
Satu Minggu kemudian.
Sudah satu Minggu saat kejadian Galaksi memutuskan hubungannya dengan Monica.
Dan satu Minggu pula, tingkah Sky membuat Galaksi bertanya-tanya.
Lantaran istrinya itu, bersikap dingin padanya, bahkan jika ia mengajak istrinya itu bicara maka Sky akan menjawabnya dengan singkat.
Namun meski begitu, Sky tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, ia selalu menyiapkan pakaian suaminya.
Malam ini mereka tengah berada di dalam kamar, Sky yang tengah berdiri di balkon seraya menatap langit malam, yang malam ini di penuhi bintang-bintang, dan juga cahaya rembulan.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memeluk perut buncitnya dari belakang, siapa lagi kalau bukan Galaksi, sang suami.
"Sayang," panggil Galaksi di telinga sang istri.
"Hm," ucap Sky dengan deheman.
Mendengar hal itu, membuat Galaksi menghela nafasnya, kemudian ia pun membalikkan badan istrinya itu menghadap ke arahnya.
"Ada apa? Apa ada masalah?" tanyanya, seraya merapikan rambut istrinya yang menutupi wajahnya, lantaran terkena angin.
Ya, malam ini, Sky hanya memakai baju tidur dengan tali sepageti, dengan panjang selutut, tak lupa jubah tidurnya.
Dan rambutnya dibiarkan terurai, dan hal itu membuat Sky tambah cantik, ditambah sinar rembulan yang bersinar malam itu.
"Tidak ada," jawabnya.
"Kamu berbohong, aku tau kamu tengah menyembunyikan sesuatu, katakan padaku, apa yang kamu sembunyikan? Jika ada masalah bicaralah," ucapnya sekaligus bertanya.
"Aku tidak menyembunyikan sesuatu, mungkin mas yang tengah menyembunyikan sesuatu," ucap Sky.
"Apa maksud mu, aku menyembunyikan sesuatu, mana mungkin aku menyembunyikan sesuatu dari mu," ujarnya.
"Benarkah? Coba mas ingat-ingat, siapa tau mas lupa tengah menyembunyikan sesuatu."
Setelah itu Sky pun pergi dari sana, sejujurnya Sky tak ingin bersikap seperti itu pada suaminya, namun rasa sakit yang di rasakan di dadanya membuat Sky bersikap dingin pada suaminya.
Galaksi pun kembali menghela nafasnya, kemudian ia pun masuk kedalam.
Saat berada di dalam kamar, ia melihat istrinya itu sudah tidur dengan posisi miring.
Galaksi pun memilih untuk keluar dari kamarnya.
Saat ia berada di bawah, ia pun bertemu dengan Lily, ia pun memanggil Lily guna menanyakan ada apa dengan istrinya itu.
__ADS_1
Siapa tau, Lily tau apa yang tengah disembunyikan oleh istrinya itu, apalagi Lily dan istrinya itu sangat dekat.
"Lily," panggilnya.
"Iya tuan."
"Ikut aku, aku ingin berbicara berdua dengan mu," ucapnya, Lily pun mengikuti kemana Galaksi pergi.
Dan disinilah mereka berada, di taman belakang, mereka berdua duduk di kursi yang letaknya dekat dengan kolam renang.
"Ada apa tuan?" tanya Lily.
"Duduklah." Galaksi pun menyuruh Lily untuk duduk, dan Lily pun menurut.
"Apa kamu tau, apa yang tengah disembunyikan oleh istriku?"
"Aku tidak tau, tuan."
"Benarkah? Tidak mungkin Sky tidak bercerita suatu hal padamu, bukankah kalian dekat?"
"Benar tuan, saya tidak tau. Nyonya tidak cerita apapun pada saya."
"Lalu kenapa sikapnya aneh," lirihnya.
"Cepat katakan, apa itu," potong Galaksi.
"Tuan, seminggu lalu, pada saat saya mengatakan bahwa nyonya meminta ijin untuk pergi ke mini market ... "
"Iya aku tau itu, dia pun meminta ijin padaku," potongnya lagi.
"Sepulangnya, nyonya hanya diam, sepertinya nyonya tengah melamun malam itu, buktinya dia tidak menjawab panggilan saya, ketika saya memanggilnya, ditambah lagi mata nyonya terlihat sembab, seperti orang sehabis menangis."
