Suami Misterius

Suami Misterius
Pergi Ke Desa.


__ADS_3

Sementara di mansion milik Galaksi yang satunya.


Kini Galaksi dan Sky tengah bersiap-siap untuk pergi ke desa, tempat Sky lahir dan besar di sana.


Awalnya Galaksi tak menyetujui keinginan istrinya itu, lantaran ia takut itu akan mempengaruhi kehamilan istrinya.


Ya, Sky ingin pergi ke desanya, ia ingin berkunjung ke makam kedua orang tua dan juga makan kakeknya.


Lantaran ia sudah lama tidak mengunjungi makam keluarga nya, lebih tepatnya ketika dirinya mengetahui bahwa Galaksi adalah suaminya.


Dan ya, Galaksi meminta pada Mike untuk mengatakan bahwa ia tengah mengurusi anak perusahaannya di luar kota pada Monica.


Lantaran Galaksi sangat tau, bahwa Monica terus akan mencari dirinya sebelum bertemu, dan ia pun tau Monica menghubunginya, namun ia sengaja tidak mengangkat panggilan dari kekasihnya itu.


"Ayo mas," ucap Sky, setelah selesai membereskan barang-barang dirinya dan suaminya, yang hendak di bawa ke desa.


"Mas," panggil Sky, seraya mengguncangkan lengan suaminya itu, lantaran suaminya itu melamun.


"Eh, ya sayang."


"Kamu ngelamunin apa?" tanya Sky.


"Tidak, aku tidak melamun kan apapun," jawabnya.


"Bener? Kok dari tadi aku panggil, kamu gak nyaut-nyaut."


"Maafin mas ya. Sudah kan," ucapnya.


"Hm."


"Yasudah, biar mas yang bawa koper ini, kamu jalan saja." Galaksi pun langsung membawa koper yang berisi pakaian dirinya dan juga istrinya.


Mereka pun turun ke bawah, dan saat sudah di luar, mereka pun langsung masuk kedalam mobil.


Sopir pun langsung menjalankan mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya Sky dan Galaksi pun sampai di desa nya Sky.


Mereka sampai pada malam hari, tepatnya pukul sepuluh malam.


Lantaran mereka di desa, kebanyakan orang desa sana jam sepuluh malam sudah berada di rumah mereka masing-masing, dan tidak ada yang pernah ke luar rumah.


Kecuali bapak-bapak dan juga para pemuda yang sedang melakukan ronda di pos kamling yang ada di depan.


Keduanya pun turun dari mobil, sang supir pun membantu menurunkan koper mereka dan juga beberapa barang seperti makanan ringan dan juga beberapa barang yang nantinya akan dibagikan ke tetangga yang dekat dengan rumah Sky.


Lantas supir tadi pun memasukkan barang-barang yang dibawa Sky dan Galaksi ke dalam rumah yang dulunya ditempati oleh Sky dan juga mendiang kakeknya.

__ADS_1


Setelah membantu membawakan barang-barang majikannya itu, supir itu pun segera masuk kedalam kamar yang dulunya ditempati oleh mendiang kakeknya.


Ya, Sky mengijinkan supir itu untuk tidur di rumahnya hanya malam ini, nanti besoknya ia akan bicara pada Bu RT untuk menyewakan salah satu kontrakan yang memang tempatnya tidak jauh dari rumahnya, untuk ditempati oleh supirnya.


Bukan masalah pelit atau bagaimana, hanya saja ia tidak mau ada orang lain yang tinggal bersama dengannya, meski ia tinggal bersama suaminya.


"Alhamdulillah akhirnya sampe juga," ucap Sky, setelah masuk kedalam rumahnya.


"Sayang sebaiknya, kamu langsung istirahat. Pasti kamu capek, setelah perjalanan yang cukup jauh, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu dan juga baby kita," ujar Galaksi pada istrinya itu.


"Tapi mas, barang-barang nya gimana."


"Besok saja kita beresinnya."


"Ya udah kalau gitu, aku mau cuci muka sekaligus gosok gigi dulu ya mas."


"Iya."


Sky pun pergi ke kamar mandi yang letaknya berada di dekat dapur.


Rumah mendiang kakek Sky adalah rumah yang sederhana, meski begitu rumah itu layak untuk ditempati.


Apalagi rumahnya dalam keadaan bersih, meski Sky sendiri sudah lama tidak pernah ke rumahnya itu.


Dapat di lihat dari lantai keramik nya yang bersih, dan juga barang-barang perabotan lainnya juga nampak bersih, tidak ada debu yang menempel.


