Suami Misterius

Suami Misterius
Ngidam.


__ADS_3

Keesokan paginya, kini Galaksi tengah di buat repot oleh keinginan dari bumil itu.


Bagaimana tidak, pagi-pagi istrinya itu sudah ingin memakan mangga muda dan juga sambal rujak.


Jika tidak, maka Sky tidak mau makan nasi sampai dia makan muda lebih dulu.


Galaksi pun mau tak mau, menuruti keinginan dari istrinya itu.


Tapi yang membuat Galaksi prustasi ialah, istrinya itu ngidam ingin dirinya mengambilkan mangga muda sendiri, dari pohonnya langsung.


Dan disinilah ia sekarang, tengah menusuri jalan bersama dengan Mike yang mengendarai mobil miliknya.


Beruntungnya hari ini adalah hari weekend, sehingga ia tidak perlu repot-repot ke perusahaan nantinya.


Galaksi dan Mike pun terus melihat ke sekeliling komplek perumahan mansion milik Galaksi yang satunya, lantaran di tempat tinggal ia bersama Sky cukup jauh dari hiruk pikuk manusia.


Jadi dirinya, mencari pohon mangga di komplek perumahan mansion yang satunya lagi.


Cukup lama mereka menyusuri jalanan, dan rumah-rumah, namun mereka masih belum juga menemukan, hingga mereka memutuskan untuk mencari di permukiman warga tinggal di gang-gang.


Mereka pun turun dari mobil, setelah Mike memarkirkan mobilnya di tempat yang diperbolehkan parkir.


Galaksi dan Mike pun mulai memasuki permukiman warga, ini kali pertama mereka masuk ke permukiman warga.


Kedatangan mereka pun membuat para warga heboh, meski keduanya memakai pakaian biasa, namun hal itu tidak membuat ketampanan mereka memudar, ditambah lagi kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung mereka, apalagi para ibu-ibu yang tengah bergosip ria.


"Astaga Bu, ibu, ada dua bule nyasar!" teriak salah satu ibu, yang mempunyai mulut cerewet itu.


"Hayu bu, ibu, kita samperin. Kita tanya ada apa mereka datang ke sini, siapa tau salah satunya menjadi mantu kita," timpal ibu yang lainnya.


"Iya hayu atuh." Ibu-ibu itu pun langsung menghampiri Galaksi dan juga Mike.


"Permisi, maaf sebelumnya. Mr, Mr, ini mau pada kemana ya?" tanya salah satu ibu-ibu itu.


"Kami sedang mencari mangga muda, apa ibu-ibu tau siapa yang mempunyai pohon mangga?" jawab Mike, sekaligus bertanya, sementara Galaksi ia hanya diam saja, biarlah asistennya itu yang menjadi jubir nya.


"Pohon mangga," beo ibu tadi.


"Iya Bu, apa ibu tau siapa yang mempunyai pohon mangga?"


"Memangnya untuk apa?" tanya salah satu ibu-ibu yang lain.


"Begini, istri dari tuan saya ini, sedang hamil, dan dia sedang menginginkan mangga muda, jadi sebab itu saya dan tuan saya ini tengah mencari pohon mangga muda," jawab Mike.

__ADS_1


"Jadi, Mr ini sudah memiliki istri?" tanya ibu-ibu yang cerewet tadi, seraya menunjuk ke arah Galaksi yang sedari tadi diam saja.


"Benar Bu," jawab Mike.


"Yah, gagal dong jadi calon mantuku," ucap ibu tadi.


Sementara Mike ia hanya diam, tak lagi mengeluarkan kata-kata.


"Apa ibu-ibu tau siapa yang mempunyai pohon mangga?" tanya Mike lagi.


"Tau, tapi yang punya nya galak," jawab ibu-ibu yang tadi bertanya mereka.


"Benarkah, bisa ibu antar kan kami ke sana?"


"Boleh, ayo."


"Permisi Bu," ucap Mike.


Mike dan Galaksi pun mengikuti ibu-ibu tadi yang akan mengantarkan mereka ke tempat orang yang mempunyai pohon mangga.


Tak lama mereka pun sampai di rumah yang cukup sederhana.


