Suami Misterius

Suami Misterius
Rencana Penculikan.


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu cepat, waktu berganti hari, hari berganti Minggu, dan Minggu berganti bulan.


Tak terasa saat ini usia kandungan Sky menginjak sembilan bulan, dan dalam beberapa Minggu kedepannya, baik Sky maupun Galaksi akan bertemu dengan buah hati mereka.


Yang mana sampai saat ini mereka belum mengetahui jenis kelamin anaknya, lantaran mereka memang sengaja untuk merahasiakannya.


Kebahagiaan bukan hanya dirasakan oleh Galaksi dan Sky saja, tapi di rasakan juga oleh kedua teman Sky, yakni Riri dan Andin.


Jika kandungan Andin saat ini sudah berusia lima bulan, maka lain lagi dengan Riri, yang saat ini tengah mengandung dan usia kandungannya saat ini masih beberapa Minggu.


Dan yang membedakan Riri dan kedua temannya itu adalah, jika Andin dan Sky hanya mengalami mual di pagi hari, maka lain lagi dengan Riri, ia terus saja mengalami mual jika mencium beberapa hal.


Bahkan nafsu makannya saja berkurang, Riri tidak bisa makan nasi, jika ia memakan nasi maka ia akan memuntahkannya kembali.


Dan lebih parahnya ialah, Riri bahkan pernah di bawa ke rumah sakit.


Sungguh hal itu membuat Mike khawatir dengan kondisi istrinya itu, bahkan Mike pun jarang pergi ke kantor, ia selalu membawa pekerjaan nya ke mansion.


Beruntung Galaksi mengerti keadaan dirinya.

__ADS_1


Namun sepertinya kebahagiaan mereka akan di usik, lantaran Arthur sudah membuat rencana untuk membalaskan dendam nya pada Galaksi.


Dan disinilah, di markas milik Arthur, kini Arthur dan Monica, serta kaki tangannya tengah melakukan diskusi untuk mengeksekusi rencana yang nantinya akan menghancurkan seorang Galaksi Leonard.


"Bagaimana Gio, apa kamu sudah menyiapkan semuanya?" tanya Arthur.


"Semuanya sudah di siapkan, tuan," jawabnya.


"Bagus, segera beritahu semua, jika istri Galaksi itu sedang sendiri atau tidak ada banyak yang menjaganya, maka segera culik dia."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


"Hm."


"Oh ya, baby. Apa kamu yakin, kamu mengetahui dimana mansion tempat tinggal Galaksi dan istrinya itu?" tanyanya.


"Tentu saja aku tau dimana tempat mereka tinggal, dan aku sangat yakin. Lantaran, pada saat itu aku pernah membututi Galaksi dan juga istrinya itu," jawab Monica.


"Tapi aku rasa di setiap jalan menuju mansion nya terdapat keamanan, entah itu cctv atau bisa jadi dia menyuruh anak buahnya untuk berjaga-jaga, karena aku tau siapa Galaksi itu," ujar Arthur.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana caranya menculik wanita itu, jika di seluruh jalan menuju mansion Galaksi terpasang cctv?" tanya Monica.


"Kau tenang saja baby, aku dan Gio sudah membahasnya, jadi kamu tidak perlu khawatir, kamu hanya tinggal tunggu kehancuran dari mereka," jawab Arthur.


"Baiklah, lebih baik kita bersenang-senang, honey, bagaimana?" bisik Monica di telinga Arthur, saat ini ia tengah duduk diatas pangkuan pria itu.


"As wish you, baby," bisik Arthur, ia pun langsung mencium bibir Monica, dan mengangkatnya ke atas meja kerjanya, setelah semua barang yang ada di atasnya sudah di pindahkan.


...***...


Disisi lain, Sky dan Galaksi kini berada di supermarket, lantaran Sky ingin berbelanja bulanan ditemani oleh suaminya itu.


Galaksi pun dengan senang hati menuruti keinginan istrinya itu.


Dan disinilah mereka, di sebuah supermarket, dengan Galaksi yang mendorong troli belanjaan, dan Sky berjalan di depannya.


"Sayang, jangan lupa beli daging sapi nya ya," ucap Galaksi mengingatkan, lantaran ia takut lupa.


"Iya mas," ujar Sky.

__ADS_1


Meraka pun terus pergi ke bagian ini dan bagian itu, setelah semuanya selesai dan telah membayar belanjaan, mereka pun memutuskan untuk pulang ke mansion.


Lebih tepatnya Galaksi lah, yang buru-buru untuk pulang ke mansion, lantaran ia khawatir istrinya itu kelelahan, apalagi usia kandungan istrinya itu sudah menginjak sembilan bulan.


__ADS_2