
Jakarta.
Keesokan harinya, di sebuah perusahaan ternama yakni Galaksi company, Mike yang kala itu tengah berjalan menuju parkir mobilnya, ia tak sengaja melihat Riri yang tengah duduk di taman kantor.
Gadis itu sepertinya tengah memiliki masalah, dapat dilihat dari wajahnya yang murung, ditambah lagi dirinya tak berada di kantin, biasanya dia akan makan di kantin kantor, di jam istirahat.
Mike pun mencoba menghampiri nya, dan ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi makan siang di luar.
"Ekkhhmm." Mike pun berdehem, namun tak ada tanggapan dari gadis itu, Riri senantiasa melihat ke arah depan dengan tatapan kosongnya.
Mike pun kembali berdehem dengan cukup keras, dan berhasil, Riri pun menoleh ke arahnya.
"Tuan Mike, untuk apa anda kemari? Apa ada sesuatu?" tanya gadis yang bernama Riri itu.
"Tidak ada, hanya saja saya penasaran apa yang kamu lamun kan sehingga tidak mendengar orang lain," jawabnya.
"Apa kamu punya masalah?" tanya Mike, lantas ia pun duduk di samping gadis itu.
Riri pun menggeser duduknya agar tida terlalu dekat dengan pria berwajah datar dingin itu.
"T- tidak," jawabnya.
"Kau berbohong, dari wajah dan nada bicara mu menandakan bahwa kau tengah berbohong."
"Jika iya, memangnya apa urusannya dengan anda?" tanyanya dengan kesal.
"Tergantung masalah mu, cepat katakan ada masalah apa?"
"Huffstt, saya sedang pusing memikirkan keluarga saya yang berada di desa. Ayah saya tengah sakit dan membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatan dan biaya rumah sakit."
"Memangnya ayahmu sakit apa?"
"Ayah mengalami kecelakaan dia ditabrak oleh pengendara mobil, dan itu malah kabur dan tak mau bertanggungjawab, sehingga beliau mengalami koma."
"Berapa biaya pengobatan dan juga biaya rumah sakitnya."
"Memangnya tuan mau apa?"
"Saya akan membiayai pengobatan beserta biaya rumah sakit ayah mu."
"Eh, tidak perlu tuan. Saya bisa membiayainya," ucap Riri.
"Darimana kamu dapat uang nya?"
"Saya akan mencari nya, bila perlu saya akan mencari pinjaman."
"Seterah kau sajalah."
Setelah mengucapkan itu, Mike pun pergi dari sana, meninggalkan Riri seorang diri.
Sementara Riri dia hanya diam saja, namun otaknya tengah berpikir, ada apa dengan pria kutub es itu, tiba-tiba pria itu menawarkan untuk membiayai pengobatan ayahnya.
__ADS_1
Ia pun hanya bisa menghela nafasnya, kemudian ia pun beranjak dari duduknya dan kembali ke kantornya, lantaran sebentar lagi masuk.
...***...
Bali.
Tiga hari sudah Galaksi dan Sky berada di pulau Dewata, Bali.
Dan besok mereka akan kembali ke Jakarta.
Ya, Galaksi dan Sky berbulan madu hanya tiga hari saja. Lantaran Galaksi harus kembali bekerja, banyak sekali pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.
Jadi sebab itu mereka harus kembali besok.
Dan untuk menikmati hari terakhir mereka di pulau Bali itu, mereka pergi ke potato head beach Clube, yang berada di jl. Pititenget no 51B, Seminyak, Kuta, Badung, Bali.
(Sumber : google).
Sebelum memesan makanan, mereka lebih dahulu mengambil gambar di tepi pantai, pada saat sunset.
Mereka banyak mengambil gambar, juga pada saat mereka menunggu sunset.
Dengan bermacam-macam gaya, diantaranya dengan Galaksi yang memeluk Sky dari belakang, serta mereka saling tatapan, dan masih banyak lagi gaya romantis.