"Assalamu'alaikum, mang Ujang," ucap ibu yang mengantarkan Galaksi dan Mike tadi.


Sementara perut buncitnya dibiarkan terlihat, pria itu pun membawa kipas yang terbuat dari anyaman bambu, tak lupa kumis yang cukup tebal itu.


"Ada apa ini?" tanya pria tadi.


"Begini, Mr ini lagi mencari mangga muda untuk istrinya yang lagi ngidam, kebetulan mang Ujang kan punya pohon mangga nya, ga jadi saya ajak mereka ke sini," jawab ibu tadi.


"Saya tidak menjual mangga muda, silahkan cari saja di tempat lain, atau di penjual buah-buahan," ucap pria tadi.


"Maaf pak, tapi istri tuan saya ini menginginkan mangga muda yang langsung dari pohonnya, dan ia juga meminta tuan saya selaku suaminya untuk memetik langsung," ujar Mike.


"Sudah saya katakan, saya tidak akan menjual mangga saya."


Galaksi yang sedari diam dan hanya mendengarkan penolakan dari pria itu, lama kelamaan mulai geram, ia hendak maju ke arah pria itu pun di cegah oleh Mike.


"Jangan tuan," bisik Mike.


"Tapi dia selalu saja menolak permintaan kita, padahal kita memintanya baik-baik dan ingin membelinya," geramnya.


"Saya tau tuan, tapi apa anda ingat pesan nyonya Sky sebelum kita berangkat?" tanya Mike mengingatkan.

__ADS_1


Ya, tadi Sky mengatakan bahwa suaminya itu tidak boleh menggunakan emosi ketika meminta mangga muda dari orang.


Mendengar hal itu membuat Galaksi menghela nafas.


"Katakan berapa yang anda inginkan?" tanya Galaksi dengan nada dingin.


"Saya bilang ... "


"Dua puluh juta, untuk empat buah mangga muda," potongnya, sebelum pria itu melanjutkan perkataannya.


Mendengar hal itu membuat pria dan ibu yang mengantar mereka tadi menganga, lantaran mereka tak mengira dengan tawaran yang diberikan oleh Galaksi.


"Lima puluh juta, untuk lima buah mangga," ujar Galaksi, lantaran pria itu masih saja diam.


Dan semakin terkejut lah pria itu.


"Apa kamu berkata benar, kamu sedang tidak membohongi saya, bukan?" tanya pria itu dengan selidiki.


"Apakah saya terlihat berbohong?"


"Tidak, baiklah deal. Lima puluh juta untuk lima buah mangga," ujar pria itu seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun Galaksi hanya diam saja tanpa membalas jabatan tangan dari pria itu.


Bukan merasa kotor atau apa, namun Galaksi sudah terlanjur geram, lantaran pria tadi selalu berkata "tidak ingin menjual mangga nya."


Mendapatkan penolakan dari Galaksi, pria itu pun menurunkan kembali tangannya.


"Cepat katakan berapa nomor rekening anda?" tanyanya.


"Sebentar, saya ambil dulu, maklum sudah tua, jadi saya lupa," jawabnya, seraya masuk kembali kedalam rumahnya.


"Mike, sebaiknya kamu cepat naik ke atas pohon, dan ambil segera," pinta Galaksi pada asistennya itu.


"Tapi bukankah anda yang disuruh untuk mengambil nya langsung dari atas pohon, oleh nyonya Sky, tuan."


"Kamu membantah perintah ku? Lagi pula Sky tidak ada disini, jadi dia tidak melihatnya," ujarnya.


Mau tak mau Mike pun menurut, ia pun hendak naik ke atas pohon mangga, namun baru saja salah satu kaki nya naik ke dahan pohon mangga, tiba-tiba handphone-nya berdering.


Ia pun mengurungkan niatnya dulu, dan mulai mengangkat telepon, yang ternyata dari Sky, istri dari tuannya itu.


"Iya halo nyonya Sky ada apa?" tanyanya seraya melihat wajah Sky yang memenuhi layar handphone-nya.


Ya, Sky menghubungi nya lewat sambungan video call.

__ADS_1


__ADS_2