Suami Misterius

Suami Misterius
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

Keesokan paginya, Galaksi pun langsung pergi ke perusahaan nya, tanpa mandi dan sarapan lebih dulu.


Sementara itu Monica, dirinya masih tidur di kamarnya, ia tidak tau bahwasanya kekasihnya itu sudah pergi ke kantor tanpa memberitahukan nya.


Galaksi memang sengaja pergi lebih pagi, lantaran ia tak ingin Monica merengek meminta dirinya untuk ikut, dan juga ia tak ingin Monica mengikuti diam-diam.


Jadi, Galaksi pun pergi ketika Monica masih terlelap tidur.


Saat Galaksi dan Mike sudah pergi ke kantor, barulah satu jam kemudian Monica bangun dari tidurnya.


"Astaga jam berapa ini, huh kenapa aku bisa kesiangan sih," gerutunya.


Kemudian ia pun memakai jubah tidurnya, untuk menutupi baju tidurnya yang tipis.


Setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi guna mencuci muka dan menggosok giginya.


Barulah ia turun kebawah guna sarapan.


"Hey kau!" panggilnya pada salah satu pelayan yang tengah lewat itu.


"I- iya nyonya."


"Apa tuan mu sudah berangkat?"


"Sudah nyonya, tuan sudah berangkat dengan tuan Mike."


"Apa kau tau, jam berapa mereka berangkat?"


"Kalau tidak salah jam enam pagi nyonya."


"Jam enam pagi? Kenapa sepagi itu," gumamnya.


"Ah, mungkin ada urusan penting, sehingga dia berangkat pagi-pagi," gumamnya lagi.


"Yasudah pergi sana," usir nya pada pelayan tadi.


Pelayan itu pun pergi, Monica pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang makan.

__ADS_1


Saat berada di ruang makan, ia pun langsung duduk, dan mulai menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh pelayan yang memang ditugaskan untuk memasak.


...***...


Galaksi company.


Di perusahaan, kini Galaksi sudah rapi dengan pakaian kerja barunya, kini ia tengah duduk di kursi kerjanya, sambil mengerjakan pekerjaannya.


Ya, Galaksi mandi dan berganti pakaian di ruang tempat istirahat nya, yang ada di ruangannya itu.


Beruntungnya ia sering menyimpan pakaian kerjanya di lemari yang ada di ruangan khusus itu, sehingga ia tidak perlu repot-repot pulang ke rumahnya, jika sewaktu-waktu ia tengah terburu-buru.


"Mike, apa semua bukti-buktinya sudah kamu bawa?" tanyanya pada asistennya itu.


"Sudah tuan," jawabnya.


"Bagus."


"Tuan," panggil Mike.


"Apa tidak sebaiknya anda segera mengakhiri hubungan anda dengan Monica? Maaf, jika saya lancang, saya hanya tidak ingin nantinya tuan menyesal, dan saya tidak ingin nyonya Sky mengetahui semua ini dari seseorang atau dia sendiri," ujar Mike.


"Mike kamu benar, dan aku tidak ingin nantinya istriku tau dari orang lain, atau bahkan lebih parahnya dia tau dengan mata kepalanya sendiri, dan aku tidak mau itu terjadi. Jadi ... Sebab itu, memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengannya malam ini," ucap Galaksi.


"Jadi anda yakin, ingin mengakhiri hubungan anda dengannya malam ini?" tanya Mike memastikan.


"Ya. Dan aku rasa malam ini adalah waktu yang tepat, aku tidak mau menunggunya terlalu lama, sudah cukup aku menunggu dia pada saat koma, apalagi sekarang ada Steven. Jika Steven tau, bahwa aku masih memiliki hubungan dengan Monica, pasti dia akan memisahkan aku dengan istri dan juga calon anak ku, dan aku tidak mau itu."


"Tuan saya sangat senang dengan keputusan anda, saya akan menemani anda untuk pergi menemui Monica, karena saya takut, wanita itu akan nekat, dan berbuat yang nantinya akan merusak rumah tangga anda dan juga nyonya Sky."


"Hm, baiklah. Seterah kau saja," ucapnya.


Waktu pun berlalu begitu cepat, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


Ya, hari ini perusahaan Galaksi melakukan lembur, yang biasanya mereka pulang jam lima sore, namun hari ini mereka pulang pada jam tujuh malam.


Galaksi dan Mike pun kini sudah berada di perjalanan menuju mansion yang dimana Monica tinggal.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan keduanya, dibelakang keduanya ada mobil yang ditumpangi oleh Sky yang tengah mengikuti mereka.


Ya, Sky yang tadinya hendak pergi ke mini market, namun pada saat berada di lampu merah ia melihat mobil suaminya.


Namun anehnya, mobil suaminya itu berjalan bukan ke arah mansion mereka, sehingga membuat Sky curiga dan menyuruh pak Agus mengikuti mobil suaminya itu.


"Pak tolong jangan dekat-dekat, nantinya takut ketahuan," ucapnya pada pak Agus.


"Baik non."


Pak Agus pun mengikuti perintah Sky, ia pun mengikuti mobil Galaksi dari belakang, dengan hanya terhalang satu mobil saja.


"Sebenarnya kamu mau kemana mas? Dan siapa yang ingin kamu temui?" tanya Sky dalam hati.


Tak lama, ia melihat mobil suaminya memasuki sebuah mansion yang cukup mewah berlantai dua itu.


Sky pun memerintahkan pak Agus untuk berhenti di dekat gerbang namun dalam jarak yang cukup jauh.


Ia pun dapat melihat, suaminya dan juga Mike keluar dari mobil.


Deg.


Namun ada suatu hal yang membuat matanya memanas. Yaitu pemandangan ketika seorang wanita menghampiri suaminya dan juga memeluk suaminya itu.


Sungguh membuat Sky tak bisa membendung air matanya.


"Siapa wanita itu?" tanyanya pada diri sendiri dengan nada pelan, sehingga pak Agus tidak bisa mendengarkan suaranya.


"Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan mas? Dan ada hubungan apa diantar kamu dan wanita itu? Sungguh sakit, tapi aku akan tetap diam, sampai kamu mengatakannya langsung padaku," lirihnya dengan memukul dadanya yang sakit, serta air matanya yang terus mengalir di kedua pipinya.


"Nyonya apa nada baik-baik saja?" tanya pak Agus, lantaran ia khawatir dengan nyonya nya itu, pak Agus pun mengerti perasaan yang dirasakan oleh nyonya nya itu.


"Tidak apa pak, aku baik-baik saja," jawabnya seraya menghapus air matanya.


"Jalan pak, dan aku mohon jangan mengatakan pada suamiku, kalau aku mengikutinya sampai sini," ucap Sky.


"Baik nyonya." Pak Agus pun mulai menjalankan kembali mobilnya, meninggalkan mansion yang sudah menjadi saksi terkuaknya kebohongan yang di sembunyikan oleh suami Sky itu.

__ADS_1


__ADS_2