Suami Misterius

Suami Misterius
Kedekatan Antara Riri & Mike.


__ADS_3

Jika Sky dan Galaksi tengah berada di desa.


Maka lain lagi dengan Mike, ia terlihat sibuk mengurus pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh Galaksi.


Jam makan siang pun tiba, Mike pun menutup laptopnya, kemudian ia bangun dari duduknya dan pergi keluar ruangan nya setelah memakai jas hitamnya.


Mike pun masuk kedalam lift, ia pun memencet tombol angka dua, yang menandakan lift itu menuju lantai dua.


Entah apa yang Mike lakukan nantinya di lantai dua itu.


Ting.


Lift pun terbuka, Mike pun mulai melangkahkan kakinya menuju lantai dua.


Ia terus melihat ke sana kemari, mencari seseorang.


Saat ia sudah menemukan orang itu, Mike pun langsung berjalan menghampiri orang yang tengah berbincang dengan teman-temannya.


"Bisa ikut saya," ucap Mike pada orang itu saat ia sudah berada di samping orang tersebut.


"Tuan Mike," ujar semua orang yang ada di sana.


"Tuan Mike, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya seorang karyawan wanita dengan gaya centil nya.


Mike tak menggubris pertanyaan dari salah satu karyawan nya, ia malah menatap seorang gadis berhijab, semua orang pun ikut menatap ke arah gadis berhijab itu, yang tak lain ialah Riri.


"Bisa ikut saya," ucap Mike pada Riri, dan semua orang pun terkejut, termasuk Riri sendiri.


"A- anda meminta saya, untuk ikut dengan anda?" tanya Riri.


Mike tak menjawab, ia malah memegang tangan Riri, kemudian membawanya pergi dari sana.


Dan hal itu pun berhasil membuat semua orang yang berada di ruangan itu menjadi berbisik-bisik, ada apa dengan Riri dan Mike? Apakah mereka memiliki hubungan istimewa?


Bukan tanpa alasan, mereka sering melihat Mike menghampiri Riri ke kubikel kerjanya.


Dan mereka juga pernah melihat keduanya makan bersama, entah itu di kantin atau di cafe.


Jika mereka benar-benar memiliki hubungan, sungguh beruntung sekali Riri.


Namun dipikir-pikir, sepertinya itu tidak mungkin, lantaran mereka berdua memiliki keyakinan berbeda.


Ya, Riri dan Mike pun sering bersama, lebih tepatnya makan bersama, entah sejak kapan mereka saling dekat, namun yang pasti saat Mike membantu pengobatan untuk ayahnya Riri.


Dan pada saat itulah keduanya menjadi dekat, lebih tepatnya, Mike lah yang mulai mendekati Riri terlebih dahulu.


Sementara itu, kini Mike dan Riri sudah berada di dalam lift, Riri pun langsung melepaskan tangan Mike yang memegang tangannya itu.


"Tuan Mike, anda ini lancang sekali ya. Kita itu bukan mahram tau," ucapnya.


"Lagian kamu, dari tadi kan saya bilang 'ikut dengan saya,' tapi kamu malah bengong."


"Lagian kita itu mau ngapain sih?" tanya Riri.

__ADS_1


"Kita akan pergi makan diluar," jawabnya.


"Hah, tapi ... "


"Kenapa?" potong Mike.


"Bukankah kita sering makan bareng? Lalu sekarang mengapa kamu terlihat terkejut?" tanya Mike.


"Tidak pa-pa." Hanya itu yang dikatakan oleh Riri.


Tak lama pintu lift pun terbuka, mereka pun segera keluar dari sana.


Saat mereka keluar seluruh mata menatap ke arah mereka, Riri yang merasakan tatapan dari semua orang pun hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Angkat kepala mu, jangan menunduk," bisik Mike.


Riri pun mengangkat wajahnya, namun hanya sepersekian detik, setelah itu ia kembali menunduk.


"Terima kasih," ucap Riri pada Mike, saat pria bule itu membuka pintu mobil untuknya.


"Hm." Mike pun langsung masuk kedalam mobil, setelah gadis itu sudah masuk kedalam mobil.


Setelah berada di dalam mobil, Mike pun langsung menjalankan mobilnya menuju sebuah restoran.


Saat dalam perjalanan, keduanya sama-sama diam, tidak ada yang mulai membuka obrolan.


Mike yang fokus menyetir, sementara disebelahnya, Riri hanya melihat ke luar jendela.


