
Di desa.
Malam ini, Galaksi dan Sky tengah duduk di atas tempat tidur mereka, dengan Sky yang bersandar di dada bidang suaminya.
Sementara Galaksi ia bersandar di tembok, lantaran tempat tidur Sky hanya kasur tanpa ranjang, Galaksi pun mengelus perut Sky yang sudah agak membuncit itu.
"Mas," panggil Sky.
"Hm."
"Nanti kalau anak kita lahir, mas maunya laki-laki apa perempuan?"
"Kalau mas pinginnya anak pertama kita itu laki-laki lebih dulu, kenapa? Karena nanti bisa menjaga adik-adiknya ... Tapi, jika nanti baby kita lahir perempuan ya, gak masalah. Apapun itu, mau laki-laki ataupun perempuan sama saja, mas bakal sayang mereka," jawabnya.
"Uhhhh, makin sayang sama kamu," ucap Sky, ia pun memeluk tubuh kekar suaminya itu.
"Mas juga sayang sama kamu," balas Galaksi.
"Sayang, kamu terlihat sangat seksi, pakai baju ini, apa namanya?" bisik Galaksi tepat di telinga istrinya itu.
"Daster," jawabnya.
"He'em, sayang mas boleh tengok baby?" bisik nya lagi, seraya menjilat kuping istrinya itu, sehingga berhasil membuat Sky kegelian.
"Mas geli," rengek nya.
"Boleh ya," ucapnya dengan menatap mata Sky dengan lekat, namun satu tangannya mengelus paha mulus istrinya itu.
"Mas!!" ujar Galaksi lantaran suaminya itu sudah menyentuh area sensitif nya.
Sementara Galaksi, ia hanya nyengir, sehingga memperhatikan gigi nya yang putih dan rapi itu.
Tanpa banyak kata dan persetujuan dari istrinya itu, Galaksi pun langsung membaringkan tubuh istrinya di atas kasur.
Sebelum mengeksekusi istrinya itu, ia lebih dulu menutup kelambu agar para pembaca tidak bisa mengintip kegiatan panas mereka wkwkw.
Setelah itu ia pun membuka pakaian istrinya dan juga pakaiannya, dan melemparkannya ke sembarang arah, sehingga baju mereka berceceran di atas lantai.
Dan terjadilah apa yang harus terjadi, apalagi malam itu hujan turun membasahi bumi, semakin lengkap sudah.
...***...
Jakarta.
Sementara di desa, Galaksi tengah memadu kasih dengan istrinya itu, lain lagi dengan seorang wanita yang tengah kesal, lantaran pesan dia tidak diangkat oleh sang pujaan hati.
"Sialan, sedang apa sebenarnya kamu Galaksi? Sehingga tidak membalas pesan yang ku kirim!!" pekik Monica dengan kesal.
__ADS_1
Ya, wanita itu adalah Monica, ia marah lantaran pesan dan panggilannya tidak pernah di angkat oleh Galaksi.
Bagaimana mau mengangkat atau membalas pesan darinya, Galaksi saja kini tengah bermesraan dengan istrinya itu.
"Awas saja, jika aku tau kalau kamu punya wanita lain, aku tidak akan biarkan itu, aku akan melenyapkan wanita itu bila perlu!!"
"Sudahlah, lebih baik aku pergi ke bar, sambil menyenangkan diri," ucapnya ia pun segera keluar dari kamarnya, seraya menenteng tas branded nya.
Monica pun langsung menuju bar, dengan mengendarai mobil milik Galaksi yang ada di mansion itu.
Tak lama Monica pun sampai di salah satu bar, ia pun masuk kedalam, saat di dalam ia sudah disambut dengan dentuman musik yang begitu kencang.
Ia pun berjalan ke arah bartender, Monica pun langsung memesan minuman beralkohol itu.
...***...
Di desa.
Paginya, kini Galaksi dan Sky, tengah berjalan pagi dengan santai.
Mereka berjalan saling berpegangan tangan, layaknya orang yang ingin menyebrang.
Sebenarnya Sky malu, namun suaminya itu terus saja memegangi tangannya, alhasil dia hanya bisa pasrah.
