
Waktu pun terus berjalan, tak terasa kini sudah 40 hari bayi mereka lahir.
Dan setelah 40 hari bayi mereka lahir, mereka pun melakukan acara sesuai tradisi yang ada.
Dan acara itu dilakukan pada pagi tadi, semua sudah dilakukan seperti Marhaba, cukur rambut, dan lainnya, dan acara pun selesai tanpa hambatan apapun.
Dan malam ini di kamar Galaksi dan Sky, setelah Sky menyusui Bintang yakni putra mereka, ia pun meletakkan Bintang di box bayi yang ada di kamar mereka.
Ya, Galaksi dan Sky memutuskan untuk membiarkan putra mereka tidur dalam satu kamar dengan mereka.
Nanti jika putra mereka sudah menginjak usia satu tahun, barulah mereka akan membiarkan putra mereka tidur sendiri di kamar yang sudah mereka siapkan, letaknya berada di samping kamar mereka.
Tentu saja Galaksi sudah menaruh kamera cctv untuk memantau putra mereka itu nantinya.
Dan Sky memutuskan untuk merawat putranya seorang diri tanpa bantuan baby sister.
Padahal Galaksi sudah menawarkannya, namun Sky menolak, toh Sky sendiri tak melakukan pekerjaan apapun ini.
"Sayang baby sudah tidur dengan nyenyak, kan?" bisik Galaksi tepat di telinga istrinya.
Saat ini mereka tengah melihat putra mereka tidur di dalam box bayinya, setelah Sky menyusui dan menidurkan nya di sana.
"Memangnya kenapa?" tanya Sky.
"Hehehe masa kamu gak tau," jawabnya.
"Ya, apa?"
"Aku ingin bersenang-senang denganmu, sudah lama aku tidak mendatangi mu, kan kamu melarang aku mendatangi mu selama 40 hari, jadi hari ini bolehkan. Kan sudah 40 hari," jawabnya dengan kedua alisnya di naik turun kan.
"Oh suamiku ini sungguh kasihan, tentu saja boleh," ucap Sky, seraya mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
"Benarkah?" tanyanya, dan diangguki oleh Sky.
"Yes, akhirnya aku bisa berbuka puasa juga," ucapnya dengan gembira.
"Kamu ini, ada-ada aja mas."
Tanpa banyak tanya, Galaksi pun langsung mencium bibir ranum istrinya yang sudah lama tidak ia cium, dan Sky pun membalas ciuman dari suaminya itu.
Ya, selama 40 hari, Galaksi dilarang menyentuh Sky, bahkan mencium saja ia tidak diperbolehkan.
Beruntungnya Sky mengerti, Sky pun membantu suaminya itu, ketika suaminya membutuhkan asupan untuk kebutuhan biologis nya.
Sky pun membantu Galaksi dengan cara lain, yakni membantu suaminya dengan menggunakan tangannya, tidak lebih, hanya tangannya saja.
Dan malam ini, Galaksi tidak akan melepaskan istrinya itu.
Keduanya pun sudah berada di atas tempat tidur mereka, dan entah sejak kapan tubuh keduanya dalam keadaan polos, dan hanya di tutupi oleh selimut.
__ADS_1
Saat ini Galaksi sudah berada di atas tubuh istrinya, dan saat ini ia tengah memainkan sumber kehidupan putranya, ia pun mulai menyesap sumber kehidupan putranya itu, yang mana dulu hanya dialah seorang, namun kini ia harus berbagi dengan putranya.
"Mas pelan-pelan," ucap Sky, lantaran Sky merasa suaminya itu agresif.
"Maaf sayang, maklum sudah lama, kamu tenang aku akan pelan-pelan," ujarnya.
Kini Galaksi pun mulai memasukan junior nya, ke sarang yang sudah lama tidak ia masuki.
Namun baru saja junior nya itu ingin masuk, tiba-tiba ...
Oeekkkk, oeekkkk, oeekkkk. Putranya menangis.
"Mas adek nangis, awas dulu," ucap Sky.
"Tapi sayang," ucapnya dengan melas.
"Mas adek nangis loh, awas." Sky pun mendorong tubuh suaminya itu ke samping.
