
"Sudah puas bukan? Jadi sebaiknya jangan pernah menggangguku lagi. Dan ya, kamu bilang apa tadi? Pengkhianat? Aku mengkhianati mu? Huh, baiklah aku akui aku memang mengkhianati mu, aku menikah dengan wanita lain pada saat kamu koma ... Lalu kamu sendiri apa? Menjalin hubungan dengan beberapa pria, padahal waktu itu kamu masih berhubungan denganku, meski selama ini aku tidak mempunyai perasaan padamu, namu aku selalu menuruti apa yang kamu inginkan. Tapi apa balasan yang kamu lakukan, kamu mengkhianati ku, jadi siapa pengkhianat sebenarnya, aku tau kamu!!"
"Sudahlah, lebih baik aku pulang menemui istri dan calon anakku, daripada terus bersama dengan wanita seperti mu, aku tidak mau lagi menjadi pria bodoh, yang bertahan dengan wanita seperti mu!! Dan ya, segera kemasi barang-barang mu, dan pergi dari mansion ini, tapi tenang saja kamu boleh membawa mobil yang sering kamu pakai, dan kamu juga boleh tinggal di salah satu apartemen milik ku yang berada di xxx, meski apartemen itu tidak mewah, namun layak untuk ditinggali, dibanding nantinya kamu harus tinggal di jalanan. Aku cukup baik bukan, memberikan kamu mobil dan apartemen, anggap saja itu adalah hadiah dariku karena kamu telah menyelamatkan aku, meski kenyataan nya tidak begitu."
"Mike kamu antar kan wanita ini ke alamat apartemen yang aku sebutkan tadi, dan aku mau pulang ke mansion."
"Baik tuan."
Setelah mengatakan penjelasan dengan panjang lebar, Galaksi pun pergi seorang diri ke mansion yang dimana di sana istrinya berada.
"Mari nona, silahkan kemasi barang-barang anda dan segera pergi dari sini," ujar Mike, setelah Galaksi pergi dari sana.
"Atau mau saya panggilkan pelayan untuk mengemasi barang-barang anda," ujarnya lagi.
"Tidak perlu, aku bisa mengemasi nya sendiri," ucap Monica dengan ketus, setelah dari tadi hanya diam.
Monica pun lantas pergi ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Sementara Mike ia menunggu di sana, sembari menghubungi anak buahnya untuk membawa mobilnya.
Karena tidak mungkin bukan dia pulang, dengan berjalan kaki nantinya.
Tak lama, Mike pun melihat Monica turun dengan membawa koper besar milik wanita itu.
Lantas ia pun beranjak dari duduknya, setelah dia melihat Monica berjalan lebih dulu.
Saat di luar, Mike pun membantu Monica untuk memasukan koper milik wanita itu ke bagasi mobil milik wanita itu.
__ADS_1
"Ingat, jangan pernah ijinkan wanita ini masuk kedalam mansion, ini perintah langsung dari tuan Galaksi," ucap Mike kepada para bodyguard yang bertugas menjaga mansion itu.
"Baik tuan," ucap mereka serempak.
Sementara itu didalam mobil, Monica hanya bias mengepalkan tangannya dengan kuat, sungguh ia tidak terima dengan semua ini.
"Lihat saja aku tidak akan membiarkan kamu bahagia bersama dengan keluarga kecil mu itu, Galaksi Leonard!" ucapnya dengan pelan, dengan raut wajah yang menahan emosi.
Monica pun kembali menetralkan wajahnya, ketika Mike masuk kedalam mobil.
Mike pun langsung menjalankan mobilnya, meninggalkan mansion itu.
...***...
Sementara itu, ditempat lain, Galaksi kini sudah berada di mansion nya.
Pada saat ia berada di kamarnya, ia melihat istrinya itu tertidur dengan beralaskan sajadah, bahkan mukenanya saja masih melekat di tubuh istrinya itu.
Galaksi pun menghampiri istrinya itu, dan mengangkat istrinya itu, untuk ia pindahkan ke atas tempat tidur, setelah ia membuka mukena yang melekat di tubuh istrinya itu.
"Maafkan aku, aku janji tidak akan menyakitimu," lirihnya, setelah itu ia pun mencium kening istrinya itu dengan lama.
Barulah ia pergi ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Selesai dari kamar mandi, ia pun langsung merebahkan tubuhnya di sisi sang istri, lalu membawa istrinya itu kedalam pelukannya.
Tak lama Galaksi pun mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Waktu pun sudah menunjukkan pukul lima subuh, Sky pun perlahan membuka matanya.
Ia pun merasakan ada sesuatu yang berat menimpa pinggang nya, ia tau siapa orang yang tengah memeluknya.
Ia pun membuka matanya, dan benar dugaannya, ternyata suaminya lah yang tengah memeluk dirinya.
Ditatapnya wajah tampan itu, namun justru ia mengingat tentang kejadian semalam.
Sky pun menghela nafas, kemudian ia pun hendak beranjak dari tidurnya, namun Galaksi menahannya.
"Tunggu dulu sebentar, aku masih merindukanmu," ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Sky pun membiarkan suaminya itu untuk memeluk dirinya.
"Sudah mas, nanti keburu habis waktu subuh nya," ujarnya dengan dingin.
"Baiklah." Galaksi pun melepaskan pelukannya.
"Mau kamu atau mas dulu? Atau mau bersama-sama?" tanyanya.
"Aku duluan, tak apa, kan?"
"Tidak."
Sky pun beranjak dari tempatnya, kemudian ia pun pergi ke kamar mandi, untuk mandi dan mengambil air wudhu.
"Ada apa dengan dia," gumam Galaksi yang melihat tingkah istrinya itu, tidak seperti biasanya.
__ADS_1