Suami Misterius

Suami Misterius
Rujak Mangga Muda.


__ADS_3

Mendengar suara istrinya itu, Galaksi pun langsung mengambil handphone milik asistennya itu.


"Sayang kok kamu malah video call Mike sih, dan bukannya aku?" tanya Galaksi setelah merebut handphone milik Mike.


"Huh. Karena aku ingin memastikan, bahwa kamu benar-benar mengambil mangga muda untukku dari pohonnya langsung, tanpa kamu menyuruh asisten Mike yang mengambilnya, apa kamu sudah menemukan mangga mudanya mas?"


"Sudah. Dan kamu tenang saja, aku sendiri yang akan memanjat pohon mangga nya, dan aku tidak akan menyuruh siapa-siapa untuk mengembalikannya, termasuk Mike."


"Yasudah kalau begitu cepat panjat pohonnya, dan kembalikan handphone-nya pada asisten Mike, aku ingin melihat kamu memanjat pohon. Eh, ralat, bukan aku, tapi baby kita yang ingin melihat papahnya memanjat pohon mangga."


"Huh, baiklah."


Galaksi pun mengembalikan handphone itu pada pemiliknya, Mike pun dengan senang hati menerima.


Untung saja, nyonya nya itu menghubunginya di waktu yang tepat. Jika tidak, maka sudah dapat di pastikan dirinya lah yang harus memanjat pohon mangga yang lumayan tinggi itu.


Galaksi pun mulai berjalan ke arah pohon mangga itu, dirinya pun mulai menghela nafasnya.


Namun sebelum ia memanjat, pria tadi keluar dengan membawa satu kresek hitam.


"Tunggu Mr," panggilnya.


"Siapa itu asisten Mike?" tanya Sky dari sebrang mendengar suara bapak-bapak.


"Beliau pemilik pohon mangga ini nyonya, dia sepertinya hendak memberikan satu kantong kresek pada tuan," jawab Mike.


"Ohhh. Yaudah, kalau gitu cepat alihkan kameranya ke arah suamiku, aku ingin melihatnya."


"Baik nyonya." Mike pun langsung mengubah kameranya menghadap Galaksi yang saat ini sudah memanjat pohon mangga, tak lupa satu kantong kresek yang ia pegang di salah satu tangannya.


"Ayo sayang, kamu pasti bisa!!!" teriak Sky.


"Yeyyy!!" teriaknya lagi ketika ia melihat suaminya itu berhasil memanjat pohon mangga itu.


Sementara di atas sana, Galaksi pun mulai memetik buah mangga, ia pun asal memetik yang mana yang pait besar menurut ia petik, tak penting itu masih belum matang, atau setengah matang.


Setelah berhasil memetik lima buah, barulah ia turun kembali ke bawah.


Sungguh ia tak menyangka, jika dulu ia sering memerintahkan anak buahnya untuk mengambil ini dan itu.


Namun kali ini ia melakukannya sendiri, namun tidak masalah, toh ia melakukannya untuk istri dan anaknya.


"Sayang, kamu lihat kan tadi, kalau mas bisa memanjat pohon mangga?" tanya Galaksi dengan raut wajah senang.


"He'em, kamu hebat mas," ucap Sky dari sebrang sana seraya mengacungkan jempol nya.


"Yasudah mas aku tunggu disini ya, cepat bawa pulang, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi mangga muda itu," ucapnya lagi.


"Iya, tapi lebih baik kamu makan nasi dulu, nanti ketika aku datang kamu boleh langsung memakannya."

__ADS_1


"Baiklah, cepat pulang. Assalamu'alaikum."


"Iya sayang, Wa'alaikumusalam."


Video call itu pun berakhir.


"Oh ya tuan, ini dia nomor rekening saya," ucap pria tadi seraya memberikan secarik kertas kecil ke arah Galaksi.


"Mike ambil kertas itu, dan segera kirimkan uangnya," pinta Galaksi pada asistennya itu.


"Baik tuan." Mike pun mengambil kertas itu, lalu ia pun mulai mengirimkan uang senilai lima puluh juta pada pria itu.


"Sudah ya pak," ucapnya seraya menunjukkan bukti bahwa ia sudah mentransfer uang itu pada pria yang bernama Ujang.


