
5 hari sudah aku dan anakku di rawat di rumah sakit...
Dan hari ini kami sudah di perbolehkan pulang... Aku pulang bersama mas Rizki....
"Ayo sayang... Kita pulang... "Ucap mas Rizki
"Iya... "Ucapku cuek...
Mas Rizki menenteng tasku sedang aku menggendong anak laki- laki ku.... Mas Rizki mencoba menuntunku ... Tapi aku terus menolak..
"Aku bisa jalan sendiri... "Ucapku saat tangan mas Rizki memeluk pinggangku
"Sayang.... Mas cuma gak ingin kamu dan anak aku kenapa- napa.... Tolong sayang... Biar kan mas menjalankan tugas mas sebagai seorang suami dan seorang ayah... "
"Aku bisa... Udah lah mas... Aku juga gak akan menyelakakan anak kita... "Ucapku lirih dan berlalu
Entah sejak kejadian itu... Sungguh sulit hati ini melunak... Walau aku tau suamiku tak bersalah... Tapi rasa sakit ini masih saja terasa...
Mas Rizki hanya menghela nafas... Dan mencoba bersabar...
Dia membukakan pintu mobil untuk ku.... Aku masuk tanpa berkata apa- apa...
Mas Rizki melajukan mobilnya dengan pelan...
Keheningan mulai merayapi kita berdua... Aku terus menatap lurus... Tanpa menoleh ke mas Rizki....
"Sayang... Kita beli makan dulu yah... Buat kamu nanti minum obat di rumah... "Ucap mas Rizki memecah keheningan diantara kita...
"Terserah... "Ucapku masih saja kaku...
Mas Rizki hanya bisa diam tanpa banyak tanya... Dia menghentikan mobilnya di restoran nasi soto kesukaanku...
__ADS_1
"Kamu ikut atau ada di sini saja sayang... "
"Disini saja... "
"Ya sudah... Mas masuk dulu... Kamu tunggu di sini yah sayang... "Ucap mas Rizki sambil tersenyum
Aku hanya diam tanpa membalas senyumannya... Saat dia berlalu... Aku merasa sangat bersalah... Aku menitihkan air mata...
"Maaf mas... Tapi aku masih sakit hati dengan perlakuan ibu mu.... Maafin aku mas... Hiks.. Hiks... "Ucapku lirih
Aku terus menyeka air mataku yang sudah mengalir deras membasahi selimut bayiku.... Tapi dia masih saja tidur di gendonganku yang hangat... Saking sedihnya... Sampai aku tak sadar kalau mas Rizki sudah selesai dan masuk.... Seketika aku menghentikan tangisku...
"Sayang.... Kamu nangis.... Kamu kenapa??? ... Apa kamu merasa sakit... Apa perlu kita ke rumah sakit lagi sayang... "
Aku hanya diam tak menjawab
"Sayang jangan hanya diam... Apa mas buat salah lagi sama kamu.... Tolong sayang jawab... . Jangan buat mas bingung... "Ucap mas Rizki...
Mas Rizki hanya bisa menatapku..... Tanpa menjawab pernyataanku... Dia lajukan mobilnya
Sesampainya di rumah... Mas Rizki dengan sigap membukakan pintu mobil dan membantuku turun...
Aku hanya diam... Tanpa berkata...
Aku langsung masuk dan bergegas ke atas.... Ku tatap kamarku itu yang sudah tertata rapi dengan hiasan bunga mawar dan juga ada box bayi dengan ucapan "Selamat datang ke rumah sayangku.... "
Aku hanya tersenyum melihat itu... Tak lama mas Rizki datang... Seketika senyumku lenyap.... Saat dia menghampiri ku.... Aku malah menjauh meletakkan bayiku di boxnya... Aku meletakkan dengan pelan... Ku selimuti agar tetap hangat... Diatas box itu sudah di lengkapi lampu agar bayiku tetap hangat...
Saat aku beres meletakkan bayiku...
Tiba- tiba tangan mas Rizki memelukku dari belakang... Dia menyendenkan tubuhnya di punggungku... Ku rasa hangat menjulur di punggungku
__ADS_1
"Sayang.... Maafin mas.... Jangan diemin mas kayak gini... Mas gak kuat sayang.... Mas tahu kamu marah sama ibu mas... Mas juga sayang.... Mas gak nyangka ibu mas bisa melakukan itu sama kamu.... Kamu mau mas melakukan apa biar kamu gak diemin mas kayak gini sayang... "Ucapnya
Kurasakan rembesan air mata suamiku yang jatuh ke punggungku
"Lepasin mas... Aku capek.... Aku mau tidur... "Ucapku... Walau sangat sulit untuk ku melepas pelukan mas Rizki... Karna sejujurnya aku juga merindukan pelukan suamiku itu...
"Gak mas gak akan melepasmu sayang.... Tolong sayang.... Kamu boleh pukul mas.... Tapi jangan pernah memalingkan wajahmu sayang.... Mas gak sanggup"
"Aku capek mas... Tolong Mengertilah... "Air mataku sudah tak terbendung lagi...
Seketika mas Rizki membalik badanku dan mendekapku dia menenangkan ku....
"Kamu jahat mas... Kamu jahat.... "Ucapku masih dalam tangisku
"Maaf syang.... Maaf... "
"Kenapa dulu ibu kamu setuju dengan pernikahan kita.... Kenapa dulu ibu kamu tak menolak saja... Dan menikahkan kamu sama Putri... Kenapa di saat aku sudah bisa memberikan nya cucu... Ibu kamu malah benci sama aku.... Aku salah apa sayang.... Aku salah apa.... Selama ini aku tak pernah lupa... Walau aku tak bisa mengunjunginya... Merawatnya saat sakit... Tapi aku selalu mendoakannya.... Aku sangat sayang sama ibu kamu... Aku sudah anggap ibu kamu... seperti ibu aku sendiri..... Aku bisa gila kalau terus begini mas... "Tangisku terus pecah dan membasahi baju mas Rizki
"Sayang.... Jangan pernah bilang seperti itu... Mas gak akan membiarkanmu gila.... Kamu gak salah.... Mas yang salah... Mas belom bisa meyakinkan ibu... Mas juga gak tahu kenapa ibu setega itu sama kamu.... Maafin ibu dan juga maafin mas..... Mas janji... Mas akan membuat ibu menyayangi mu.... Mas janji sayang... "Mas Rizki mencium ujung kepalaku
Aku hanya diam dan terus menangis di pelukan suamiku... Mas Rizki menggendongku menuju tempat tidur sambil terus memelukku... Tak terasa sudah setengah jam kami berpelukan... Membuatku tertidur di pelukan hangat suamiku....
.
.
.
.
Happy reading guys... Jangan lupa like komen dan vote juga.... Kasih bintang 5 ya...
__ADS_1