
Dua hari setelah resepsi pernikahan Mike dan Riri, kini mereka tengah berkumpul bersama di taman belakang mansion yang ditempati oleh Galaksi dan Sky.
Mereka berlima pun berbincang bersama, sambil meminum teh dan juga beberapa cemilan.
"Oh ya Mike, kapan kalian akan pergi bulan madu? Ingat itu ada tanggal kadaluarsa nya loh," ucap Galaksi sekaligus bertanya, ia pun meletakkan cangkir teh nya, setelah meminum nya.
"Rencananya besok lusa, kami akan berangkat," jawabnya.
"Ohhh baguslah."
Ya, Galaksi dan Sky memberi kado pernikahan pada Mike dan Riri, berupa tiket berbulan madu ke negara Eropa, tepatnya negara Prancis.
"Sayang, kamu tenang, jika kamu sudah melahirkan anak kita, aku pasti akan bawa kamu keliling Eropa, sekalian honeymoon kita yang kedua," ucap Galaksi pada istrinya, pasalnya ia baru teringat bahwa ia belum pernah mengajak istrinya itu pergi ke luar negeri, jangankan luar negri, jalan-jalan dalam negri saja, ia belum pernah mengajak istrinya itu.
"Jika kita pergi berdua, lalu anak kita sama siapa nantinya?" tanya Sky.
"Tentu saja sama paman mu, kita titipkan baby kita sama pamanmu saat kita berada di Itali nanti, benar begitu tuan Steven?" jawabnya sekaligus bertanya pada Steven dengan senyum mengejek.
"Dasar tidak tau diri, memangnya aku ini penitipan bayi apa," ucap Steven.
"Oh, jadi kamu tidak mau menjaga anak dari keponakan mu sendiri, begitu? Sayang lihatlah paman mu, dia tidak saya pada anak kita," adu Galaksi pada Sky.
"Hey! Bukan be ... "
"Paman jahat, ternyata paman tidak sayang sama anak ku, aku kesal sama paman," ucap Sky pura-pura merajuk.
"Hey, sweetheart. Bukan begitu maksud paman sayang, tentu saja paman sayang pada anakmu, tadi paman hanya bercanda saja," ujar Steven.
__ADS_1
"Jangan marah ya," ucapnya lagi.
"Sayang jangan dengarkan paman mu, paman mu berbohong," bisik Galaksi namun masih bisa didengar.
"Hey kau!! Sweetheart, jangan dengarkan suamimu ini, dia berbicara yang tidak-tidak, semua ini gara-gara kamu, lihat keponakan ku yang tersayang marah padaku," ujar Steven seraya menatap tajam Galaksi.
Sementara Galaksi, ia tak perduli, dan lebih memilih merangkul istrinya itu dibanding mendengarkan ocehan dari Steven.
Sementara Mike dan Riri, mereka berdua hanya diam saja, mendengar dan menonton keributan antara Steven dan Galaksi.
Malam harinya, di kamar Galaksi dan Sky, kedua pasturi itu, tengah duduk di atas tempat tidur mereka.
Dengan Galaksi yang bersandar di kepala ranjang, sementara Sky, ia bersandar di dada bidang suaminya yang tidak memakai baju itu.
Mereka berdua tengah bercerita tentang apapun, bahkan hal rendom pun mereka ceritakan.
Ya, calon bayi mereka tengah menendang di dalam perut.
"Sayang, apa kamu merasakannya? Anak kita menendang," ucapnya dengan mata berbinar.
"Iya mas, aku merasakannya," ujar Sky.
"Awww, dia menendang lagi, dan kali ini tendangan nya cukup kencang," ujar Sky lagi.
"Hey baby, jangan buat mamah mu sakit ya," ucap Sky di depan perut istrinya itu, tangannya pun tak berhenti diam, tangannya itu terus bergerak mengelus perut buncit istrinya.
Tak lama, Galaksi pun kembali merasakan tendangan dari bayi nya, seakan-akan anaknya itu mengerti apa yang diucapkan.
__ADS_1
"Sayang, dia menendang lagi," ujarnya dengan mata berbinar, pada istrinya itu.
Sky yang melihat suaminya yang bahagia itu pun, ikut merasa bahagia, Sky berdo'a, semoga keluarga kecilnya selalu di berikan kebahagiaan, dan semoga tidak ada hal yang buruk menimpa keluarga kecilnya itu.
"Apa sayang? Kamu ingin dijenguk oleh papah?" tanya Galaksi pada calon anaknya itu.
"Kalau begitu, kamu harus meminta ijin pada mamah mu dulu, baru papah akan menengok mu," ucap Galaksi.
Dan anak mereka pun kembali merespon dengan tendangan-tendangan kecil.
"Sayang, kamu liat kan, anak kita ingin ditengok oleh papahnya," ujar Galaksi pada istrinya itu.
"Ck, itu mah mau nya kamu mas, bukan anak kita," ucap Sky.
"Hey sayang, aku tidak berbohong, anak kita lah yang menginginkan aku menjenguknya, apa kamu tidak merasakan tendangannya tadi."
"Iya aku merasakan nya, kan dia ada di dalam perut ku."
"Jadi, boleh kan, aku menjenguk anak kita?" tanyanya dengan senyum semanis mungkin.
"Jika aku menolak, apa kamu terima?" tanya Sky.
"Tentu saja tidak, aku akan tetap mendatangi mu," jawabnya.
"Jadi kalau begitu, kenapa kamu meminta ijin padaku?"
"Ya ... Anggap saja itu sebagai promalitas."
__ADS_1
Setelah itu, Galaksi pun langsung menjenguk calon anak mereka, dan Sky pun hanya bisa pasrah.