Mereka pun sesekali tersenyum saat tetangga mereka menyapa. Ralat, sebenarnya yang banyak senyum ialah Sky, sementara suaminya itu hanya tersenyum tipis, dan itupun di tegur oleh Sky, jika tidak di tegur, maka suaminya itu tidak akan pernah tersenyum dan hanya menampilkan raut wajah datarnya.
"Ngapain?" tanya Galaksi yang masih diam berdiri.
"Ya belanja lah, emang kamu gak mau makan nanti siang?" jawabnya sekaligus balik bertanya.
"Ya mau, tapi kenapa harus beli di sana, kenapa tidak beli di supermarket saja atau gak pesan lewat online?"
"Ya ampun mas!! Ini tuh desa, buka kota. Heh, kamu teh aya-aya wae, sudahlah aku mau ke sana," ujar Sky seraya melepaskan tangan suaminya itu dari tangannya.
"Hey sayang, kok ditinggal, tunggu!" Galaksi pun mengejar istrinya itu yang sudah berjalan lebih dulu.
"Assalamu'alaikum," ucap Sky, pada ibu-ibu yang tengah memilih sayur itu.
"Wa'alaikumusalam," jawab ibu-ibu itu.
"Eh neng Sky, mau belanja?" tanya salah satu ibu-ibu.
"Iya Bu," jawabnya.
"Lagi hamil ya, sudah berapa bulan?" tanya ibu-ibu yang lainnya.
"Alhamdulillah iya Bu, baru satu bulan," jawabnya.
__ADS_1
"Ohhh, sehat-sehat ya."
"Aamiin."
"Hey Sky, kamu mau tidak anak saya jadi madu kamu?" celetuk ibu yang berpenampilan seperti toko emas itu.
"Astagfirullah, heh Bu Saodah. Ari ngomong teh kudu disaring hela, mani asal jeplak bae," ujar ibu-ibu yang lain.
"Memangnya kenapa? Anak saya cantik, suami saya seorang juragan, pasti suami nya Sky juga mau, buktinya suami si Sky mau nikah sama dia, padahal dia kan berasal dari keluarga miskin," ucap Bu Saodah dengan pongah.
"Saya tidak habis pikir, kok suaminya Sky mau ya nikah sama dia, padahal suaminya orang kaya," ucapnya lagi.
"Justru itu Bu, karena saya miskin, jadinya suami saya memilih saya, lantaran dia tidak tau mau menghabiskan uang nya kemana. Kalau dia nikah sama anak ibu, pasti dia gak mau," ucap Sky.
"Ih maniken aneh, suami kamu teh, masa nikah sama orang kaya gak mau, nikah sama orang miskin mau," ujar Bu Saodah.
"Nah itulah perbedaan suami saya dengan laki-laki lain," ucap Sky, padahal ia hanya mengarang.
Tak lama Galaksi pun datang menghampiri Sky.
"Sayang," panggilnya, saat sudah berada di samping istrinya itu.
Dan kedatangan Galaksi berhasil membuat ibu-ibu, terutama Bu Saodah itu melongo.
Lantaran terkesima dengan wajah tampan dari suami Sky itu.
"Ala mak, maniken kasep pisan ey," ujar salah satu ibu-ibu. (Ala mak, ganteng banget).
Sky yang mendengar ibu-ibu itu menguji ketampanan suaminya itu pun hanya tersenyum.
"Semuanya berapa mang?" tanya Sky pada bapak penjual sayur.
"Semuanya 60rb neng," jawab bapak tukang sayur itu, seraya memasukkan belanjaan Sky kedalam kantong plastik, dan memberikannya pada Sky.
Sky pun menerimanya, dan membayar belanjaan nya.
"Ini neng kembaliannya," ucap bapak itu.
"Buat mamang saja kembaliannya."
"Ohh, kalau gitu makasih neng."
"Iya mang, sama-sama. Ibu-ibu saya duluan, mari, assalamu'alaikum," ujarnya pada ibu-ibu itu.
"Oh iya, wa'alaikumusalam," jawab ibu-ibu itu.
Sky pun pulang ke rumahnya, bersama dengan suaminya yang terus mengekor di belakangnya itu.
__ADS_1