Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 39


__ADS_3

1 bulan telah berlalu begitu cepat...


Semenjak kejadian itu... Aku dan mas Rizki setiap hari menyempatkan diri untuk menjenguk anaku yang terbaring di tempat tidur abadinya... Kami selalu membawa bunga mawar sebagai oleh- oleh dari kami untuknya... Kami juga memberi hadiah surat yasin setiap hari...


"Semoga kamu tenang di sana anakku sayang... Walau bunda tak pernah tahu wujudmu... Tapi bunda sangat menyayangimu... I love u my little baby.. "Ciumku mendarat di batu nisan itu...


Mas Rizki tersenyum karna istrinya sudah merelakan kepergian anaknya... Walau harus jatuh bangun setiap harinya...


"Sayang ayo pulang... Sudah hampir magrib... "Ucap mas Rizki sambil membantu ku berdiri...


"Iya mas... " ucapku sambil terus memandang makam anakku itu...


Kami langsung pulang karna hari sudah mulai malam...


Sesampainya di rumah aku kaget karna ada dua orang yang menunggu kami dari tadi... Aku lihat ternyata kedua orang tuaku... Aku langsung berlari memeluk mereka dan bersalaman...


"Ibu... Bapak assalamualaikum... "Ucapku sambil menyium punggung tangan mereka


"Ibu... Bapak... Kapan ibu dab bapak sampai... Kog gak memberitahu kami kalau mau datang... " ucap mas Rizki ikut menyium tangan mertuanya itu..


"Ayo bu... Pak.. Masuk... "Ucap mas Rizki mempersilahkan masuk....


Aku gandeng ibu dan bapak untuk masuk ke rumah... Aku membuatkannya kopi dan teh hangat... Sedang mas Rizki menemaninya ngobrol...


"Ibu dan bapak apa kabar...??? Maaf kami jarang ke rumah... Soalnya kami sangat sibuk bu... "


"Alhamdulillah baik nak... Iya kalian tak pernah ke rumah... Makanya kami menyusul ke sini karna kami kangen sama kalian... " ucap ibu...


"Iya bu... Nanti ibu dan bapak menginap di sini saja... Kami juga masih kangen sama ibu... Lebih lagi aku bu.. " ucapku sambil membawa kopi dan teh untuk mereka...


"Silahkan di minum bu... "Ucap mas Rizki...


Mereka meminum kopi dan teh buatanku... Mas Rizki tak pernah sungkan sama ibu dan bapakku... Malah mas Rizki lebih akrab sama mereka... Dari pada sama ibunya sendiri... Gara- gara masalah kemaren...

__ADS_1


Aku menyuruh mereka untuk Sholat terlebih dahulu baru melanjutkan mengobrol


Kami melakukan kewajiban kepada sang Kholik... Pemilik semesta alam...


###########


Di ruang tamu kami berkumpul dan mengobrol ... Aku merasa lapar karna dari sore tadi aku belum makan... Aku mengajak mas Rizki ke dapur.....


"Mas aku laper... Ayo keluar beli makanan buat ibu dan bapak juga... "Ucapku


"Gak usahlah sayang... " ucapnya


"Kog gak usah... Kasihan tau ibu dan bapak... Pasti mereka laper.... Lagian aku juga laper mas... Emang mas gak laper "ucap ku terus nyerocos..


"Ihhh dengerin dulu dong sayang... Mending kita ajak ibu dan bapak makan di luar... Sekalian jalan- jalan.... Ibu dan bapak kan gak pernah ke sini sayang... Ini pertama kalinya bagi mereka ke sini... Gimana mau gak... "Ucapnya sambil memelukku dari belakang


"Ihhh mas lepas... Nanti ibu dan bapak kalau ke sini gimana... Malu tau... "Ucapku malu


Aku menuruti mas Rizki... Aku mengajak ibu dan bapakku untuk makan di luar... Dan menunggu mas Rizki di depan rumah...


"Mari bu.. Pak.. " Ucap mas Rizki membukakan pintu mobil untuk mertuanya itu...


Aku senang karna mas Rizki sangat menghormati dan menyayangi kedua ortunya itu...


"Gak salah ya pak kita milih mantu... Dia sangat baik... Dan sepertinya juga dia sangat sabar dan sangat menyayangi anak kita" ucap ibu kepada bapak saat mas Rizki membukakan pintu untukku...


Kami pun melaju ke depot jawa...


Sampai depot kami masuk dan duduk di bangku panjang untuk 4 orang...


"Ibu dan bapak mau pesen apa... "Ucap Mas Rizki


"Terserah kamu saja nak... "Ucap ibu..

__ADS_1


Mas Rizki memesan paket keluarga... Isinya nasi putih.. ayam goreng... Tempe goreng... Terong goreng... Plecing kangkung.. Telur dadar spesial... Cumi telor balado... Sambal terasi dan sambal pete...


"Monggo bu.. Pak .. dimakan" ucap mas Rizki


"Iya nak... Banyak banget nak pesennya... "Ucap ibu


"Harus habis lho bu... Pak... Gak boleh di bungkus... "Ucapku menggoda


"Waduhhh... Mosok harus habis ndok... "


"Hehehe monggo bu..diambil semuanya... Nanti kalau kurang bisa tambah lagi"ucap mas Rizki


"Udah nak segini saja belum tentu habis... "Ucap ibu


Ibu menyendokkan nasi buat bapak dan mengambil lauk yang tersaji di depan... Aku juga melakukan hal yang sama... Kami makan dengan nikmat... Karna bisa makan bareng - bareng sama ibu dan bapk...


Setelah makan... Kami masih jalan - jalan di taman indah... Kami sangat menikmati malam itu...


.


.


.


.


.


.


Happy reading guys... Jangan lupa like dan komen dan juga vote yah... Agar novel ini berkembang... Terima kasih sudah membaca novelku... Semoga sukses selalu...


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2