Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 46


__ADS_3

Kami sampai di rumah ibu jam 9 malam...


Aku ketuk pelan pintu rumah ibuku itu... Karna lampu rumah sudah gelap semua...


"Bu, assalamualaikum " Ucapku sambil mengetuk pintu...


Mas Rizki nampak kedinginan sekali... Dia terus melipat tangannya di dadanya... Aku pegang erat tangan suamiku itu... Aku rasa sangat dingin...


"Ibu kemana sih sayang... Mas kedinginan banget ini... Coba kamu telpon rumah saja.. "


"Iya sayang... " ucapku mengambil telpon


Tiba- tiba saja lampu rumah menyala... Dan sosok wanita separu baya menampakkan dirinya di balik pintu... Sosok itu yang selalu ku rindukan dan ku doakan setiap waktu...


"Ya Allah nduk... Kamu toh... Kirain siapa... Mana suamimu ndok"ucap ibuku


"Assalamualaikum bu... " ucap mas Rizki menampakkan wajahnya dan menyium punggung tangan ibu mertuanya itu....


"Ealah nak... Kirain kamu gak ikut nak.. "Ucap ibuku sambil menyuruhku masuk rumahnya...


"Gak mungkin saya gak ikut bu... Saya gak mau kehilangan anak ibu ini... " jawab mas Rizki membuatku malu...


"Aku buatin minum dulu yah mas... Biar badan kamu hangat... " ucapku sambil melenggang ke dapur...


"Bu mana bapak... Kog gak kelihatan " ucap mas Rizki


"Ohhhh itu nak... Bapak udah tidur... Mending kamu ke kamar Difa saja nak... Biar nanti Difa mengantarkan tehmu ke kamar... Ini sudah malam... " ucap mertuaku itu


Mas Rizki menurut saja.. Karna memang sedari tadi mas Rizki sudah menggigil ke dinginan...


Di dalam kamar...

__ADS_1


Mas Rizki merasakan kenyamanan tersendiri... Rumah mertuanya ini memang gak sebesar rumahnya di kota... Tapi rumah ini cukup membuatnya tenang...


"Sayang ini teh buat kamu..... "Aku menghampiri mas Rizki sambil membawa nampan...


"Sini sayang bawa ke sini... Aku sangat haus sayang"Ucapnya melambaikan tangan...


Aku memberikannya... Dia langsung menghabiskannya.. Karna teh nya hangat... Dia letakkan gelas itu di atas nampan dan aku ingin membawanya ke dapur...


"Sayang.... Sini dong... "Ucapnya menepuk- nepuk pahanya..


"Sebentar ya sayang aku taruh dulu gelasnya di dapur."


Ucapku mau melangkahkan kaki....


"Sayang nanti saja... Ayolah kesini... "Ucapnya merengek


Aku meletakkan nampan itu di sebuah meja kecil di dalam kamarku... Aku menghampiri mas Rizki... Dan duduk di pangkuannya... Aku gelayutkan tanganku di lehernya... Mas Rizki memelukku erat... Seakan mencari kehangatan dalam tubuhku...


"Mau ngapain sih sayang... "


"Udahlah jangan banyak nanya... Ayo buka saja jaketmu.. "


Aku menuruti apa kata suamiku itu... Aku buka jaketku... Dan tetap duduk di pangkuan suamiku... Dia meletakkan tangannya di dalam bajuku... Sambil terus menggerayangi tubuhku... Aku merasa sangat geli... Tapi apa daya.. Kalau suamiku sudah begitu gak akan bisa di ganggu...


"Kamu merasa sangat hangat sayang... "Ucapnya terus memelukku erat...


Aku hanya diam menikmati sentuhan demi sentuhan yang sensasional bagiku...


Di rasa cukup mas Rizki membuka jaketnya...


"Ayo sholat dulu sayang... Nanti kita lanjutkan lagi" ucapnya sambil mengerlingkan mata...

__ADS_1


Kamipun ambil wudhuk dan sholat berjamaah isyak... Karna tadi kita berangkatnya habis magrib...


Selesai sholat kami naik ke atas ranjang.. Bergumul dengan selimut... Karna suasana malam itu sangat dingin.... Aku bergelayut mesra di dada terbuka mas Rizki... Sedang mas Rizki memelukku erat...


"Sayang kenapa tiba- tiba kamu ngajak kerumahku "


"Gpp sayang.... Mas hanya ingin berbicara sesuatu sama ibu dan bapak" ucapnya mengelus rambutku...


"Ngomong apa sayang... "Ucapku mendongakkan wajahku..


"Ngomong kalau kamu pernah keguguran... Aku takut sayang kalau nyembunyiin ini dari ibu dan bapak kamu... Aku takut kalau suatu hari nanti ada masalah dan mereka menyalahkanku... Secara mereka berhak tau sayang.. "Ucapnya hampir meneteskan air mata...


"Iya sich... Bagaimana cara ngomongnya mas.. Aku takut ibu dan bapak marah" ucapku..


"Itu kita pikirin nanti saja... Sekarang ayo tidur.. " ucap mas Rizki...


Mas Rizki mencoba untuk tidur... Tapi dia tak bisa... Dia melihat istrinya itu sudah tertidur pulas diatas dadanya... Dia membelai rambutku dan mencium keningku... Dia masih memikirkan cara menyampaikan yang baik buat ibu dan bapak mertuanya itu...


.


.


.


.


.


.


Happy reading guys... Jangan lupa like dan komen dan vote juga yah... Biar novel ini berkembang... Terima kasih sudah setia membaca novelku... Good luck buat kalian semua yang membaca novelku ini....

__ADS_1


❤❤❤❤😍😍😍😍😘😘😘😘❤❤❤❤😍😍😍


__ADS_2