
Di mansion, kini Galaksi dan Sky baru saja melaksanakan ibadah.
Tak lama handphone milik Galaksi berdering.
"Sayang, mas angkat telepon dulu," ucapnya.
"Iya mas," ujarnya.
Sky pun membereskan perlengkapan sholat mereka.
Sementara itu Galaksi, menuju ke balkon, untuk mengangkat panggilan telepon dari Mike.
"Halo Mike, ada apa?" tanyanya saat sambungan telepon itu diangkat.
" ... "
"Apa!! Tapi bagaimana bisa?"
" ... "
"Mike kamu cari sampai ketemu."
" ... "
"Hm."
Tut. Panggilan itu pun terputus.
"Siapa orang yang berani main-main denganku!" gumamnya setelah ia mematikan telepon.
"Ada apa mas?" tanya Sky.
"Sayang, kemari lah," ucapnya, Sky pun menurut, ia menghampiri suaminya itu.
"Ada apa?' tanya Sky lagi.
"Huffstt, aku mendapatkan kabar dari Mike. Bahwasanya mobil yang membawa Monica itu ditebak oleh truk, dan Monica tidak ada di sana," jawabnya.
"Kok bisa."
"Aku juga gak tau, tapi yang jelas, tidak ada yang tau kejadian itu ... Lantaran jalanan yang polisi lewati itu sepi. Tapi kamu tenang saja, Mike dan beberapa Anka buah ku, serta beberapa polisi akan menyelidiki kasus ini, dan mereka akan mencari siapa yang membawa Monica pergi."
"Tapi mereka semua baik-baik saja kan? Maksudku, mereka tidak ada yang meninggal?"
"Menurut penjelasan Mike tadi, mereka terluka parah, dan Alhamdulillah nya tidak ada yang meninggal."
"Alhamdulillah, kalau begitu."
"Yasudah, sebaiknya kita makan siang."
Mereka pun turun ke bawah, untuk makan siang.
Hari pun terus berlalu, namun belum ada kejelasan mengenai dimana keberadaan Monica, dan siapa yang telah membawa Monica pergi.
Para polisi dan Mike pun memutuskan untuk menghentikan pencarian Monica, biarlah dia berada di mana, yang penting Monica tidak menggangu keluarga kecil Galaksi lagi.
Dan untuk para polisi yang terluka pun, sudah dinyatakan sembuh, dan sudah kembali bertugas.
__ADS_1
...***...
Ditempat lain, orang yang dicari-cari kini berada di sebuah rumah yang letaknya terpencil.
"Kapan kita akan menyerang mereka? Aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan mereka semua," ucap Monica menggebu-gebu.
Kini ia tengah duduk di pangkuan seorang pria yang telah menolongnya.
Saat Monica sadar, pria itu mengajukan kerjasama untuk menghancurkan Galaksi.
Monica yang memiliki dendam, dan juga kebencian terhadap Sky pun menyetujui kerjasama yang ditawarkan oleh pria, yang mengaku sebagai musuh dari Galaksi itu.
Kini keduanya tengah berada di ruangan pribadi milik pria itu.
"Sabar baby, ini belum waktunya, jika waktunya sudah tepat maka kita akan menghancurkan mereka semua," ujar pria itu.
"Baiklah, aku tidak sabar, menyaksikan kehancuran mereka," ujar Monica.
Lantas ia pun mencium bibir pria itu, dan pria itu pun menyambutnya dengan senang hati.
Ya, Monica di bawa oleh salah satu musuh Galaksi, yang bernama Arthur.
Anak dari seorang mafia, yang telah di bunuh oleh Galaksi.
Jika kalian ingat tentang kejadian Monica yang terkena tambakan untuk melindungi Galaksi, mafia itu adalah ayah dari Arthur sekaligus sugar Daddy nya Monica.
Arthur yang kala itu tengah mengawasi anak buah nya untuk mengirimkan obat-obatan terlarang di dermaga, mendengar kabar bahwa ayahnya dan juga seluruh anak buah dari klan ayahnya telah dihabisi oleh Galaksi pun menjadi marah.
Ia pun berencana untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya, namun niat itu harus ia tunda, sampai ia memiliki anak buah yang cukup banyak untuk menyerang Galaksi dan juga anak buahnya.