Tak lama mereka pun sampai di restoran, keduanya turun dan masuk kedalam restoran.


Mereka pun langsung memesan makanan, saat mereka sudah duduk di kursi.


Tak lama pesanan mereka pun sampai, mereka pun mulai memakan makanan yang dipesan nya tadi.


"Ada sesuatu hal yang ingin saya katakan padamu," ucap Mike, setelah mereka selesai menghabiskan makan siang mereka.


"Apa?" tanya Riri.


"Mau kah kamu menikah dengan ku?" tanya Mike.


Deg.


Riri yang mendapatkan pertanyaan itu seketika terkejut, apa yang dibilang Mike tadi? Menikah? Jadi pria yang ada di depannya ini, melamarnya?


Sungguh, membuat Riri tak percaya, benarkah Mike yang notabenenya pria tampan dan mapan, melamar gadis sepertinya.


Seorang gadis yang hanya berasal dari desa, dan dari keluarga sederhana.


"Hahaha, tuan. Anda jangan bercanda, bercanda anda sungguh tidak lucu," ujar Riri dengan tawa yang di paksa.


"Kamu pikir siapa yang bercanda? Saya tidak sedang bercanda, saya serius dengan perkataan saya tadi," ucap Mike dengan tegas.


"Jadi, anda benar-benar melamar saya?"

__ADS_1


"Ya."


"Tapi kenapa?" tanya Riri.


"Karena saya jatuh hati padamu, dan jangan tanyakan alasan mengapa saya jatuh cinta padamu, saya sendiri pun tidak tau," jawab Mike.


"Huh. Tuan, anda sudah memikirkannya dengan benar?"


"Tentu saja sudah, saya tipikal orang yang berpikir lebih dahulu sebelum hendak melakukan sesuatu."


"Lalu kenapa anda tidak berpikir, bahwa kita itu berbeda?"


"Maksudmu?"


"Oh tuhan. Tentu saja kita tidak bisa menikah, lantaran saya dan anda berbeda keyakinan," ucap Riri dengan geram.


Mike yang mendengar hal itu hanya diam.


"Kalau gitu, aku akan mengikuti kepercayaan mu, bagaimana," ujar Mike.


"Apa anda yakin, bagaimana jika keluarga anda tidak setuju?"


"Saya tidak memiliki keluarga, selain tuan Galaksi," jawab Mike.


Dan lagi-lagi membuat Riri terkejut.


Mike pun tersenyum simpul saat melihat reaksi dari orang yang ia cintai itu, ia pun menceritakan tentang dirinya.


Meski tidak semua, dan hanya sebagian.


"Kamu tau, saya pun tidak tau dimana kedua orang tua saya berada, lantaran saya dari bayi berasal dari panti asuhan. Dan ketika saya berusia sebelas tahun, saya bertemu dengan ayah dari tuan Galaksi, pada saat itu saya sedang tersesat, lantaran saya pergi dari panti itu untuk mencari keberadaan kedua orang tua saya, namun saya tidak bisa menemukan apapun, yang ada saya malah tersesat. Dan saya pernah menjadi gelandangan selama dua hari, beruntungnya ketika itu saya bertemu dengan tuan Galaksi dan juga kedua orang tuanya. Mereka pun membawa saya pergi ke rumah mereka, dan tak lama kedua orang tua tuan Galaksi pun mengadopsi saya sebagai anaknya," jelasnya.


"Jadi sebab itu, anda selalu berada di sisi tuan Galaksi?"


"Ya, saya sudah menganggap dia sebagai adik saya, meski kami tidak memiliki ikatan darah," jawab Mike.


Ya, Galaksi dan Mike memiliki perbedaan umur, yang dimana Mike dua tahun lebih tua dari Galaksi.


"Jadi bagaimana, kamu mau kan menikah dengan ku?" tanya Mike lagi.


"Bisa saya memikirkan nya?"


"Tentu saja, tapi jangan lama-lama."


"Baik."


"Yasudah, kalau begitu kita kembali ke kantor, sebentar lagi jam masuk kerja."


Akhirnya mereka pun meninggalkan restoran itu, dan kembali ke kantor.


...***...


Kisah ini tidak menyinggung pihak manapun, dan agama manapun, jika ada kata-kata yg salah mohon dimaafkan 🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa follow akun noveltoon ku ya hehehe.


Terima kasih, and happy reading 💚


__ADS_2