Suami Misterius

Suami Misterius
Menjalankan Rencana.


__ADS_3

Hari weekend pun tiba, kini Sky yang ditemani Lily sedang jalan pagi di taman kota.


Sementara Galaksi ia ada keperluan, sehingga dirinya tidak bisa menemani istrinya itu untuk jalan pagi di taman kota.


Saat ini keduanya tengah memakan bubur ayam sebelum kembali ke mansion.


"Sky sebaiknya kita pulang segera, aku merasakan sesuatu yang akan terjadi," ucap Lily.


Ya, sedari mereka sampai di taman kota itu, Lily merasa ada seseorang yang mengintai mereka berdua.


"Hm baiklah," ujarnya.


Setelah menghabiskan bubur ayam, keduanya pun berjalan ke arah dimana mobil mereka terparkir.


Setelah sampai di mobil mereka, keduanya pun langsung masuk, dan Lily pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Namun, saat mereka berada di jalanan yang sepi, tiba-tiba mobil anak buah Galaksi yang mengawasi Sky dari jarak cukup jauh meledak.


Duaarrrr.


Ya, mobil anak buah Sky, di sabotase oleh anak buah Arthur, mereka menaruh bom di mobil anak buah Galaksi, saat anak buah Galaksi fokus mengawasi Sky dari jauh.


"Astagfirullah, kak apa yang terjadi?" tanya Sky.


"Sky sebaiknya kamu kencangkan sabuk pengaman, dan berpegangan, sepertinya tidak ada yang beres," ujar Lily ia pun mulai menambah kecepatan mobilnya.


Tak hanya itu Lily pun mulai menghubungi anggota nya, dan juga mulai menghubungi Galaksi dan Mike.


Namun entah kenapa tidak ada sinyal di sana, padahal di sana, jalan menuju mansion Galaksi selalu ada sinyal.


"Astaga kenapa tidak ada sinyal, Sky coba kamu hubungi suamimu," pinta Lily.


"Baik kak." Sky pun mencoba menghubungi suaminya, namun sama seperti Lily, ia gak bisa menghubungi suaminya lantaran tidak ada sinyal pula. "Tidak bisa kak, tidak ada sinyal," ucapnya.


Saat Lily mulai mencoba kembali menghubungi sesama anggota nya, dan Mike.


Di arah depan ada sebuah mobil yang menghadang mobil mereka.


Lily pun menginjak rem nya.


Tak lama beberapa pria yang berpakaian serba hitam menggedor jendela mobil mereka.


"Hey keluar kalian!" teriak salah satu pria.


"Atau kami pecahkan kacanya!" teriak nya lagi.


"Kak Lily bagaimana ini," ujar Sky, merasa takut, ia takut terjadi sesuatu pada calon anaknya.


"Kamu tenang saja, lebih baik kamu tunggu di dalam, dan kunci mobil, jangan pernah sekali-kali keluar, mengerti?" ujar Lily.


"Tapi kakak mau kemana?" tanya Sky.


"Aku akan mengukur waktu, hingga kita bisa hubungi orang-orang yang ada di mansion, dan sebaiknya kamu coba hubungi siapapun, entah itu tuan Mike, atau tuan Galaksi."


"Baik kak, kakak hati-hati."

__ADS_1


"Ya."


Lily pun keluar, sementara Sky mulai kembali menghubungi suaminya.


Namun hal itu sia-sia saja, sinyal di sana masih tidak ada.


Sementara itu di luar, Lily pun mulai bertarung dengan mereka, karena lawan yang tidak seimbang, yakni satu lawan sepuluh, apalagi dia adalah seorang wanita.


Lily pun tumbang, namun ia masih belum menyerah.


Sky yang melihat Lily yang kewalahan pun tak tega, ingin membantu, namun dirinya ingat kini ia tengah hamil.


Yang bisa Sky lakukan kini berdo'a, agar Lily tidak pa-pa, dan sinyal cepat menyala.


Sky pun terus mencoba kembali menghubungi suaminya, namun lagi-lagi tidak bisa, ia pun mencoba untuk mengirimkan pesan, meski tidak terkirim, namun ia berharap nantinya pesan itu akan sampai pada suaminya, saat sinyal nya sudah ada.


Pada saat ia tenga mencoba menghubungi suaminya itu, tiba-tiba kaca jendelanya di ketuk dengan keras dari luar.


"Buka pintunya! Atau aku akan hancurkan kacanya!" teriak salah satu pria, dari sepuluh pria tadi.