Arthur tau, meski Galaksi sudah tak menjadi seorang mafia, namun anak buahnya masih setia ikut bersamanya.
Dan untuk Monica sendiri, sebenarnya dia hanya memanfaatkannya.
Karena ia juga memiliki dendam terhadap wanita itu, gara-gara wanita itu, ibunya menjadi pendiam, kala mengetahui bahwa ayahnya memiliki sugar baby.
...***...
Satu bulan kemudian.
Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat, dan saat ini usia kandungan Sky sudah memasuki usia empat bulan, dan Minggu depan ia dan sang suami akan mengadakan acara empat bulanan.
Dan malam ini, mereka kedatangan tamu, yaitu Riri.
Bukan tanpa alasan Riri datang, sebab ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Mike.
Di sini lah mereka, duduk di ruang tengah yang ada di mansion.
"Ada apa?" tanya Galaksi pada Mike.
"Saya ingin menyampaikan sebuah pengakuan yang penting, tuan," jawabnya.
"Apa itu?"
"Saya ingin ijin untuk menikah," jawabnya.
"Benarkah, dengan siapa? Apa dengan Riri?" tanya Sky.
__ADS_1
"Benar," jawab Mike, seraya menatap ke arah Riri dan juga tersenyum manis.
"Lalu, untuk apa kamu minta ijin padaku. Bukankah, seharusnya kamu meminta ijin pada kedua orang tua Riri?" tanya Galaksi.
"Untuk itu, saya sudah meminta ijin pada kedua orang tuanya. Dan saya meminta ijin pada anda, lantaran hanya anda keluarga yang saya miliki," jawabnya.
"Oh asisten Mike, kau manis sekali," ucap Sky.
"Sayang! Jangan puji Mike manis, aku tidak suka," rajuk Galaksi.
"Dasar pencemburu," ucapnya.
"Apa kamu yakin asisten Mike? Maksudku, kalian kan beda," ucap Sky sekaligus bertanya.
"Saya sudah yakin nyonya, jadi sebab itu saya bilang pada kalian, saya ingin kalian menemani saya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat."
"Maa syaa Allah, baiklah kami akan mendampingi mu," ujar Sky.
"Terima kasih nyonya."
"Jangan panggil aku nyonya, panggil saja Sky, bukankah tadi kamu bilang kita ini keluarga."
"Akan saya usahakan."
"Jangan diusahakan, tapi harus."
"Yang dikatakan istriku benar Mike. Seharusnya kamu juga jangan panggil aku tuan," ujar Galaksi.
"Dan kamu juga seharusnya memanggil asisten Mike dengan sebutan kakak," ucap Sky.
"Benar apa yang kamu katakan, tapi suamimu ini sudah terbiasa memanggil Mike dengan namanya saja, tanpa embel-embel kakak ataupun yang lain. Sama seperti mu, yang sudah terbiasa memanggil Mike dengan sebutan asisten Mike," ujar Galaksi.
"Tidak apa kan Mike, jika aku memanggil mu dengan sebutan nama mu, tanpa embel-embel kakak atau yang lainnya? Karena jujur, aku sudah terbiasa akan hal itu," ucapnya pada Mike.
"Tak apa tuan, saya mengerti."
"Hey kamu jangan panggil aku tuan, panggil saja dengan nama ku, sama sepertiku yang memanggil mu dengan nama."
"Tapi saya pun sudah terbiasa memanggil anda dengan sebutan tuan."
"Huh, baiklah. Seterah kau saja."
"Lalu kapan kamu akan melaksanakan yang kamu katakan tadi?" tanya Galaksi.
"Besok tuan."
"Oh baiklah, berarti setelah itu kamu akan disunat, bukan begitu?" tanyanya dengan mengejek.
"Hm." Mike pun hanya berdehem, karena ia tau apa yang ditanyakan oleh Galaksi.
"Baik, sudah diputuskan bahwa besok Mike akan disunat, dan Minggu depan akan ada acara empat bulanan untuk calon anakku," ujar Galaksi.
"Dan juga syukuran untuk Mike," saut Sky.
"Kamu benar istriku, syukuran untuk Mike yang akan disunat," ucapnya dengan terkekeh.
"Huh, kau ini," ujar Sky, lantaran tak habis pikir dengan suaminya itu.
__ADS_1
Mereka pun mulai membahas apa yang nanti akan diperlukan.