
Brakkkk.
Galaksi pun langsung menendang pintu itu dengan kuat, setelah ia dan anak buahnya berhasil melumpuhkan para preman yang di bayar oleh Adi untuk menjaga villa itu.
Sungguh saat ini wajah Galaksi sangat menyeramkan, seakan-akan dirinya ingin melahap hidup-hidup pria yang menculik istrinya itu.
Apalagi saat ia membuka pintu itu, ia melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih.
Bagaimana tidak ia melihat istrinya itu diperlakukan yang tidak baik, kedua tangan dan kakinya di ikat di samping ranjang, ia bisa melihat air mata yang terus mengalir di kedua pipi mulus istrinya itu.
Sementara pria brengsek itu kini tengah berada di atas tubuh istrinya, beruntungnya pria itu masih berpakaian lengkap, itu artinya pria bajingan itu belum menyentuh istrinya itu.
Sungguh jika itu terjadi, maka ia sendiri akan menghabisinya.
"Kurang ajar kau sialan!!!" teriaknya.
Galaksi pun langsung melangkah menuju pria itu, dan pada saat sudah berada di hadapannya, ia pun langsung menonjok pipi pria itu dan menjauhkan tubuh pria itu dari atas tubuh istrinya.
"Sialan!!! M**i kau baj**an!!"
Bugh, bugh, bugh.
Ia pun terus menghajar Adi, Adi yang kala itu tidak siap, dan mencoba melawan namun sia-sia saja, lantaran tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Galaksi.
Sementara itu, Lily pun membantu Sky untuk membuka ikatan yang mengikat kaki dan tangannya.
"Sky kamu tidak di apa-apain kan sama pria itu?" tanya Lily penuh khawatir.
Pada saat ia mendengar perkataan antara tuannya dan Mike, saat itu ia menjadi khawatir, dan ia meminta pada Galaksi untuk ikut menyelamatkan Sky.
"Kak," ucap Sky, dan ia pun mulai memeluk Lily itu dan mengeluarkan air matanya.
"Katakanlah padaku, apa dia menyentuhmu?" tanya Lily lagi, dan Sky pun menjawab dengan gelengan.
Lily pun menenangkan Sky yang menangis, sementara itu Mike, ia juga tengah menenangkan Galaksi agar berhenti memukuli Adi.
"Tuan hentikan anda bisa membunuhnya," ucap Mike seraya menghalangi Galaksi agar tidak lagi memukul Adi yang sudah terkapar tak berdaya di sana, bahkan dirinya sudah pingsan tak sadarkan diri.
"Lepaskan aku Mike, aku memang ingin membunuhnya!!" ucapnya dengan berapi-api, lantaran ia masih sangat marah mengingat perlakuan pria itu terhadap istrinya.
"Tapi tuan dia sudah tak sadarkan diri."
"Persetan dengan itu, aku tatap akan mengajarnya, berani-beraninya dia ingin menyentuh istriku!! Lepaskan aku!" Galaksi pun terus memberontak, hingga ia pun terlepas, setelah itu ia pun ingin menghajar kembali Adi yang sudah terkapar itu, namun baru saja ia melangkah ada seseorang yang memegang tangannya.
"Aku mohon mas jangan, sudah cukup kamu buat dia babak belur, aku tidak mau nantinya suamiku membunuh seseorang," ucap Sky mengehentikan apa yang ingin dilakukan oleh suaminya itu.
"Tapi dia sudah ... "
"Biarkan pihak yang berwajib menghukumnya, mas tidak perlu lagi mengotori tangan mas, aku mohon," mohon nya.
Melihat istrinya itu tengah memohon, ia pun menurunkan amarahnya, dan ia pun menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Baiklah."
"Mike bawa pria ini ke markas terlebih dahulu, sebelum dibawa ke kantor polisi," ucapnya pada asistennya itu.
"Baik tuan."
"Bawa dia," perintahnya pada salah satu anak buahnya.
Dan mereka pun membawa Adi.
"Apa kamu tidak pa-pa? Maafkan aku, aku telah lalai menjaga mu," ucap Galaksi sekaligus bertanya, ia pun memeluk istrinya itu seraya mencium pucuk kepala istrinya itu yang tertutup hijab itu.
"Tak apa, yang penting kamu sudah ada disini," lirih Sky.
"Mari kita pulang ke mansion," ajak Galaksi.
Mereka semua pun pergi dari sana dan kembali ke mansion.
__ADS_1
Sementara anak buah Galaksi, mereka lebih dulu mengurus orang-orang yang telah menculik istri dari bos nya.
Di perjalanan, kini Sky tengah tertidur dengan bersandar pada bahu suaminya.
Namun ia tak bisa tidur, lantaran terus terbayang dengan kejadian tadi, sehingga membuat dirinya mengigau.
"Tidak, jangan, kumohon jangan menyentuhku."
"Sky bangun, kamu kenapa, Sky." Galaksi pun terus membangunkan istrinya itu, dengan menggoyangkan bahu istrinya.
"Tidak!!" Sky pun terbangun dengan napas terengah-engah, dan juga keringat yang membahasi keningnya.
"Kamu kenapa? Apa yang kamu mimpikan?" tanya Galaksi seraya menyeka keringat di kening istrinya itu.
"Tidak, sepertinya aku terbayang kejadian tadi, sehingga terbawa mimpi," jawabnya.
