Suami Misterius

Suami Misterius
Kabar Bahagia.


__ADS_3

Keesokan harinya, Sky yang berniat mengantarkan pamannya itu ke bandara, dilarang oleh sang paman.


"Sweetheart, kamu tidak perlu mengantar paman mu ini ke bandara," ucap Steven.


"Tapi kenapa?"


"Paman gak mau nanti kamu kecapean," jawabnya.


"Yang dikatakan paman mu itu benar sayang, nanti kamu kecapean bagaimana?"


"Huh, baiklah."


"Yasudah, paman berangkat dulu ya, dah calon baby," ujar Steven seraya mengelus pelan perut datar Sky.


"Bye sweetheart." Steven pun mencium kening keponakannya itu.


"Hati-hati, semoga paman selamat sampai tujuan, dan jangan lupa kabari aku."


"Pasti."


Steven pun masuk kedalam mobilnya, perlahan mobil itu pun pergi meninggalkan mansion Galaksi.


"Sayang, kamu mau ikut aku ke kantor, apa di mansion saja?" tanya Galaksi.


"Memangnya boleh aku ikut?"


"Tentu saja boleh, kapanpun kamu boleh ke kantor aku, meski kamu tidak lagi menjadi sekretaris aku, kamu tetap boleh datang," jawab Galaksi.


Ya, Galaksi menyuruh Sky untuk berhenti bekerja, lantaran Galaksi takut Sky akan kecapean dan nantinya terjadi sesuatu terhadap calon anak mereka, dan Sky pun mau tak mau mengikuti perintah dari suaminya.


"Yasudah kalau gitu, aku ganti baju dulu ya."


"Iya, aku tunggu disini ya."


Sky pun kembali masuk kedalam mansion, guna mengganti pakaiannya dengan pakaian yang layak.


Lantaran tadi Sky masih menggunakan baju tidur.


Tak lama, Sky pun kembali dengan pakaiannya.


"Sudah," ucap Galaksi, dan diangguki oleh Sky.


Mereka pun langsung naik kedalam mobil.


Cukup lama, akhirnya mereka pun sampai di perusahaan Galaksi company.


Ketiganya pun turun dan langsung masuk kedalam, pada saat di dalam, semua orang menyapa mereka.


Sky pun membalas sapaan mereka, jika Sky membalas sapaan karyawan mereka, maka beda lagi dengan dua pria yang bersamanya.


Hanya membalas dengan muka datar, meski mereka berdua sedikit menganggukkan kepala mereka.


"Kalian itu kenapa sih, gak pernah balas sapaan mereka, setidaknya balas lah sapaan mereka walau hanya dengan satu kata," ucap Sky pada kedua pria itu, kini mereka telah berada di dalam ruangan Galaksi.


"Sudahlah sayang, sebaiknya kamu duduk oke," ujar Galaksi, lantaran ia mengerti istrinya itu.


Sky pun menggurutu kesal, ia pun menghentakkan kakinya menuju sofa yang ada di sana.


"Sayang! Ingat kamu sedang hamil," ucap Galaksi mengingatkan.


Dan Sky pun tak mengindahkan ucap suaminya itu.


Lantaran bosan hanya duduk di sofa saja, Sky pun meminta ijin pada suaminya itu untuk pergi ke cafe milik temannya itu, Andin.


"Mas, aku ijin ke cafe milik Andin ya," ucap Sky pada suaminya itu.

__ADS_1


Galaksi yang tengah bekerja itu pun menghentikan pekerjaannya lebih dulu, ia menoleh ke arah istrinya yang tengah duduk di sofa.


"Maaf ya, kamu pasti bosan menunggu," ujarnya.


"Tidak apa, jadi boleh apa tidak?" tanya Sky.


"Yasudah, tapi kamu diantar Mike ya."


"Jangan, pasti asisten Mike sedang sibuk," cegah Sky, yang melihat suaminya itu hendak memanggil Mike.


"Biar aku hubungi kak Lily saja, biar dia yang mengantar aku," ucapnya.


"Yasudah."


Lantas Sky pun segera menghubungi Lily untuk mengantar nya ke cafe milik Andin.


Cukup lama Sky menunggu, akhirnya Lily sampai.


Sky pun langsung turun ke bawah, lantaran ia memerintahkan agar Lily tidak usah naik, biar dia saja yang turun ke bawah.


"Mas kalau gitu aku berangkat dulu, ya. Assalamu'alaikum," ucap Sky seraya mencium punggung tangan suaminya.


"Wa'alaikumusalam, jika ada apa-apa hubungi aku."