"Keluar, atau kami akan bunuh wanita itu!" teriaknya lagi seraya menunjuk Lily yang tengah di pegang oleh satu orang, dengan pistol yang mengarah pada kepalanya.


Sky yang mengikuti kemana pria itu menunjuk pun terkejut, sampai-sampai ia menjatuhkan handphone-nya.


"Keluar!"


Kerana tidak ingin terjadi sesuatu pada Lily, Sky pun akhirnya keluar dari mobil.


Saat sudah berada di luar, pria itu pun langsung memegang Sky dengan kencang, seakan ia tak ingin Sky melarikan diri.


"Aku tak ingin kak Lily sampai di bunuh oleh mereka," ujarnya.


Sky dapat melihat, kini wajah cantik Lily, dipenuhi luka lebam.


Sungguh hal itu membuat Sky merasa bersalah.


"Sekarang bawa dia," ujar salah satu pria yang diduga ketuanya.


"Tidak lepaskan aku!" teriak Sky.


"Tidak, jangan bawa dia!" pekik Lily, dan ...


Dug. Satu dari mereka memukul tengkuk Lily, sehingga wanita itu terkapar tak sadarkan diri.


"Kak Lily!!" teriak Sky.


Sayup-sayup, Lily mendengar dan melihat Sky yang dibawa pergi oleh mereka, dan tak lama kesadaran Lily pun menghilang, ia pun akhirnya pingsan.


Sementara itu, Sky selalu saja memberontak dan terus berteriak, membuat mereka memutuskan untuk membius nya, agar Sky tak lagi berteriak mengganggu pendengaran mereka saja.


Sky pun akhirnya diberikan obat bius dengan dosis ringan.


"Ummm," ucapnya yang saat ini mulutnya di bekap dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Tak lama Sky pun pingsan, akibat obat bius tadi.

__ADS_1


"Akhirnya wanita ini pingsan juga," ucap orang yang membekap mulut Sky.


"Apa itu baik dengan kandungannya?" tanya salah satu pria yang masih mempunyai sedikit hati nurani.


"Entahlah, sepertinya tidak, aku hanya menggunakan dosis kecil, pastinya tidak akan membuat kandungannya bermasalah," jawab orang yang membius Sky tadi.


...***...


Sementara itu, ditempat lain, tepatnya di markas Arthur.


Kini ia tengah menghubungi anak buahnya yang ia suruh untuk menjalankan rencana, menculik Sky.


"Halo, bagaimana? Apa kalian berhasil menculik wanita itu?" tanyanya.


" ... ."


"Bagus, segera bawa wanita itu ke markas, sebelum suaminya menyadari bahwa telah terjadi sesuatu pada istrinya itu."


" ... ."


"Hm."


Tut. Panggilan itu pun terputus, Arthur pun kembali memasukkan handphone-nya ke saku celana miliknya.


"Apa yang mereka katakan honey?" tanya Monica yang kini tengah memeluk Arthur dari belakang.


"Mereka mengatakan, bahwa mereka telah berhasil menculik wanita hamil itu," jawabnya.


"Benarkah?" tanya Monica, seraya melepaskan pelukannya.


"Ya."


"Sungguh aku tidak sabar, ingin memberikan pelajaran pada wanita ja**ng itu," ucapnya dengan penuh rasa dendam yang membara.


"Kamu tenang saja baby, setelah wanita itu sudah ada disini, kamu berhak melakukan apapun," bisik nya.


"Tapi sebelum itu, mari kita bersenang-senang," bisik Arthur lagi.


"As wish you, honey," bisik Monica pula, ia pun langsung mencium rakus bibir Arthur.


Dan mereka pun melakukan hubungan yang seharusnya tidak dilakukan.


...***...


Guys aku mau curhat, aku sedih lantaran pembacaku, setiap harinya makin menurun🥹


Yang tadinya seribu lebih, tapi kini cuman ratusan doang 🥹


Dan aku mau minta tolong sama kalian, tolong setelah baca usahakan like ya, komen, vote, dan beri hadiah jika ada dan berkenan.


Dan jangan di like tapi gak baca, jangan ya guys.


Yang bener itu, baca dulu sampai selesai baru di like.


Terima kasih sudah mau dengar curhatan ku, dan terima kasih juga sudah setia mau baca cerita dari Galaksi dan Sky🙏💚

__ADS_1


__ADS_2