Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 76


__ADS_3

Dokter Anita keluar dari ruang UGD...


Mas Rizki langsung berdiri menghampiri dr. Anita..


"Bagaimana keadaan istri saya dok.. "


"Lebih baik kita bicara di ruangan saya saja pak... Karna ada yang ingin saya omongkan penting" Ucap dr. Anita berlalu dan di ikuti mas Rizki...


Sesampainya di dalam ruangan dr. Anita... Dia mengatakan yang sejujurnya...


"Maaf pak keadaan bu Difa sekarang sangat memprihatinkan... Kita harus memasang alat bantu nafas... Dan alat detak jantung di dalam tubuhnya... Bu Difa masih koma pak... Sepertinya dia tidak bersemangat untuk hidup... Detak jantungnya lemah begitupun denyut nadinya... Sebenarnya apa yang terjadi dengan bu Difa sampai beliau seperti ini... "


Ucap dr. Anita..


"Sebenarnya ini masalah pribadi dokter... Tapi karna dokter yang menangani istri saya dari dulu... Saya akan ceritakan... "Ucap mas Rizki


Mas Rizki mengucapkan semua hal yang terjadi...


"Ya Allah pak... Pantas saja bu Difa shock berat... Ini tidak akan baik untuk kesehatan anak dan ibunya... Kalau kejiwaan ibunya terganggu akan berakibat buruk sama anaknya juga pak... "Ucao dr. Anita shock...


"Trz apa yang harus saya lakukan dok... Saya benar- benar bingung... Saya gak mau istri dan anak saya bermasalah... Tolong bantu saya dok" Ucap mas Rizki menangis


"Kita hanya bisa berdoa saja pak Rizki... Semoga mukjizat datang... Dan menyadarkan bu Difa... "Ucap dokter Anita


"Dok apa saya boleh menemui istri saya... Saya ingin meminta maaf... Aku ingin menyemangati dia dok... "


"Silahkan pak... Tapi harus pake baju khusus yah... Biar tidak terjadi reaksi yang tidak di inginkan.. "


"Baik dok... "

__ADS_1


Mas Rizki masuk menggunakan baju biru dan juga masker... Dia mengahmpiri tubuh istrinya yang tak berdaya di atas pembaringan... Tangisnya pecah... Dia berjalan perlahan mengumpulkan kekuatan untuk meminta maaf sama istrinya itu...


Dia tarik kursi di sebelah tempat tidur itu.... Dia memegang tanganku erat... Dia mencium dan mengelus rambutku... Dia ingin berbicara... Tapi kata- katanya terhenti di kerongkongannya... Tapi dia paksa... Demi kesembuhan istrinya...


"Sayang... Maafin mas.... Maafin ibu mas... Maafin ketidak tegasannya mas... Maaf sayang... Kamu harus bangun... Ingat sebentar lagi kita mau punya anak. Anak yang kita tunggu- tunggu selama 5 tahun syang...


Bangun sayang... "Kata- katanya terhenti dengan tangisan yang sudah tidak bisa di bendung lagi...


Mas Rizki hanya menangis menciumi tangan istrinya itu...


"Ya Allah kalau boleh biar saya saja yang menggantikan posisi istriku... Sembuhkanlah dia ya Allah... Selamatkanlah dia dan juga anak kita ya Allah."


Ucapnya lirih di sela tangis yang terus membanjiri...


Aku mendengar semua itu... Mataku basah dengan air mata... Ku coba memegang tangan suamiku itu... Walau lemah ku memegang... Ku paksa...


Mas Rizki yang melihat tangan istrinya bergerak terus memanggil dokter..


Dr. Anita dan timnya langsung bergegas....


Dia memeriksa denyut jantung dan denyut nadiku... Dia membuka mataku...


"Bu Difa.. Saya yakin ibu Difa kuat... Ini demi suami dan anak ibu... Tolong bangunlah bu... "Ucap dr. Anita..


Aku yang mendengar itu berusaha bangun dari tidurku itu... Semua dokter di sana sangat bahagia... Melihat diriku yang sudah sadar...


Dr. Anita memanggil suamiku... Menyuruhnya menemuiku..


"Tolong jaga perasaannya... Dan juga terus semangatinya ya pak" Ucap dr. Anita...

__ADS_1


"Baik dok... "


Aku di pindah dulu ke ruang rawat inap... Dengan masih terpasang alat bantu nafas... Dan infuse yang melekat di tangan kiriku... Kulihat mas Rizki berjalan ke arahku... Dia setengah berlari... Di duduk di sampingku dan memegang erat tanganku...


"Aku ... Merindukan..... Senyummu..... Sayang.... Aku... Tidak... Ingin... Melihatmu... Menangis... " Ucapku tersekat- sekat...


Mas Rizki tersenyum dengan sangat manis... Mungkin ini senyum termanis selama dia hidup... Aku sangat lega melihat senyumnya... Indah dan menawan...


"Sayang... Bagaimana keadaan mu"Ucap mas Rizki


"Kamu... Tak... Perlu... Tanya... Tentang... Keadaanku... Kamu... Pasti... Lebih... Mengerti "


"Maaf... Maaf bidadariku... "


Mas Rizki menemaniku... Dia terus berada di sampingku... Saat dia tertidur... Aku menangis...


Aku membelai rambutnya mesra...


"Aku masih belum siap kehilanganmu mas.. " ucapku dalam hati....


.


.


.


.


..

__ADS_1


Happy reading guys.. Jangan lupa like.. Komen... Dan vote... Biar makin seru.... Sukses all buat kalian semua...


__ADS_2