"Kemari kan handphone mu," ucap Sky.
Kini keduanya tengah duduk menantikan pesanan mereka.
Galaksi pun memberikan handphone-nya pada istrinya itu, entah apa yang ingin di lakukan oleh istrinya itu.
Beruntungnya ia telah menghapus foto-foto kebersamaan dirinya dan juga Monica, sehingga ia tak perlu takut jika Sky mengetahuinya.
Sementara Sky, ia mengubah wallpaper handphone suaminya itu dengan gambar tangan mereka berdua yang saling menggenggam satu sama lain, dengan lantar pantai yang indah.
"Sudah, nih, terima kasih," ucapnya seraya mengembalikan handphone itu pada suaminya.
Galaksi pun hanya tersenyum seraya mengambil handphone miliknya.
Tak lama pesanan mereka pun sampai, dan mereka pun mulai menikmati makan malam mereka.
...***...
"Uhhh lelah sekali," ucap Sky seraya menggerakkan tangannya ke kiri dan kanan.
Saat ini mereka sudah berada di kamar mereka yang berada di villa.
"Tapi aku tidak lelah sama sekali," ucapnya tiba-tiba, lalu ia pun menarik pinggang istrinya itu agar semakin dekat dengannya.
"Lalu?" tanyanya, karena Sky mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini nantinya, ia pun mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
__ADS_1
"Mari kita buat kesan istimewa sebelum besok kembali ke Jakarta," ucapnya seraya menyelipkan rambut hitam istrinya itu ke telinga.
"Baiklah mari kita lakukan."
Dan Galaksi pun langsung mencium bibir ranum istrinya itu.
Kemudian terjadilah apa yang diinginkan oleh Galaksi, yaitu malam panas sebelum mereka kembali ke kota Jakarta.
Keesokan paginya, kedua manusia itupun masih betah dalam tempat tidurnya.
Setelah melaksanakan sholat subuh, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali tertidur.
Bagaimana tidak, mereka kembali tertidur, mereka baru menyelesaikan kegiatan suami-istri pada pukul tiga pagi.
Jika Sky masih asik tidur, namun tidak dengan Galaksi, ia sudah bangun lebih dulu.
Galaksi pun menatap wajah polos Sky yang masih tertidur itu.
Perlahan ia pun mulai menyusuri wajah istrinya.
Dan kini Sky hanya memakai tank top, dan celana hotpants, sementara Galaksi seperti biasa, dirinya hanya tidur menggunakan boxer saja.
Perlahan Sky pun mengerjapkan matanya, dan tak lama ia pun bangun dari tidurnya.
"Pagi," ucap Galaksi ketika melihat istrinya itu telah bangun dari tidurnya.
"Pagi juga," balas Sky dengan suara serak khas orang bangun itu.
"Ayo mandi, jam sembilan kita sudah harus berada di airport," ujar Galaksi seraya bangkit dari tidurnya, kemudian ia pun duduk.
"Hm." Sky pun beranjak dari duduknya.
"Kalau begitu aku akan mandi lebih dahulu," ucap Sky.
"Tidak, lebih baik kita mandi bersama."
"Tidak mau, aku mau mandi sendiri saja."
"Tapi Sky, kalau kita mandi masing-masing itu akan lama, kan kita harus segera sampai di airport pada jam sembilan, janji aku gak macem-macem, hanya mandi bersama doang kok, bener," ujar Galaksi seraya mengangkat jari telunjuknya dan jari tengahnya menjadi simbol v.
"Bener ya hanya mandi bareng, gak lebih," ucapnya.
"Iya."
"Janji."
"Janji."
"Yaudah." Sky pun beranjak dari duduknya, dan mulai melangkah ke kamar mandi.
Begitupun dengan Galaksi ia pun mengikuti istrinya dari belakang dengan wajah penuh bahagianya.
__ADS_1
Dan pagi ini mereka pun mandi bersama.
Ingat ya mandi bersama, tidak lebih. Oke, wkwkwk.