"Dengan siapa dia pergi, dan kenapa orang-orang yang saya tugaskan tidak memberitahukan pada saya."
"Untuk orang-orang suruhan anda, saya tidak tau tuan. Mungkin saja, karena nyonya perginya hanya ke minimarket dan tidak lama, jadi sebab itu mereka tidak mengikuti kemana nyonya pergi. Dan pak Agus yang mengantarkan nyonya malam itu."
"Pak Agus," gumam Galaksi, ia pun langsung pergi menemui pak Agus.
Sementara Lily ia pun kembali masuk kedalam.
Sementara Galaksi, kini ia sudah berada di pos satpam, lantaran di sana pak Agus sedang berkumpul dengan pekerja lainnya.
"Pak Agus, bisa ikut saya sebentar," ucapnya.
"Baik tuan."
__ADS_1
Dan disinilah mereka di ruang kerja Galaksi.
"Ada apa tuan? Apa saya telah melakukan kesalahan?" tanya pak Agus.
"Tidak, bapak tidak salah apa-apa. Saya hanya ingin menanyakan tentang istri saya, apa bapak tau kenapa dengan istri saya waktu bapak antar ke minimarket, apa ada seseorang yang membuatnya sedih atau terluka? Karena menurut pengakuan Lily, saat istri saya pulang dari minimarket, dia terlihat tengah melamun dan matanya sembab seperti tengah menangis," ucapnya sekaligus bertanya.
Deg.
Pak Agus pun menjadi gemetaran, apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia berkata jujur pada Galaksi, ataukah ia harus berbohong? Sungguh membuat pak Agus bimbang.
"Pak, kenapa bapak diam saja, cepat jawab pertanyaan saya!"
"M- maaf tuan."
"Cepat katakan apa yang sebenarnya yang istri saya sembunyikan, jawab dengan jujur, jika tidak maka jangan salahkan saya, saya akan memecat anda, dan saya pastikan anda tidak akan mendapatkan pekerjaan dimana pun," ancamannya.
Sebenarnya ia tak ingin mengancam pak Agus, namun Galaksi tak bisa berbuat apa-apa demi mendapatkan jawaban yang selama ini ia tanyakan pada dirinya sendiri.
Lantaran ia curiga, bahwasanya istrinya itu mengetahui kebohongan yang selama ini ia simpan.
Mendengar ancaman dari tuannya, membuat pak Agus tidak mempunyai pilihan lain, ia pun memilih memberitahukan kejadian seminggu lalu, saat Sky memergoki Galaksi tengah berada di mansion dengan seorang wanita.
"Saya mohon jangan pecat saya tuan," ucap pak Agus seraya bersimpuh di kaki Galaksi.
"Berdirilah, jangan lakukan ini." Galaksi pun menyuruh pak Agus untuk berdiri, ia tak ingin pak Agus bersimpuh di kakinya.
Pak Agus pun berdiri, dan ia pun mulai menjelaskan pada Galaksi.
"Begini, waktu itu, saya mengantarkan nyonya untuk pergi ke minimarket. Namun, pada saat di lampu merah, nyonya melihat mobil anda, dan nyonya pun memerintahkan saya untuk mobil anda ... Singkat cerita, nyonya melihat anda berada di sebuah mansion, dan yang membuat nyonya bersedih ialah, ketika melihat anda dipeluk oleh ... "
"Jadi dia ... "
Tanpa menunggu dan tanpa melanjutkan perkataannya, Galaksi pun langsung keluar dari ruang kerjanya, ia pun langsung pergi ke kamarnya.
Sementara itu, pak Agus pun bingung dengan respon tuannya, ia pun keluar dari ruang kerja tuannya itu.
Saat sudah berada di kamarnya, ia pun langsung menghampiri istrinya yang tengah tidur.
Dipeluknya dari belakang.
"Sayang maaf ... Maafkan aku, bukan maksud ku menyembunyikan ini darimu, maaf," bisik nya.
Ia pun menenggelamkan wajahnya di leher istrinya.
Sky yang tengah tidur itu pun terusik, ia pun terbangun, dan melihat suaminya yang seperti tengah menangis, dapat dilihat dari kedua pipinya yang basah.
__ADS_1