
Keesokan harinya, kini Sky dan Galaksi tengah berada di jalan untuk pergi ke rumah sakit, lantaran hari ini adalah jadwal periksa kandungan.
Galaksi pun sengaja tidak berangkat ke kantor, dan memilih untuk menyetir sendiri, karena ia ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya itu.
Tak lama mobil yang dikendarai oleh Galaksi pun sampai di rumah sakit, keduanya turun dan langsung masuk kedalam gedung rumah sakit.
Pada saat di dalam, keduanya pun langsung masuk ke ruang dokter obgyn, lantaran mereka sudah mendaftar lebih dulu, sehingga tidak perlu menunggu dan mengantri.
"Selamat pagi dok," ucap keduanya.
"Pagi, silahkan duduk lebih dulu," ujar sang dokter.
Galaksi dan Sky pun duduk.
"Bagaimana nyonya, apa ada keluhan?" tanya dokter itu.
"Sejauh ini tidak dok, bahkan saya sudah tidak merasakan mual lagi," jawabnya.
"Wah benarkah, baiklah sebelum melakukan USG, ijinkan saya untuk memeriksa keadaan ibu dulu."
Sky pun melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, sebelum melakukan USG.
Setelah melakukan pemeriksaan, barulah Sky disuruh berbaring di atas hospital bed.
"Dok, berapa usia kandungan istri saya sekarang?" tanya Galaksi ketika dokter selesai melakukan USG pada Sky.
"Untuk usia kandungan istri anda saat ini sudah memasuki usia dua bulan, diharapkan untuk menjaga kondisi istri anda dengan baik, jangan sampai istri anda mengalami kelelahan, dan jangan sampai istri anda banyak pikiran, hal itu bisa berakibat fatal pada kandungan istri anda," jelas dokter.
"Apalagi ketika saat saya memeriksa tensi darah istri anda, istri anda mengalami kekurangan darah," jelas dokter lagi.
"Baik dok, saya akan menjaga istri saya dengan baik," ucap Galaksi.
"Saya akan berikan vitamin, obat tambah darah, sepertinya dalam beberapa hari ini anda sedang banyak pikiran, apa benar begitu nyonya?" tanya dokter, saat ini mereka telah duduk di kursi.
"Benar dok," jawab Sky.
Karena memang benar dalam satu Minggu ini dia memikirkan tentang suaminya itu, namun hari ini tak lagi, ia tak memikirkan masalah itu, lantaran suaminya sudah menjelaskan padanya.
"Saya harap anda tidak memikirkan apapun lagi, jika memang anda memiliki masalah, anda bisa cerita pada suami anda atau orang yang anda percayai, jangan sampai hal itu mengakibatkan anda menjadi setres."
"Baik dok."
"Ini resep obat yang harus kalian tebus, dan jangan lupa bulan depan anda harus kembali memeriksa kandungan."
"Baik dok, kalau begitu kami permisi."
"Silahkan."
Sky dan Galaksi pun keluar dari ruang dokter kandungan, mereka pun pergi ke tempat menebus obat.
__ADS_1
Mereka pun duduk di kursi, guna menunggu nama Sky di panggil.
"Itu ... Bukankah itu Galaksi, tapi siapa wanita yang duduk di sampingnya, apa jangan-jangan wanita itu adalah istrinya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Kurang ajar, jadi dia yang sudah berani-beraninya merebut Galaksi dariku," gumamnya dengan rahang yang mengeras.
"Aku harus mengikuti kemana perginya mereka." Orang itu, yang tak lain Monica pun mengikuti Galaksi dan Sky dari belakang.
Ya, Monica yang juga kala itu tengah mengambil obat, tak sengaja bertemu dengan Galaksi dan seorang wanita hamil, yang ia duga adalah istri dari mantan kekasihnya itu.
Dan pada saat, Monica melihat Galaksi pergi, ia pun buru-buru mengikutinya, dan untungnya dia sudah mengambil obatnya.
Dan disinilah dia, di jalan tengah mengikuti mobil milik mantan kekasihnya itu.
Ia melihat mobil mantan kekasihnya itu memasuki area cafe, dan melihat mereka berdua keluar dari mobil dan masuk kedalam cafe.
Tak ingin kehilangan jejak mereka, Monica pun langsung menyusul mereka kedalam.
Saat di dalam, Monica melihat Galaksi dan Sky sudah duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Ia pun memilih tempat duduk yang jaraknya cukup jauh, namun masih bisa mendengar percakapan mereka.
