Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 81


__ADS_3

Sore datang... Memakan waktu pagi dan siang... Hawa dingin masuk ke rongga rumah... Warna langit berubah dari biru menjadi hitam kelam.... Suara gemuruh mulai bersautan... Kilat berkecambuk diatas langit hitam..... Angin kencang menari- nari menggoyangkan dahan dan ranting yang di laluinya... Satu persatu ranting gugur di terpa angin yang terus berhembus.... Rintik hujan pun membasahi bumi yang haus akan air.


BRAK... BRAK... BRAK....


Aku terbangun dari tidur yang sungguh tidak aku nikmati... Wajah pucatku menatap jendela yang terbuka oleh angin... Gorden melambai- lambai basah... Terkena percikan air hujan yang langsung lebat...


Aku berdiri dengan langkah sempoyongan... Mencoba menutup jendela putih itu... Kepalaku pusing sekali... Membuat hidung sintalku meneteskan darah segar... Tengkukku rasanya seperti ada yang mukul...


GEDEBUKKKKKKK..


Aku tumbang di dekat jendela...


Di jalan mas Rizki mencoba ngebut... Tapi terhalang dari macetnya jalan karna kecelakaan beruntun yang terjadi.... Kemacetan yang terjadi sampai 6 meter...


Suara klakson mobil memenuhi langit- langit yang deras akan hujan.... Proses evakuasi korban sudah selesai... Kemacetan mulai terurai.... Tanpa basa basi... Mas Rizki tancap gas....


"Sayang mas pulang... Mas pulang... Tunggu mas di rumah sayang"ucap mas Rizki dalam hati...

__ADS_1


Dia terus melajukan mobil dengan sangat patas...


Sesampainya di rumah... Dia menerjang hujan dan masuk ke dalam rumah ...


"Sayang... Mas pulang... Sayang kamu dimana... "


Dia memanggilku dan menuju ke kamar... Dia mencoba mencariku dan....


"Sayang.... Ya Allah... Kamu kenapa... Bangun sayang... Bangun.... "dia menepuk pipiku yang sudah pucat pasi... Dia menggendongku ke atas kasur... Dia langsung menelpon dr. Anita untuk datang ke rumah.... Selesai telpon ...... Dia mengambil air hangat untuk membersihkan darah di hidungku... Mengusap wajahku dengan air... Merapikan rambutku yang sangat berantakan.... Dia menggenggam tanganku erat...Dan terus menangis memanggil namaku...


Aku yang mendengar isak, an itu mencoba membuka mataku yang sungguh sangat berat... Rasanya seperti ada timbal yang menggantung di kelopak mataku...


"Mas... Kamu sudah pulang... " ucapku berat.. Dan mencoba mencari pegangan untuk duduk...


"Iya sayang... Udah kamu istirahat saja sayang... Kamu masih sangat lemah... "


"Emmmm mana mas... Dia sudah ada di sini.. "Ucapku mencoba untuk tersenyum..... Walau sangat berat... Seperti ada lem di bibirku...

__ADS_1


"Siapa yang kamu cari sayang... Aku gak bawa siapa- siapa... Aku hanya bawa satu hati yang tak mungkin aku pecah untuk seseorang yang tak sepadan kebaikannya


dengan mu... "


"Kenapa mas... Kenapa kamu lakuin itu... Apa yang akan ibu lakukan... Ibu pasti sangat membenciku sekarang.... Aku tak bisa membuatnya benci padaku... " ucapku menangis....


"Biar sayang... Biarkanlah..... Suatu saat ibu akan mengetahui kebenarannya..... Kamu gak usah berfikir terlalu keras... Kamu lagi mengandung anak ku syang... Aku tak akan membuatmu kehilangan akal dengan masalah ini... Apalagi sampek kehilangan calon bayiku lagi... "


Dia memelukku sangat erat... Akupun menumpahkan air mataku di dadanya...


Tok... Tok... Tok....


"Pasti itu dr. Anita sudah datang.... Dia datang untuk memeriksamu sayang... Aku tadi melihat hidungmu berlumuran darah... Dan juga kamu pucet banget... Sebentar mas bukain pintu dulu yah sayang.... Kamu berbaring saja... "Ucapnya sambil mendaratkan ciuman mesranya di ujung kepalaku...


"Iya mas terima kasih.... "Aku tersenyum


Mas Rizki berlalu... Membukakan pintu ruang tamu untuk menjemput dr. Anita... Yang datang untuk memeriksa kesehatan ku dan anak yang aku kandung di dalam rahimku... Di relung hatiku aku bersyukur mas Rizki tak jadi menikahi Putri... Tapi di dalam fikiranku terbesit betapa bencinya mertuanya itu sekarang...

__ADS_1


__ADS_2