah memiliki istri. Seorang mantan mafia, rela dijadikan seperti seorang bodyguard," ujar Galaksi.
"Sudahlah jangan banyak bicara, lebih baik kita menurut, demi keberlangsungan junior kita," ucap Mike.
"Kau benar kak."
"Dan jangan panggil aku dengan sebutan kakak."
"Haissstt, dasar aneh."
Tak lama mereka pun sampai di depan pintu ruangan Andin.
"Assalamu'alaikum," ucap keempat orang itu.
"Wa'alaikumusalam," jawab semua orang yang ada di dalam ruangan inap Andin.
__ADS_1
"Eh, nak Sky, nak Riri," ucap ibu Andin.
"Iya, Bu. Bagaimana keadaan ibu, sehat?" tanya Sky, ia dan Riri pun bersalaman pada ibu Andin dan juga uminya Agam.
Sementara Galaksi dan Mike, ia bersalaman dengan Agam, dan juga ayah dari Andan, serta Abi nya Agam.
"Alhamdulillah, ibu sehat. Apa ini anakmu Sky?"
"Iya Bu."
"Laki-laki apa perempuan?" tanya ibu Andin lagi.
"Laki-laki Bu," jawab Sky.
"Woalah tampan nya, namanya siapa?"
"Namanya nak Bintang."
"Nak Bintang, hidungnya mancung, persis ibu dan ayahnya ya, sama-sama mancung."
"Oh ya, nak Riri sudah berapa bulan?" tanya ibu Andin pada Riri.
"Alhamdulillah, sehat-sehat ya kalian."
"Aamiin."
"Umi, apa kabar?" ucap Sky pada uminya Agam.
"Alhamdulillah baik, nak. Kamu sendiri, bagaimana kabarnya?" jawab umi sekaligus balik bertanya.
"Alhamdulillah Sky baik umi. Oh ya, Sky temui Andin dulu ya."
"Iya."
Riri dan Sky pun pergi menghampiri Andin yang tengah berada di atas hospital bed nya.
"Assalamu'alaikum, yang sudah jadi ibu. Apa kabar?" tanya Riri dan Sky, mereka berdua pun memeluk Andin.
__ADS_1
"Wa'alaikumusalam, alhamdulillah aku baik," jawab Andin.
"Oh ya ini ada sedikit hadiah buat kamu dan bayi kamu," ucap Sky.
"Dan ini dari kak Lily, dia menitipkan pesan selamat atas kelahirannya, dan maaf dia tida bisa datang," lanjutnya.
"Tidak apa, terima kasih ya."
"Kalau ini dari aku," ujar Riri.
"Terima kasih bumil."
"Sama-sama."
"Oh ya, anakmu cewek apa cowok?" tanya Sky.
"Anakku cewek," jawab Andin.
"Benarkah, boleh kita lihat?" tanya Riri.
"Tentu saja boleh."
Sky dan Riri pun segera melihat anaknya Andin dan Agam yang saat ini masih terlelap tidur di box bayinya, meski di dalam ruangan itu banyak orang.
"Maa syaa Allah cantik sekali," ucap Sky.
"Iya benar, wajahnya mirip dengan Andin ya," timpal Riri.
"He'em."
Mereka pun terus berbincang, hingga mereka pun berpamitan untuk pulang, lantaran waktu menjenguk sudah habis.
...***...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian๐
Aku pikir gak bakal bisa update sampe tiga bab, lantaran asam lambung ku lagi kambuh, dan alhamdulilah ternyata bisa, meski katanya tidak sampe 1000 kata๐คญ๐ค
__ADS_1
Jangan lupa bunga mawar nya (๐น), dan kopinya juga (โ), meski aku gak bisa minum kopi, tapi kalau kopi ini mah boleh lah๐๐