"Iya."


Sepeninggalan istrinya itu, Galaksi pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Ayo kak, kita langsung berangkat saja," ucap Sky ketika ia sudah duduk di samping kemudi.


"Baik." Lily pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan area kantor, dan pergi menuju cafe teman Sky.


Tak lama, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Lily pun sampai di cafe.


"Baik."


Mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk kedalam cafe.


Saat di dalam, mereka di antar kan oleh salah satu pelayan yang bekerja di sana ke ruang pribadi Andin.


Lantaran Sky pertama kali pergi ke cafe milik temannya itu, ditambah ia tak mengabari pada temannya itu.


Tok, tok, tok.


"Masuk," ucap Andin dari dalam.


"Permisi mbak Andin, ada yang ingin bertemu dengan mbak, katanya dia teman mbak," ucap pelayan tadi yang umurnya dua tahun lebih muda dari Andin.


"Siapa?" tanyanya.


"Assalamu'alaikum," ucap Sky, seraya masuk kedalam.


"Wa'alaikumusalam, Sky! Kok gak bilang mau ke sini sih."


"Kan suprise."


"Bisa aja, kamu apa kabar, udah lama gak ketemu," ucap Andin.


Mereka berdua pun saling berpelukan dan cepika-cepiki.


"Biasa, calon ibu, jadinya aku gak terlalu aktif seperti dulu," ujarnya.


"Maksudnya kamu hamil?" tanya Andin dan diangguki oleh Sky.


Ya, Sky masih belum memberitahu kedua temannya itu, bahwasanya ia tengah mengandung.

__ADS_1


"Ya Allah, kenapa kamu baru ngasih tau kabar bahagia ini sekarang," ucapnya.


"Tapi gak pa-pa, btw selamat ya, sebentar lagi bakal jadi calon ibu," ucap Andin lagi.


"Makasih ya."


"Eh ada kak Lily juga, maaf ya, karena terlalu asik sama Sky, jadi nggak ngeh ada kakak," ujar Andin pada Lily.


"Gak pa-pa."


"Ayo duduk."


Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Nov, tolong bawain cemilan sama minuman ke sini ya," pinta Andin pada pelayan tadi, yang bernama Nova.


"Iya mbak, kalau begitu saya permisi."


"Iya."


Nova pun pergi dari ruangan itu.


"Oh ya, aku juga punya kabar bahagia loh," ujar Andin ketika mereka sudah duduk di sofa.


"Oh ya, apa tuh?" tanya Sky penasaran.


"In syaa Allah sebentar lagi aku akan menikah," jawabnya.


"Benarkah?"


"He'em, ini undangan nya," jawabnya seraya memberikan surat undangan yang ada di laci meja kerjanya, pada Sky.


"Wah, siapa kah gerangan pria yang berhasil mencuri hatimu?" ledek Sky.


"Kamu juga tau siapa pria itu, coba lihat saja surat undangan itu."


Sky pun membuka surat undangan itu dan membacanya, betapa terkejutnya ia saat membaca nama mempelai pria nya.


"Agam Maulana hafiz," lirihnya.


"Jadi kamu akan menikah dengan kak Agam?" tanya Sky memastikan.


"Iya," jawabnya seraya menganggukkan kepalanya.


"Astaga kok bisa? Maaf, maksud ku kapan kalian saling kenal?" tanyanya, tapi ia turut bahagia mendengar kabar pernikahan temannya itu dengan kakak kelasnya.


Ya, Sky sudah tidak lagi menaruh hati pada pria yang bernama Agam itu, dirinya sudah menghapus nama Agam dari hatinya dan menggantikan dengan nama suaminya.


Yaps, Sky sudah mencintai Galaksi, sang suami begitupun dengan Galaksi yang sudah mencintai dirinya.


"Awal bertemu pas di acara resepsi pernikahan mu, di situ aku hampir menabraknya. Jadi lama kelamaan kita mulai dekat, aku juga gak terlalu ingat kapan kita mulai dekatnya. Tapi yang pasti kami langsung memutuskan untuk menikah," jelas Andin.


"Wah sekali lagi selamat ya, berarti Minggu depan kamu sudah menjadi istri orang dong," ledek Sky.


"Ya begitulah."


Mereka pun tertawa bersama, sampai akhirnya Nova kembali mengantarkan cemilan dan minuman yang diminta oleh Andin.


Ketiganya pun mulai berbincang, seraya memakan cemilan yang di bawakan Nova tadi.


...***...


Jangan lupa like, komen, vote, beri ulasan bintang lima, serta beri hadiah jika ada🙏🤗


Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2