
Pagi itu suamiku bergegas bangun.... Dia lupa belum mempersiapkan bawaan untuk rapat... Aku yang selesai masak langsung membantu suamiku itu menyiapkan baju dan berkas yang akan di rapatkan di luar kota...
"Terima kasih sayang " Ucapnya masih dengan handuk melingkar di pinggangnya
"Iya mas ayo cepat ganti baju.... Itu bajunya ada di kasur... " ucapku tak menatapnya... Aku masih sibuk membereskan baju- baju suamiku yang mau di bawa...
Aku tak tahu kalau suamiku ada di belakangku... Aku balik badan dan menabrak tubuh suamiku... Akupun mau jatuh dan di tangkap oleh suamiku itu... Sejenak kita menikmati hal- hal yang seperti adegan di tv itu...
Saat itu handuk yang di lilitkan di pinggang mas Rizki lepas...
"Aaaaaaaaaaaaaaa" aku tutup mataku sambil menjerit
"Kenapa sayang " dia masih belum sadar kalau dia telanjang bulat...
"Itu... Itu kamu lepas... " Aku buru- buru balik badan...
Dia melihat apa yang ku tunjuk... Dia langsung menutup dengan tanggannya dan mengambil handuk lalu di lilitkan di pinggangnya...
"Sudah kah sayang... "Ucapku
"Sudah sayang.... " Ucanya memelukku dari belakang...
"Ihhhh kamu mah... Udah ayo cepat pakai baju... Nanti keburu temen- temen ku datang tau... " Ucapku melepas pelukannya...
Aku tinggal dia untuk menata masakanku di meja... Aku hari ini masak cukup banyak... Karna nanti 3 sahabatnya itu akan datang ke rumah... Dan menginap juga di rumah..
Aku masak rawon daging... Tempe goreng... Empal daging... Dan sambal kecambah...
Tok.... Tok... Tok...
"Assalamualaikum Dif... Difa " suara anis terdengar nyaring...
__ADS_1
"Waalaikum salam... Eh kalian sudah datang... Ayo masuk... Kalian tahu saja kalau masakanku sudah matang... Ayo langsung ke meja makan saja yah... Aku mau panggil mas Rizki dulu... "
"Siap Dif... " ucap Nurul
Mereka sudah mengambil posisinya masing- masing...
Aku naik ke kamar atas untuk memanggil suamiku itu...
"Sayang... Ayo makan... Makanan sudah siap sayang... " ucapku menghampirinya...
"Iya sebentar ya sayang... Temen kamu sudah datang.."
Ucapnya sambil menyemprot minyak wangi...
"Iya sayang.... Kenapa" ucapku merapikan bajunya
"Gpp saja sayang... "
"Sayang jaga dirimu baik- baik yah... jangan lupa makan.... Jangan lupa terus ngabarin aku... Dan inget gak boleh genit- genit sama cewek lain" ucapku melepas ciumannya...
"Kalau cewek itu yang genit gimana sayang "ucapnya menggodaku...
"Ya siap- siap aja kamu tidur di luar... " ucapku sewot
"Hahahahhaha... Gak lah... Nanti kalau ada yang genit sama mas... mas langsung pamer cincin kawin kita... "Ucapnya sambil mengangkat tangannya...
Akupun berpelukan lagi... Dan segera turun karna pasti temen- temenku menunggu kami...
"Pagi semua... " ucap mas Rizki menyapa mereka..
"Pagi pak... "
__ADS_1
"Terima kasih y kalian sudah mau datang ke rumah ini... Tolong jaga istriku ini yah... Kalau ada apa- apa langsung telpon saja... "
"Tenang pak...Kami sudah bersahabat lama... Jadi kami seperti saudara sendiri... Pastilah saling menjaga... " ucap Defi..
"Siiippp saya suka dengan persahabatan kalian... Yaudah ayo makan... "
Kamipun makan ber lima... Selesai makan aku mengantar mas Rizki ke depan rumah dan menunggunya sampai mobil yang di kendarainya hilang dari pandangan... Baru aku masuk...
"Hey.... Ayo ke kamar... Kita tidur di kamar tamu aja yah... Mas Rizki menyuruh kalian tidur di kamar tamu... Gppkan"
"Gpp lah Dif... Yang penting ada kasur... Ada tv... Ada dapur... Ada mini bar.. " ucap Anis ngawur
"Emang kamu kira ini apartemen apa.... "Ucapku sewot...
Aku mengantar mereka ke kamar tamu... Kamar itu besar tapi tak sebesar kamarku dan mas Rizki...
Disitu ada spring bad panjang nya kira- kira 5 meter. An cukup untuk tidur berempat... Di situ juga ada tv LED 32 inc... lemari baju dan meja rias... Sedang kamar mandinya ada di luar...
Aku menyuruh mereka mengemas barang bawaan mereka di lemari.... Aku berlalu meninggalkan mereka membereskan meja dapur...
.
.
.
..
.
.
__ADS_1