"Baik Mr, terima kasih," ucap pria itu dengan senang.


Bagaimana tidak senang, orang dia mendapatkan uang sebesar lima puluh juta hanya menjual lima buah mangga nya.


"Hm."


"Kalau begitu kami permisi, oh ya Bu ini ada sedikit uang untuk ibu, sebagai imbalan karena ibu sudah mengantar kami ke sini," ucap Mike pada ibu tadi, seraya memberikan dua lembar uang berwarna merah.


"Wah terima kasih banyak Mr," ujar ibu tadi dengan senang.


"Sama-sama, kalau begitu kami permisi."


"Iya Mr, silahkan."


Tak lama mobil yang dikendarai oleh Mike pun sampai di mansion.


Galaksi pun langsung masuk kedalam mansion, dan mulai mencari keberadaan istrinya itu.


"Sayang!!" panggilnya dengan berteriak.


"Sayang, aku pulang."


"Sayang!!"


"Aku di taman belakang mas!!" teriak Sky pula.


Ia pun langsung berjalan ke taman belakang, hari ini jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Sayang," panggil Galaksi ketika melihat istrinya itu tengah duduk di dekat kolam renang dengan duduk di rumput beralaskan tikar.


"Mas, mana mangga nya?" tanya Sky ketika suaminya itu sudah duduk disisi nya.


"Ini," jawabnya seraya menunjukkan kantong keresek berisi mangga muda itu.


"Wah," ujar Sky saat melihat a mangga muda yang begitu besar-besar itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah makan nasi, kan?" tanya Galaksi, karena ia tidak ingin istrinya itu makan rujak buah sebelum makan nasi, dan mengakibatkan istrinya itu sakit perut nantinya.


"Sudah," jawabnya.


"Benar?"


"Iya mas, kalau gak percaya, kamu boleh tanya sama kak Lily atau gak sama bi Inah."


"Benar apa yang dikatakan oleh istriku bi?" tanya Galaksi pada bi Inah.


"Benar tuan," jawab bi Inah.


"Baiklah, kamu boleh makan rujak itu," ucapnya pada istrinya itu.


Sky pun langsung memotong mangga muda itu, dan ia pun menyuruh beberapa pelayan wanita untuk ikut bergabung dengannya.


Di sana bukan hanya mangga muda saja, tapi ada juga jambu air.


"Kak Lily ayo ikut makan bersama," ajak Sky, pada Lily.


"Tidak Sky, aku tidak terbiasa makan pedas, maaf," tolak Lily secara halus.


"Ohh begitu, baiklah tidak pa-pa, dan kakak tidak perlu meminta maaf."


Sky pun mulai memakan mangga muda itu, sementara Galaksi yang melihat istrinya itu sangat lahap memakan mangga muda yang menurutnya pasti asam, dapat dilihat dari daging buahnya yang masih berwarna putih, meski ada warna oranye sedikit.


"Mas kamu harus coba, ini sangat nikmat," ucap Sky pada suaminya itu, bahkan ia hendak menyuapi suaminya itu dengan potongan mangga muda.


"Tidak sayang, terima kasih. Sama seperti Lily, aku tidak terlalu suka pedas, dan kamu tau itu, kan?" tolaknya.


"Tapi hanya satu potong saja, aku mohon. Setidaknya demi calon anak kita," mohon nya dengan puppy eyes nya.


Dan hal itu berhasil membuat Galaksi tidak tega, ia pun memakan potongan buah yang disuapi oleh istrinya itu.


Dan saat ia mengunyah nya, rasa asam dan pedas dari sambal rujak memenuhi rongga mulutnya.


Bahkan, Galaksi pun sampai memejamkan matanya, lantaran tidak tahan dengan rasa asam dari mangga itu.


...***...


Dua Minggu kemudian.


Di sebuah bandara internasional Soekarno-Hatta, seorang wanita baru saja turun dari pesawat.


Wanita itu memiliki badan yang ideal, rambut pirang lurus, dan tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


Ia tengah menunggu seseorang untuk menjemput nya, namun orang yang ia tunggu malah tidak datang menjemputnya, hanya mengirimkan seseorang untuk menjemput nya.


Dengan menghela nafasnya, ia pun masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Mobil itu pun mulai meninggalkan bandara.


__ADS_2