
"Sayang, kamu sedang masak apa?" tanya Galaksi, seraya memeluk istrinya itu dari belakang, ia pun mengelus perut istrinya itu.
"Aku sedang masak ayam goreng mas," jawabnya.
"Ini apa sayang, aroma nya wangi sekali?" tanya Galaksi saat ini ia melihat masakan istrinya yang sudah jadi itu.
"Oh itu, itu sayur sop mas," jawabnya.
"Masakan kamu wangi-wangi sayang, aku tidak sabar makan masakan kamu lagi," ujar Galaksi.
"Ya, salah sendiri kamu melarang aku untuk masak saat di mansion," ucap Sky.
"Ya karena aku gak mau kamu kecapean sayang."
Ya, semenjak istrinya itu dinyatakan hamil oleh dokter, Galaksi melarang istrinya itu untuk memasak ataupun membantu para koki masak.
Namun kali ini, Galaksi tak berbuat apa-apa, bahkan dia tak melarang istrinya itu untuk masak, lantaran saat ini mereka berada di desa tempat tinggal Sky, ditambah lagi mereka hanya tinggal berdua di rumah mendiang kakeknya Sky.
Jadi, mau tak mau, Galaksi pun memperbolehkan istrinya itu memasak.
Sky pun selesai menggoreng ayam.
"Itu untuk siapa sayang?" tanya Galaksi ketika melihat istrinya itu memasukkan sebagian makanan yang dimasak oleh Sky kedalam rantang kecil.
"Ohh ini untuk pak supir, masa ia pak Agus gak kita kasih makan, mas," jawabnya.
"Lalu kamu yang mengantarkannya?"
"Ya kalau mas gak keberatan."
"Mas keberatan, biar mas yang hubungi dia saja, dan menyuruhnya untuk mengambilnya sendiri."
"Ya udah, kalau gitu cepat hubungi, mumpung masih anget."
Galaksi pun menurut, ia pun segera menghubungi pak Agus, supir yang bekerja di mansion nya.
"Sudah?" tanya Sky, saat melihat suaminya itu memasukkan kembali handphone-nya kedalam saku celana suaminya.
"Hm, ayo kita makan." Galaksi pun duduk di atas lantai yang beralaskan karpet kecil itu.
Ya, di rumah Sky tidak ada meja makan, sehingga dia dan suaminya makan dengan duduk lesehan di lantai.
Tak lama pintu rumah pun diketuk, dan ada seseorang mengucapkan salam.
Sky pun melangkah menuju pintu rumah, ia pun membuka pintu itu, setelah membalas salam dari orang yang mengetuk pintunya.
"Pak Agus," ucapnya.
"Maaf nyonya, saya diminta untuk datang kemari oleh tuan."
__ADS_1
"Ohh iya, tadi suami saya menghubungi pak Agus, mari masuk dan tunggu, saya mau mengambil sesuatu."
"Tidak nyonya, terima kasih. Tapi saya tunggu disini saja."
"Oh, yasudah kalau begitu tunggu ya pak."
Sky pun kembali masuk, guna mengambilkan makanan untuk pak Agus.
Tak lama Sky pun kembali, dengan membawa rantang yang berisi makanan, lalu ia pun memberikannya pada supirnya itu.
"Ini untuk bapak makan siang, maaf kalau makanan nya kurang atau gak enak," ucap Sky seraya memberikan rantang yang berisi makanan itu.
"Wah terima kasih banyak nyonya, seharusnya nyonya tidak perlu repot-repot."
"Tidak apa pak."
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, kalau begitu saya permisi, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumusalam." Sky pun menutup kembali pintu setelah pak Agus pergi dari sana.
Ia pun kembali ke ruang tengah, yang dimana di sana suaminya sudah menunggunya.
"Maaf ya, mas pasti lama menunggunya."
"Tidak apa, ayo sebaiknya kita makan."
...***...
Dua hari kemudian.
Sudah dua hari Galaksi dan Sky berada di desa, dan besok mereka akan kembali ke kota, lantaran Galaksi harus bertemu dengan kolega bisnisnya yang datang dari London.
