Suami Misterius

Suami Misterius
Hukuman Bagi Para Penjahat ll.


__ADS_3

Sementara itu dilain tempat, tepatnya disebuah gedung tua, Steven mengajak Arthur ke sebuah ruangan.


"Kenapa saya di bawa kesini tuan?" tanya Arthur, pasalnya, ia di bawa ke ruangan sempit dan pengap.


Ditambah lagi di sana minim pencahayaan, jendela maupun ventilasi udara, apalagi ruangan itu sangat kotor.


"Kau tau, hanya disini markas persembunyian ku dari Galaksi," jawab Steven dengan berbohong.


"Tapi kenapa anda harus bersembunyi?"


"Kerena kita harus membuat strategi untuk menghancurkan Galaksi."


"Ah kau benar tuan."


"Duduk lah," ucap Steven menyuruh Arthur untuk duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


Arthur pun duduk di kursi itu.


"Bawa minuman itu kemari!" pintanya pada anak buahnya.


Dan datanglah seorang pria berwajah datar membawa satu gelas air putih.


"Minumlah, kamu pasti haus," ucap Steven, seraya memberikan gelas itu pada Arthur.


Dan Arthur pun mengambil dan meminum air itu tanpa curiga sedikitpun.


Diam-diam, Steven pun tersenyum sinis, saat melihat Arthur yang sudah meminum air itu dengan habis.

__ADS_1


Dia tidak tau saja, bahwa minum itu sudah dicampur dengan obat racikan yang telah Steven buat.


Tak lama Arthur pun merasakan tenggorokan nya panas seperti terbakar, ditambah seluruh badannya terasa gatal.


Ia pun mencoba menggaruk badannya, namun rasa gatal itu malah makin bertambah.


"Ada apa denganku?" tanyanya dalam hati.


"Sial jangan-jangan aku dibohongi, lalu kenapa dia membohongiku?" tanyanya lagi.


"Ada apa?" tanya Steven pura-pura tidak tau.


"A- apa yang anda masukkan kedalam minuman saya?" tanyanya dengan suara terbata lantaran rasa panas dan terbakar di tenggorokannya.


"Tidak ada, hanya cairan obat yang aku racik sendiri, dan cairan itu adalah temuan terbaru ku," jawab Steven dengan santai.


"Ya bisa dibilang begitu, tapi yang jelas ... Aku memang sengaja memberikan kamu cairan itu, untuk membalaskan perbuatan mu terhadap keponakan ku!" ujar Steven penuh penekanan.


"A- apa, ke- keponakan? Tapi bagaimana bisa? Bahkan saya tidak tau keponakan anda."


"Tentu saja tidak ada yang tau keponakan ku, lantaran kami baru saja bertemu. Tapi kamu, mau mencoba menghabisi nyawa keponakan ku! Asal kau tau saja, wanita hamil yang kamu culik adalah keponakan ku!" pekik Steven yang mulai tersulut emosi.


Namun ia kembali menetralkan emosinya.


"Apa? Ja- jadi, dia ... "


"Ya, dia adalah keponakan ku, dan kau mencoba untuk menghabisi nya, bahkan saat dia mengandung."

__ADS_1


"Ti- tidak, itu tidak mungkin."


"Heh sudahlah, aku mau bertemu dengan keponakan ku yang sebentar lagi akan melahirkan. Dan untukmu, tenang saja, aku tidak akan menghukum mu dengan berat. Aku rasa dengan memberikan cairan itu sudah cukup, jadi selamat menikmati kehidupan mu," ucap Steven dengan dingin disertai senyum sinis yang terbit dari bibirnya.


"Kurang ajar!!!" teriak Arthur dalam hati, lantaran ia tak bisa berbicara dengan lancar.


Arthur pun mencoba untuk menghajar Steven, namun ia tak bisa, lantaran ia tak memiliki tenaga, badannya tiba-tiba menjadi lemas.


Jangankan untuk berlari, untuk berjalan pun sepertinya ia tak mampu.


Sementara di luar, Steven memerintahkan anak buahnya untuk memantau keadaan Arthur.


"Kalian, terus pantau pria itu, berikan makan dan minum padanya. Tapi jika kalian melihat dia tidak menggaruk tangannya lagi atau melihatnya mulai sembuh, maka kalian campurkan cairan ini pada setiap makanan dan minumannya, serta tambahkan dosisnya," jelas Steven.


"Biarkan dia merasakan penderitaan seperti itu, dan merasakan mati segan hidup pun tak mau, apa kalian mengerti," jelasnya lagi.


"Mengerti tuan," jawab mereka serempak."


"Bagus."


Setelah itu Steven pun pergi dari sana, meninggalkan Arthur yang terus menggaruk badannya sehingga terdapat luka di area sekujur tubuhnya.


Itulah yang memang Steven inginkan, ia menginginkan pria itu mati segan hidup tak mau.


...***...


Maaf jika banyak typo🙏

__ADS_1


__ADS_2