Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 72


__ADS_3

Sesampainya di depan ruang ujian semua rasa jadi satu... Mulai gugup... Rasa takut... Rasa cemas... Rasa senang juga... Saking nervous nya aku sampai mau muntah... Rasanya diriku seperti melihat daging ayam yang di potong- potong... Aku mencoba rileks... Aku memusatkan fikiranku agar aku fokus.. Tapi lagi- lagi gagal... Aku sangat gugup... Tanganku mulai dingin se dingin es... Aku membaca alfatihah berkali- kali... Dan di situlah aku mulai merasa nyaman, tenang dan damai...


"Difa Dwiandra ayo silahkan masuk... "


Aku memantapkan hati dan fikiranku aku melangka dengan yakin dan membaca basmalah...


"Bismillahirrohmanirrohim "ucapku lirih...


Sesampainya di depan dewan penguji aku sangat kaget karna ada mas Rizki di hadapanku... Dia tersenyum manis sekali... Dan juga mencoba meyemangatiku...


"Ibu Difa Dwiandra... Silahkan di mulai presentasinya." ucap pak Rizal...


"Baik pak... "


Aku memulai presentasi ku... Ku jelaskan semuanya dengan detail... Aku sangat bersemangat... Apalagi suamiku sendiri yang menguji... Dia melihatku sangat spheecles... Dan semua orang ternganga... Setelah selesai mereka semua bertepuk tangan sambil berdiri...


"Kamu gak salah pak Rizki memilih istri... Sudah cantik.. Pintar... Dan pembawaannya elegan juga.. "Ucap bu Rindang


Mas Rizki hanya tersenyum sambil mengangkat kedua jempolnya...


"Selamat ibu Difa Dwiandra anda lulus.. "Ucap pak Rizal


Aku pun menyalami semua dosenku itu... Mas Rizki memberikan pelukan hangat kepadaku... Aku sangat malu sebenarnya...


"Ihhh mas.... malu tau... Lepasin ah"ucapku malu


"Gpp sayang... Lawong mereka sudah tau kog... "Ucap mas Rizki


"Iya Dif... Kami sudah tau semuanya... "Ucap bu Rindang


"Hehehe maaf ya bu.. Pak... Saya permisi dulu... "


Aku melangkahkan kakiku keluar... Di luar sudah ada Anis Defi dan Nurul... Aku memasang muka cemberut dan muka kegagalan

__ADS_1


"Gimana Dif.... "Ucap Anis


"Kog kamu mau nangis gitu... Jangan bilang kamu gak lulus"Ucap Defi


"Gak mungkin... Kalau gak lulus... Lawong kita yang biasa- biasa saja lulus... Apalagi Difa yang pinter dan pandai ya gak Dif... "Ucap Nurul


Aku tak menghiraukan mereka... Aku berjalan terus ke kantin... Mereka membuntutiku... Aku pesen siomay 2 porsi dan es alpukat...


"Dif... Kamu kog diem aja sih... Kamu lulus kan" Ucap Anis


"Aku... Aku... Hiks... Hiks... Hiks.. " Ucapku pura- pura menangis..


"Aku apa Dif "Ucap Defi


"Aku lulus... yeh.. " ucapku heboh


"Alhamdulillah... Selamat ya Dif " ucap Anis Defi dan Nurul


"Iya makasih... kalian juga selamat yah semuanya "Ucapku kepadanya...


"Yaudah untuk hajatan ke lulusan kita... Sekarang kalian aku traktir"Ucapku


Mereka langsung berantusias panggil pelayan...


"Mas mau pesen... "Ucap Nurul


"Iya mbak Nurul mau pesen apa... "Ucap mang Udin penjual bakso sekaligus pelayan di kantin kampus


"Saya mau pesen bakso 2 porsi...minumnya es alpukat"


Ucap Nurul


"Saya nasi goreng.. Minumnya es doger

__ADS_1


"Saya mie ayam yah...minumnya es oyen yah diatasnya di kasih es krim"


"Yang bayar Difa yah mang" ucap Anis sambil tertawa...


"Ok mbak- mbak... Di tunggu yah... "


Akhirnya makanan kami datang... Kami makan sambil berbincang- bincang... Di tengah makan tiba- tiba ada seorang cowok yang menghampiri meja kami...


"Maaf mbak... Boleh saya gabung... "Ucapnya


"Kevin.. Mau apa kamu.. "Ucapku..


"Saya cuma mau bicara sama mbak Difa saja kog"


"Maaf ya Vin... Saya gak mau suami saya salah faham sama kamu... Mending kamu pergi... Kan masih banyak bangku yang kosong... Maaf ya Vin". Ucapku...


"Tapi saya bolehkan ngomong sesuatu sama mbk Difa ... Sebentar saja.. "


"Yaudah ngomong apa... "


"Sejak awal saya ketemu mbak Difa... Saya sudah suka sama mbak... Saya berusaha untuk dekat dengan mbak Difa... Tapi saat aku tau mbak sudah punya suami... Aku masih belum terima... Makanya biar plong hatiku... aku cuma mau bilang kalau aku cinta sama kamu mbak... Tapi aku akan selalu mendoakan mbak semoga mbak selalu bahagia sama pak Rizki... Dan juga selamat buat kehamilan mbak... Dan kelulusan mbak juga... Yaudah mbak saya pamit.. " dia berdiri dan pergi dari meja itu...


Kami berempat bengong saja... Aku hanya diam tak menyangka Kevin bakal ngomong seperti itu... Tapi aku hanya bisa berdoa... Semoga dia mendapat cewek lain yang lebih baik dari diriku...


.


.


.


.


.

__ADS_1


. 😘😍❤😘❤❤😘😍😊😘❤😘❤😍❤😘😘


__ADS_2