Selama berada di desa, Sky mengajak Galaksi ke sawah, untuk melihat orang-orang yang sedang panen padi.
Selain itu, ia juga mengajak suaminya pergi ke kebun teh, membeli jajanan, pergi ke pasar malam, dan masih banyak lagi.
Selama di desa pula, Sky masih meminta suaminya itu untuk membelikannya ini dan itu, lantaran ia sering ngidam sesuatu.
"Sayang," panggil Galaksi pada istrinya itu yang asik memainkan roti sobeknya.
"Iya mas," ujar Sky seraya mendongak ke wajah suaminya itu, namun tangannya masih asik memainkan roti sobek suaminya itu.
"Besok beneran gak pa-pa kita kembali ke kota?" tanyanya.
"Iya gak pa-pa, mas," jawabnya.
"Tapi kalau kamu masih ingin disini, mas akan bilang sama Mike untuk menggantikan mas bertemu dengan kolega mas," ucapnya.
"Jangan mas, kasihan dong sama koleganya mas, masa dia jauh-jauh dari London, tapi mas malah gak nemuin nya. Lagi pula, kasihan Mike karena mas terus saja menyuruh dia menggantikan mas."
__ADS_1
"Baiklah, jika kamu tidak masalah, besok kita akan kembali ke kota. Yaudah lebih baik kita tidur, jangan terus mainin perut mas, nanti mas gak tahan gimana?"
"Ihhh, itu mah mas nya aja yang emang mesum."
"Mesum sama istri sendiri gak masalah dong."
"Hm."
"Hahaha, kamu gemesin banget sih," ucapnya seraya menarik hidup mancung Sky.
"Mas," rengek nya.
Galaksi pun kembali tertawa, kemudian ia pun menarik istrinya itu kedalam pelukannya.
Sky pun mulai menghirup aroma khas tubuh dari suaminya itu.
Meraka pun mulai memejamkan mata mereka, dan mulai memasuki ke dunia mimpi.
Paginya, kini mereka tengah berada di dalam perjalanan menuju kota, namun sebelum itu, Sky meminta sang supir untuk berhenti di tempat oleh-oleh.
Ia ingin membeli oleh-oleh untuk para pekerja yang bekerja di mansion suaminya itu.
Setelah selesai membeli oleh-oleh, supir pun kembali melajukkan mobilnya.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka pun tiba di mansion, pada malam hari.
Galaksi dan Sky pun turun dari mobil, sementara supir dan beberapa bodyguard yang bertugas menjaga mansion itu membantu membawakan barang-barang milik majikan mereka itu.
"Assalamu'alaikum," ucap Sky, meski tak ada yang menjawab, lantaran para pelayan sudah berada di paviliun, dan Lily dan Mike mungkin berada di kamar mereka masing-masing.
"Tuan," panggil Lily yang baru saja turun dari lantai dua.
Lily yang hendak mengambil air minum pun mengurungkan niatnya, lantaran ia melihat tuan dan nyonya nya sudah ada di mansion.
"S- Sky," ucapnya yang masih gugup, lantaran ia disitu masih ada Galaksi, jika tidak ada mungkin Lily memanggil Sky tanpa gugup.
"Tuan ada yang bisa saya bantu?' tanyanya.
"Kamu ambil oleh-oleh ini, dan besok bilang ke pak Sam untuk membagikan oleh-oleh ini ke semua orang yang bekerja di mansion ini," jawabnya.
"Baik tuan."
"Saya ayo kita ke kamar, kamu pasti leleh."
"Iya mas."
Galaksi dan Sky pun pergi ke kamar mereka, sementara Lily memerintahkan para bodyguard tadi untuk menaruh oleh-oleh yang dibawa tuannya ke dapur, bodyguard itu pun menurut, mereka pun membawa beberapa kantong yang berisi oleh-oleh itu ke dapur.
Setelah itu, mereka pun keluar, dan Lily pun kembali ke kamarnya setelah mengambil air minum.
__ADS_1