Setelah itu ia pun beranjak ke box bayi tempat putranya tidur, setelah menggunakan jubah tidurnya, untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Cup, cup, cup. Adek kenapa, hm?" tanyanya, seraya menimang bayi nya.
Sementara di atas tempat tidur, Galaksi pun hanya bisa terpaku, ia pun menghela nafasnya.
"Sabar ya junior, maklum beginilah jika sudah memiliki anak," ucapnya seraya melihat ke arah miliknya yang tertutup oleh selimut.
"Sayang," rengek Galaksi dengan wajah memelas, lantaran hasratnya masih di ubun-ubun, belum tersalurkan.
Ia pun mencoba untuk memberikan ASI pada putranya, lantaran tadi putranya terbangun karena pup.
Bintang, anak dari Sky dan Galaksi pun langsung melahap sumber kehidupan nya.
Galaksi yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya, ia melihat anaknya itu begitu lahap menyantap ASI, sementara ia tidak diperbolehkan oleh istrinya untuk menyedot ASI nya.
"Sayang, mas boleh ya yang satunya," ucapnya dengan memelas.
Sky yang melihat suaminya memelas pun tak tega, ia pun membiarkan suaminya itu untuk melakukan apa yang dilakukan oleh putra mereka.
"Yes, terima kasih sayang," ujarnya.
Galaksi pun langsung mendekat ke arah istrinya, dan ia pun mulai menyantap sumber kehidupan putranya itu.
Namun baru saja ia hendak memasukan pucuk merah d**a istrinya itu, tiba-tiba sebuah kaki kecil menendang pipinya.
"Astag," ucapnya terkejut.
Sementara Sky ia hanya bisa menahan tawanya, "pppfffttt."
"Sayang," rengek Galaksi.
__ADS_1
"Apa? Bukan aku loh, tapi putra mu," ucap Sky.
Galaksi pun melihat ke arah putranya yang tengah asik menyusu itu, ia melihat mata putranya yang kerung, seakan-akan marah pada dirinya.
"Hey boy! Kenapa kamu menendang pada, hm?" tanyanya pada sang anak, dengan gemas.
"Kau tau, kepala papa ini pusing lantaran kamu mengganggu kegiatan papa sama mamah, apalagi junior nya papa masih tegak. Ayolah kamu cepat tidur, agar papa sama mamah bisa berduaan," ucap Galaksi, seraya menunjukkan wajahnya yang melas pada putranya.
Berharap anaknya itu akan mengerti, dan segera tidur.
Namun sayang anaknya itu malah memalingkan matanya menghadap ke arah Sky.
Dan hal itu berhasil membuat tawa Sky pecah.
"Hahaha," tawanya.
"Sayang," rengek Galaksi.
"Kalian tega," lanjutnya, ia pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur, lalu ia pun mulai menggulingkan tubuhnya ke kanan, dan ke kiri, beruntung tempat tidur itu besar.
"Apa sih mas, kamu kaya anak kecil deh," ucap Sky melihat aksi tak terduga suaminya itu.
Sky pun kembali menatap ke arah putranya yang masih asik menyusu itu, ia melihat mata anaknya mulai terpejam.
"Nih adek sudah tidur, kamu jangan berisik," ujarnya pada sang suami
"Benarkah?" tanya Galaksi seraya duduk.
"Iya, mangkanya jangan bersisik," jawabnya.
"Oke-oke."
Tak lama, Bintang pun kembali tertidur, Sky pun segera menaruh anaknya ke box bayi.
"Sayang cepetan," ucap Galaksi saat istrinya itu sudah menidurkan anak mereka di box bayinya.
"Iya mas sabar."
Sky pun duduk kembali di tempat tidurnya, dan Galaksi pun langsung mengeksekusi istrinya itu.
Akhirnya Galaksi pun bisa mendatangi istrinya itu setelah sekian lama, dan yang lebih penting kali ini tidak ada gangguan dari si kecil.
...***...
Maaf jika banyak typo🙏
Oh ya, aku cuman mau kasih tau, mungkin hari ini aku cuman bisa update satu bab.
Tapi aku masih akan usahakan untuk update dua bab lagi hari ini.
__ADS_1
Terima kasih, kalian sudah mau baca🙏💚