Melalui perantara pak RT. Dan Sky selama ini hanya tau yang membersihkan rumah nya adalah salah satu warga di sana, ia tidak tau bahwa itu dilakukan atas perintah dari suaminya.


"Mas gantian kamu nya ke kamar mandi, tapi maaf ya, kamar mandi di rumah ku tidak kaya di mansion."


"Dan apa mas bakal betah tinggal disini, meski kita tinggal hanya beberapa hari saja?"


"Tidak pa-pa sayang, mas bisa kok tinggal disini, asal sama kamu," gombal nya.


"Idih, gombal. Udah sana buruan ke kamar mandi."


"Iya-iya."


Galaksi pun pergi ke kamar mandi.


"Ayo tidur," ajak Galaksi, setelah ia selesai dari kamar mandi.


Sky pun menurut, mereka pun mulai memejamkan mata.


Paginya, setelah Galaksi dan Sky memberikan bingkisan pada tetangga mereka, dan juga berbicara pada Bu RT mengenai supirnya yang akan tinggal di kontrakan Bu RT untuk sementara.


Kini kedua pasangan suami istri itu pergi ke pemakaman umum, yang dimana si dana, keluarga Sky di kebumikan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, ayah, ibu, kakek. Maaf, Sky baru sempat mengunjungi kalian sekarang, kalian tau, Sky saat ini sudah menikah, dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Ya, saat ini Sky tengah mengandung anak Sky dan suami Sky, coba kalian masih ada disini, kalian pasti senang," ucapnya, setelah selesai berdo'a untuk kedua orang tuanya dan juga kakeknya, dengan air mata yang sudah mengalir di kedua pipinya.


Galaksi yang melihat istrinya itu menangis, langsung membawanya kedalam pelukan, ia pun mengelus punggung istrinya itu.


"Jangan menangis, mereka pasti tidak akan suka melihat mu menangis," bisik nya.


"Iya mas." Sky pun menghapus air matanya, ia pun kembali menatap ke tiga makam yang berdampingan.


"Oh ya, Sky belum mengenalkan suami Sky pada kalian. Kenalkan, ini suami Sky, mas Galaksi namanya."


"Assalamu'alaikum, ibu, ayah, kakek. Perkenalkan saya Galaksi, in syaa Allah saya akan menjaga Sky dengan baik, kalian tidak perlu khawatir tentang nya," ucap Galaksi.


Tak lama handphone milik Sky berdering, menandakan ada yang menghubunginya.


Sky pun mengambil handphone-nya yang ada di saku gamisnya, dan ia pun melihat siapa yang menghubunginya itu.


Dan ternyata paman nya lah yang menghubunginya, paman nya itu menghubunginya lewat video call.


"Siapa?" tanya Galaksi.


"Paman," jawabnya.


"Steven, untuk apa dia menghubungi Sky? Apa dia sudah tau bahwa saat ini Monica sudah sadar dari koma nya, dan dia tau bahwa saat ini Monica juga berada di negara ini?" tanyanya pada diri sendiri, namun ia mengatakannya dalam hati.


"Ah tidak-tidak Gala, pasti dia hanya merindukan Sky, toh diakan paman dari istri mu," batinnya.


Sky pun mengangkat video call dari paman nya itu.


"Halo, iya ada apa paman?"


"Oh, halo keponakan ku. Tidak ada pa-pa, paman hanya merindukan kamu dan juga anakmu sayang. Oh ya sweetheart, bagaimana kabarmu dan juga calon baby mu?"


"Alhamdulillah Sky dan calon anak Sky baik paman? Paman sendiri bagaimana?"


"Paman juga baik. Oh ya, saat ini kamu sedang ada dimana?"


"Aku sedang ada di desa, paman. Dan saat ini aku sedang mengunjungi makam kedua orang tua ku, dan juga kakek ku, paman."


"Benarkah? Bolehkah paman lihat makam kedua orang tua mu, terutama makam ibu mu, sayang."


"Tentu boleh." Sky pun langsung mengubah kameranya menghadap makam kedua orang tuanya.


"Sweetheart, bisakah kamu lebih dekat lagi pada makam ibumu, paman ingin melihatnya lebih jelas." pintanya, dan Sky pun menurut.


"Kak," lirih Steven. Saat melihat nama di batu nisan makam tersebut, di sana tertera nama kakaknya, Laura binti Frans, serta tanggal dimana saat kakaknya itu meninggal.


Dan tanpa sadar, air mata Steven pun terjatuh ke dua pipinya.

__ADS_1


__ADS_2