Suami Misterius

Suami Misterius
Kemarahan Galaksi.


__ADS_3

Sementara itu di mansion Galaksi, kini semua orang tengah sibuk mengembalikan cctv yang tiba-tiba mati itu.


Dan bukan hanya itu, tiba-tiba sinyal internet di sekitar mansion pun tidak ada.


Dan hal itu berhasil membuat Galaksi cemas tentang istrinya, apalagi sekarang istrinya itu belum pulang.


"Bagaimana, apa sudah bisa?" tanya Galaksi, saat ini ia dan Mike tengah berada di markas yang ada di mansion, tepatnya di bawah tanah yang berada di gudang, di halaman belakang.


"Kami masih mengusahakan nya tuan," jawab seseorang yang sedang mengembalikan cctv agar bisa pulih kembali.


"Tuan gawat," ucap seseorang yang baru saja tiba di sana.


"Ada apa?" tanya Mike.


"A- anu tuan ... "


"Cepat katakan yang jelas ada apa?!" ucap Galaksi dengan nada tinggi nya.


"Saya mendapat kabar, bahwa anggota kita yang dikirim untuk mengawasi nyonya, mobilnya meledak secara tiba-tiba," ucap pria itu.


"Apa!!! Lalu apa kamu tau, keberadaan istriku dan juga Lily?" tanya Galaksi.


"Saya ... "


"Mohon maaf mengganggu, tuan Steven ingin bertemu dengan anda," potong salah satu pria lagi yang masuk kedalam.


"Hm baiklah, Mike kau tetap pantau terus," ujarnya


"Baik."


Galaksi pun pergi dari sana, dan pergi menemui Steven.


Pada saat di dalam mansion, ia melihat Steven yang tengah menggendong Lily yang tak sadarkan diri, ditambah lagi wajahnya terdapat luka lebam dibeberapa tempat.


Dan hal itu, berhasil membuat Galaksi semakin cemas tentang istrinya itu.


"Ada apa dengan dia?" tanya Galaksi.


"Aku juga tidak tau, aku menemukan dia dalam keadaan tidak sadarkan diri, di jalan menuju mansion mu," jawab Steven.


"Apa? Lalu dimana istriku berada?" tanyanya dengan cemas.


"Apa maksud mu? Bukankah Sky bersama denganmu?"


"Tidak, pagi tadi dia meminta ijin untuk pergi jalan pagi di taman kota bersama Lily, aku tidak bisa ikut dengannya, lantaran cctv yang aku pasang mati secara tiba-tiba, ditambah lagi sinyal internet di area sini tidak ada," jelasnya.


"Apa? Tapi bagaimana bisa, bukankah kamu pernah mengatakan bahwa cctv itu hanya kamu dan Mike yang tau, tapi bagaimana bisa ada orang yang tau."

__ADS_1


"Itu dia, aku juga tidak tau, sepertinya ada seseorang yang diam-diam mengawasi gerak-gerik ku."


"Jika begitu, itu artinya ada yang menculik Sky," ucap Steven.


"Jika benar, tidak akan aku biarkan di lolos, bila perlu aku akan menghabisinya," ujar Galaksi dengan rahang yang mengeras.


"Aku akan membantumu mencari dimana keberadaan keponakan ku, tapi sebelum itu katakan dimana kamar wanita ini, sungguh dari tadi aku berat menggendong nya," ucap Steven.


"Dari tadi kau menggendongnya? Kenapa tidak kamu tidurkan di sofa terlebih dahulu bodoh," ujar Galaksi.


"Sudahlah hari ini aku tidak mau bertengkar denganmu, saat ini yang lebih penting, mencari dimana keponakan ku berada, cepat katakan dimana kamarnya?"


"Heh, bukankah kamu sudah tau dimana letak kamarnya," ucap Galaksi dengan senyum ejeknya.


Entah apa maksud dari ucapnya itu, hanya dialah yang tau.


"Apa maksud mu? Sungguh aku tidak mengerti?" tanya Steven.


Galaksi yang mendengar pertanyaan Steven itu pun hanya tersenyum mengejek. "Maksudku, bukankah kamu sering menginap disini, jadi kamu pasti sudah tau dimana dia tidur, kamu juga tau kan dimana kamar Mike berada," jawab Galaksi.


"Ah ya, kamu benar. Kenapa aku bisa lupa," ucapnya, lantas Steven pun langsung menuju lantai dua yang dimana kamar Lily berada.


Sementara Galaksi ia duduk di sofa, ia pun mengusap wajahnya yang kasar.


Tak lama Steven pun kembali ke bawah.


Galaksi pun berdiri dari duduknya, saat mereka hendak pergi, Mike datang menghampiri.