"Tuan, sebaiknya kita bawa nyonya ke rumah sakit, saya takut mental nya terguncang," ujar Mike, sekaligus memberi saran, setelah Sky kembali tertidur.
"Benar tuan, saya juga sependapat dengan tuan Mike," sahut Lily.
"Baiklah."
Mendapatkan persetujuan dari tuannya itu, Mike pun langsung membawa mobil itu menuju rumah sakit.
Cukup lama mereka di perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Mike pun sampai di rumah sakit kota.
"Sus!!" teriak Galaksi seraya menggendong Sky ala bridal style.
"Tuan, mohon tenang, kita sedang berada di rumah sakit." Mike pun mengingatkan tuannya itu.
Sementara Galaksi ia hanya diam saja.
Tak lama perawat pun datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini, tuan?" tanyanya, ia pun menunduk hormat setelah melihat siapa orang yang berteriak tadi.
"Baiklah, kalau begitu saya akan periksa lebih dahulu, bawa nyonya ini ke ruang VIP," ucap dokter itu pada perawat.
Galaksi pun langsung merebahkan tubuh istrinya itu ke hospital bad.
Pada saat ia merebahkan tubuh istrinya itu ke hospital bad, Sky pun terbangun.
"Ada apa? Dan ada dimana kita? Bukankah ini rumah sakit?" tanyanya.
"Husst, sebaiknya kamu kembali tidur," ucapnya.
"Tapi jawab dulu, kenapa aku di bawa ke rumah sakit?"
"Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak apa-apa, sebaiknya kamu tidur kembali ya," jawabnya.
"Tidak mau, jika aku tidur, pasti selalu bermimpi kejadian tadi."
"Kamu tidak perlu khawatir ada aku, hm."
"Baik, tapi aku tidak mau naik ini, aku mau jalan saja."
"Tapi ... "
"Tidak ada bantahan."
Sky pun turun dari hospital bad, kemudian ia pun berjalan menuju ruang rawat inap VIP.
Saat berada di ruang rawat VIP, Sky pun langsung diperiksa terlebih dahulu oleh dokter, takutnya ada memar.
Namun saat di periksa, keadaan fisik Sky baik-baik saja, hanya ada bekas tamparan dari pria tadi saja lah, dan itu pun sudah di berikan salep oleh dokter.
Dan untuk masalah mental, rencananya besok ia akan di periksa oleh psikiater, mangkanya malam ini Sky dan Galaksi menginap di rumah sakit terlebih dahulu.
Sebenarnya bisa saja Sky tidur di mansion, tapi Galaksi tak mau, ia bersikeras istrinya itu untuk menginap di rumah sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu tidur ya," ucap Galaksi pada istrinya itu.
"Tapi mas tetap disini kan?"
"Iya aku akan selalu berada di samping mu."
"Kalau begitu tidurlah disini," ucapnya seraya memukul hospital bad.
"Baiklah."
Galaksi pun langsung merebahkan tubuhnya di samping Sky, beruntung hospital bad Sky berukuran besar, jadi muat untuk dua orang.
Sky pun mulai memejamkan matanya, dan tak lama ia pun mulai tertidur dalam pelukan hangat suaminya.
...***...
Paginya, Sky pun sudah di periksa oleh psikiater, dan ia diperbolehkan untuk pulang ke mansion.
Tapi ia tetap harus datang ke rumah sakit itu, untuk berkonsultasi pada psikiater, selama beberapa Minggu ini.
Guna memastikan mentalnya tak lagi terguncang.
Dan saat ini ia tengah duduk di hospital bad nya, diemani oleh Lily, dan untuk Galaksi sendiri ia tengah membayar administrasi, lantaran asistennya itu tengah berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian.
Ya, Adi kini sudah berada di kantor polisi, bukan hanya pria itu saja, tapi juga sang bandar narkoba yang bekerja sama dengannya pun ikut tertangkap.
Saat Sky melamun, tiba-tiba pintu dibuka dari luar, dan muncullah seorang pria, pria itu pun langsung berlari dan memeluknya.
Sky pun terkejut, ia hanya diam saja.
Sementara Lily yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung memisahkan pria itu agar tidak memeluk Sky lagi.
"Hey, siapa kamu, berani-beraninya memeluk Sky, cepat lepaskan dia!!" Lily pun berusaha melepaskan pelukan pria itu dari Sky.
Namun pria itu tak bergeming, ia masih memeluk Sky.
"Lepas."
"Tidak mau."
Sampai akhirnya, Sky sendiri pun yang mendorong tubuh pria itu dengan kuat, setelah sadar dari rasa terkejutnya.
"Om itu siapa, berani-beraninya memelukku!!" pekiknya.
"Ada apa ini?" tanya Galaksi setelah ia berada di sana.
"Om ini tiba-tiba memelukku," jawab Sky sekaligus menunjuk ke arah pria itu.
"Apa, berani-beraninya kamu memeluk istriku!!" Galaksi pun langsung menghampiri pria yang masih membelakangi nya itu.
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa pria itu.
"Kamu!!!"
"Ya ini aku, kenapa?"
"Berani-beraninya, untuk apa kamu datang kemari?"
"Tentu saja untuk menemui keponakan ku, aku kan pamannya," jawabnya.
Dan seketika semua orang pun terkejut mendengar pengakuan dari pria itu.
...***...
Jangan lupa like, komen, vote, beri hadiah jika ada, serta masukan ke favorit jga😘
Tolong bacanya jangan di skip ya guys🙏
Terima kasih 💚
__ADS_1