
Sky pun berbalik, dan melihat suaminya yang menahan lengan Monica, agar pisau itu agar tidak mengenai dirinya.
"Mas Gala," lirihnya.
Galaksi pun melihat ke arah istrinya dengan tersenyum, kemudian ia pun berbalik menatap ke arah Monica dengan raut wajah yang menyeramkan.
"G- Galaksi," ucap Monica dengan gugup.
"Kau!! Berani sekali menyakiti istriku!!" ucapnya dengan nada yang menyeramkan.
Kemudian ia pun menghempaskan lengan Monica dengan kencang, sehingga wanita itu pun terjatuh ke lantai, dan pisau yang ia pegang pun terhempas dari tangannya.
"Akhhh!" teriak Monica saat dirinya terjatuh ke lantai, jujur ini lebih sakit dibanding tadi, saat Lily menghempaskan tangannya.
"Bawa wanita ini ke markas!" ucapnya pada kedua anak buahnya.
"Baik tuan."
Mereka pun mulai menyeret Monica untuk di bawa ke markas mereka.
"Tidak ... Tidak, aku mohon Galaksi, jangan bawa aku! Aku mohon, lepaskan! Lepaskan aku!" Monica pun terus meronta, namun percuma tenaganya tidak sebanding dengan tenaga kedua pria yang membawanya itu.
Sepeninggalan Monica, Galaksi pun langsung memeluk istrinya.
"Apa kamu dan baby, tidak pa-pa?" tanyanya setelah melerai pelukannya, seraya mengelus kedua pipi Sky dan juga perut istrinya itu.
"Tidak pa-pa," jawab Sky.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit, ya. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan anak kita," ucapnya.
"Tapi mas ... "
"Tidak ada tapi," potong Galaksi.
"Huh, baiklah."
"Kak Lily, bagaimana, apa baik-baik saja?" tanya Sky pada Lily.
"Aku baik Sky," jawabnya.
"Huh syukurlah, tapi kak Lily harus di periksa juga nanti, saat kita di rumah sakit."
"Baiklah."
Mereka pun pergi dari cafe itu, dan pergi ke rumah sakit, dengan Galaksi yang menyetir.
Sementara Sky duduk di samping suaminya, di bangku depan, dan Lily duduk di kursi bagaian belakang.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Sky dan Lily pun langsung di periksa oleh dokter.
"Dokter tolong periksa istri saya, dia barusan mengalami hal yang tak mengenakan. Ada seseorang yang ingin menyelakai istri saya dengan pisau," ucap Galaksi.
__ADS_1
"Apa? Baik saya akan periksa, namun sebelum itu, apa tubuh anda terkena goresan atau yang lainnya, nyonya?" tanya dokter itu.
"Tidak dok, saya ba ... "
"Dia dicekik dok," potong Lily."
"Apa! Jadi wanita itu berani mencekik mu, sayang? Sungguh tidak akan aku biarkan dia," geram Galaksi.
"Mas tenang lah, ini rumah sakit, jangan berisik," ucap Sky menenangkan suaminya itu.
"Huffstt, baiklah."
Sky pun diperiksa, sementara Lily, ia sudah diobati oleh perawat, lantaran ia terluka hanya di bagian kening saja.
"Semuanya baik-baik saja tuan, kondisi kandungan nya juga tidak ada masalah, mungkin hanya mengalami terkejut, dan itu wajar, ketika kita mengalami penyerangan tiba-tiba. Dan untuk bekas cekikan yang ada di leher istri anda, hanya perlu di beri salep, agar bekas cekikan itu hilang," jelas dokter itu.
"Anda yakin, tidak terjadi sesuatu sama istri dan calon anak saya?" tanya Galaksi memastikan.
"Tidak tuan," jawab dokter itu.
"Mas denger kan, aku tidak pa-pa," ujar Sky pada suaminya.
"Baik dok kalau begitu kami permisi, terima kasih."
"Sama-sama nyonya," ucap dokter wanita yang tadi memeriksa Sky.
Setelah itu mereka pun kembali ke mansion.
Kini mereka sudah berada di mansion, dan saat ini Galaksi dan Sky sudah berada di dalam kamar mereka.
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Sky.
"Aku harus memberikan pelajaran yang setimpal pada wanita tak tau diri itu!" jawabnya dengan rahang yang mengeras.
"Jangan mas," cegah Sky.
"Kenapa?"
"Sudah biarkan saja, jangan pernah mengotori tangan mu. Aku tidak mau papah dari anak ku melakukan kejahatan, meski aku tau kamu melakukan itu, untuk membalaskan perbuatan dia padaku. Aku mohon, bebaskan saja dia," mohon Sky.
"Tapi sayang. Jika dia kembali menyelakai mu, bagaimana?"
"Huh, kalau begitu, biar pihak berwajib yang menghukumnya."
"Jadi, kamu ingin melaporkan dia dengan tuduhan penyerangan?" tanyanya dan diangguki oleh Sky.
"Jangan balas kejahatan dengan kejahatan, biar hukum yang mengadilinya," ujar Sky.
"Huh baiklah, aku akan menyuruh Mike untuk melaporkan Monica ke kantor polisi."
"Hm."
__ADS_1
"Aku hubungi Mike dulu ya," ucapnya seraya mencium kening istrinya itu.
Galaksi pun pergi, guna menghubungi Mike, untuk membuat laporan atas penyerangan pada istrinya itu.
Setelah menghubungi asistennya itu, Galaksi pun kembali ke kamarnya.
...***...
Disisi lain, Mike sudah melaporkan Monica ke kantor polisi.
Ia pun sudah memberikan semua bukti, berupa rekaman cctv yang ada di ruangan VIP.
Lantaran semua bukti sudah ada, dan semua bukti tersebut menyatakan bahwa Monica bersalah, terlebih lagi Monica berada di markas milik Galaksi.
Para polisi dan Mike pun langsung menuju markas guna membawa Monica ke kantor polisi.
Saat sudah berada di markas, polisi itu pun membawa Monica.
Monica pun terus memberontak, meski kedua tangannya sudah di borgol.
"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah! Lepas!" teriaknya.
"Terima kasih, tuan Mike. Atas kerja samanya," ucap salah satu polisi seraya berjabat tangan.
"Sama-sama tuan," balas Mike.
Polisi itu pun pergi dari sana, dan Mike ia kembali ke perusahaan, lantaran ia harus kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
Saat di dalam perjalanan menuju kantor polisi, tiba-tiba ada sebuah truk dari arah samping melaju dengan kencang, sehingga menabrak mobil yang membawa Monica.
Mobil itu pun sampai terguling, dan semua orang yang ada di dalam mobil itu pun terluka parah dan tak sadarkan diri, termasuk dengan Monica.
Tak lama, terdapat beberapa orang yang menghampiri mobil tersebut.
"Tuan, wanita ini masih hidup," ujar seorang pria, yang tak lain ialah anak buah dari pria yang berdiri dibelakangnya.
"Bagus, bawa dia," perintahnya.
"Baik tuan."
Orang-orang itu pun langsung membawa Monica dari sana, kemudian mereka pun pergi dari sana.
Sementara para polisi itu diberikan begitu saja, beruntung jalanan itu sepi, dan tidak ada cctv yang mengawasi.
...***...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian😘
Maaf, jika banyak typo🙏
Terima kasih, dan selamat membaca.
__ADS_1