"Tuan, ada kabar baik. Semua cctv sudah kembali beroperasi, dan sinyal pun sudah ada. Dan ada satu hal, Lily menghubungi saya beberapa kali, tapi lantaran tidak ada sinyal sehingga saya tidak menjawabnya, bahkan dia pun menghubungi beberapa anggota kita," jelas Mike.


"Benarkah," ucapnya, Galaksi pun mengambil handphone-nya yang berada di saku celananya.


Saat ia periksa handphone-nya, di sana terdapat panggilan dari Lily dan juga istrinya, lalu ada pesan dari istrinya itu.


Saat membaca pesan istrinya itu, Galaksi pun menjadi marah.


"Kurang ajar, siapa yang berani-beraninya menyakiti istriku! Tidak akan aku biarkan mereka hidup, Steven ayo kita segera ke sana!"


"Ayo."


"Tuan apa boleh saya ikut?" tanya Mike.


"Tidak Mike, bukankah istrimu membutuhkan mu? Dan aku mohon, jangan pulang ke panthouse mu dulu, aku titip mansion dan juga Lily," ujar Galaksi.


"Dan ya, panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Lily," ujarnya lagi.


"Baik tuan."

__ADS_1


"Kau tenang saja Mike, aku sudah menghubungi anak buahku untuk membantu kita, dan sebagian akan membantu mu untuk menjaga mansion ini, mungkin mereka akan sampai malam ini," ujar Steven.


Ya, Steven menyuruh beberapa anak buahnya untuk datang membantu mencari keponakannya itu, dengan menggunakan pesawat pribadi miliknya, lantaran ia sangat yakin bahwa yang menculik keponakannya itu adalah mafia, bukan orang biasa.


"Ayo kita pergi," ajak Steven pada Galaksi.


Steven dan Galaksi pun pergi ke tempat dimana Steven menemukan Lily yang tak sadarkan diri, siapa tau di sana mereka dapat menemukan sebuah petunjuk.


Sementara Mike dan yang lainnya, ditugaskan menjaga mansion, tapi ia pun berusaha untuk membantu Galaksi mencari keberadaan Sky.


***


Saat ini Galaksi dan Steven, sudah berada di lokasi tempat Steven menemukan Lily yang tak sadarkan diri itu.


"Itu adalah mobil yang ditumpangi oleh Sky waktu lagi," ucap Galaksi ketika mereka baru turun dari mobil.


"Benarkah, tapi seperti tidak terjadi sesuatu, bahkan kondisi mobilnya pun tidak ada yang rusak," ujar Steven.


"Entahlah, sebaiknya kita lihat, siapa tau ada sesuatu yang penting."


Mereka berdua pun memutuskan untuk melihat mobil yang ditumpangi Sky tadi pagi.


Saat berada di mobil, Galaksi pun langsung melihat kedalam mobil, dan di sana ia menemukan handphone milik istrinya itu yang tergeletak di bawah mobil bagian depan.


Galaksi pun mengambil handphone milik istrinya itu.


"Ini adalah handphone milik istriku," ucapnya.


"Lalu kenapa tidak ada satupun petunjuk, mengenai siapa orang yang menculik istri ku!" ucapnya dengan geram.


"Sabarlah, kita pasti tau siapa yang menculik Sky, dan aku yakin penculik itu berasal dari sebuah klan mafia. Tidak mungkin seorang preman."


"Kau benar."


"Tunggu, bukankah itu anak buah?" tanya Steven yang melihat beberapa anak buah Galaksi sedang memadamkan api.


"Tunggu, apa terjadi ledakan tadi?" tanya Steven yang melihat ada kobaran api yang berada tak jauh dari sana.


"Ya, tadi ada yang mengabari ku, bahwasanya orang-orang yang aku tugaskan untuk mengawasi istriku, mobilnya meledak," jawab Galaksi.


"Apa? Kalau begitu ayo kita lihat ke sana, siapa tau kita mendapatkan sesuatu dari sana," ajak Steven.


Galaksi pun mengikuti paman dari istrinya itu yang sudah jalan lebih dulu.


Beruntung di sana tidak ada bangunan, di sana hanya ada lapangan dan juga beberapa pohon rindang.


Dan beruntung anak buah Galaksi sudah memadamkan apinya, sehingga api itu tidak mudah tersebar.

__ADS_1


Ya, orang yang memberitahukan Galaksi bahwa beberapa anggota mereka yang ditugaskan untuk mengawasi Sky, tadi melihat ada sebuah mobil yang terbakar, pada saat mereka hendak pergi ke suatu tempat, dan satu orang kembali ke mansion guna memberi tau pada Galaksi.


__ADS_2