Monica pun memesan sebuah kopi untuk menemani dirinya mengintai mantan kekasihnya itu.
Cukup lama ia di sana, akhirnya ia melihat Galaksi dan Sky pergi dari sana.
Monica pun terus mengikuti kemana Galaksi pergi, sampai tiba, ia melihat mobil mantan kekasihnya itu masuk kedalam mansion yang sangat mewah dan megah.
"Sial!! Jadi dia memiliki mansion lain yang lebih mewah, dibandingkan dengan mansion yang dulu aku tempati. Dan menyembunyikan nya dariku! Sungguh aku tidak akan rela, jika wanita itu yang berhasil menguasai kekayaan mu, aku harus memisahkan kamu darinya. Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka wanita itupun tak bisa memiliki mu!!" gumamnya dengan mengepalkan kedua tangannya, seraya memukul setirnya.
Setelah melihat pemandangan yang membuat dadanya sakit, ia melihat bahwa Galaksi sangat menyayangi wanita hijab itu, apalagi ketika mantan kekasihnya itu membukakan pintu mobil lalu menggandeng wanita itu.
Sungguh, ia merindukan masa-masa itu, meski dulu, ialah yang lebih dulu menggandeng tangan Galaksi.
Setelah Monica melihat kedua pasang suami istri itu masuk kedalam mansion, ia pun pergi dari sana.
Sementara di dalam mansion, Galaksi dan Sky pun sudah sampai di dalam kamar mereka.
"Sayang kamu istirahat lah, aku mau ke ruang kerja ku dulu," ucapnya.
"Iya mas."
Sky pun menurut, ia pun istirahat sebentar, setelah membuka hijab nya.
Sementara Galaksi ia sudah pergi ke ruang kerjanya, di sana ia membuka laptopnya.
Dan mulai menghidupkan laptop nya.
Ia membuat cctv keamanan, yang sengaja ia pasang di setiap sudut jalan menuju mansion nya.
__ADS_1
"Jadi kamu yang membututi ku, dasar wanita rubah," ucapnya setelah melihat rekaman cctv yang ada di depan gerbang mansion nya.
Ya, Galaksi sudah curiga sedari ia keluar dari rumah sakit tadi, sampai saat di mansion ia melihat mobil yang cukup familiar di penglihatannya berhenti di depan gerbang mansion nya dengan jarak yang cukup jauh.
Ia pun sudah curiga dari awal, bahwa orang yang membututi nya dengan sang istri, tak lain adalah Monica, mantan kekasihnya.
Dan benar saja, saat ia melihat cctv, ia melihat mobil nya yang sudah ia berikan pada mantannya itu.
Galaksi pun menghela nafas, dan menutup kembali laptopnya.
Ia pun bersandar pada kursi kerjanya.
Mungkin Monica lupa siapa dia, seseorang yang pernah menjadi ketua mafia, tentu saja insting nya kuat, jika ada yang mengikuti.
Namun herannya, ia tak menyadari bahwa kala itu istrinya membututi dirinya, sehingga mengakibatkan istrinya itu bersikap dingin padanya.
Galaksi pun mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Tak lama handphone-nya berdering, tanda seseorang yang menghubunginya.
Ia pun mengangkat telepon itu, tanpa melihat siapa orang yang menghubunginya.
"Halo," ucapnya.
"Halo tuan," ucap seseorang yang dari sebrang yang tak lain ialah Mike.
"Iya ada apa Mike?"
"Tuan saya hanya ingin menanyakan, apakah anda melihat cctv hari ini? Pasalnya saya melihat ada sebuah mobil yang cukup familiar, yang mengikuti anda, dan saya rasa orang yang mengikuti anda adalah Monica. Lantaran, saya hapal betul mobil yang anda berikan padanya."
"Kamu tidak usah khawatir, aku sudah tau itu."
"Baguslah, jika anda sudah mengetahuinya, kalau begitu saya tutup telepon nya."
"Hm."
Sambungan telepon itu pun terputus, Galaksi pun menaruh handphone-nya ke atas meja.
Ya, Mike tau bahwa Monica mengikuti Galaksi sampai mansion, lantaran cctv itu langsung terhubung ke laptop milik nya.
Mike yang sering melihat cctv, guna mencari apakah ada yang mencurigakan atau tidak.
Lantaran hanya dia dan Galaksi yang tau dimana mereka meletakkan cctv di setiap jalan menuju mansion.
...***...
Jangan lupa like, komen, vote, gift, serta ulasan bintang limaππ
Terima kasih π€
__ADS_1
Happy reading.