
"Maaf pak anak anda tidak bisa di selamatkan... Karna benturan yang terjadi sangat kuat... Dan kandungan ibu Difa masih lemah... " ucap dokter Anita..
"Apa dok... Anak saya meninggal... Ya Allah... "Ucap mas Rizki menangis...
"Tapi istri saya bagaimana dok... "
"Istri bapak sedang tidak sadar... Mohon doanya biar istri bapak cepat sadar y pak... "Ucap dr. Anita lagi
Mas Rizki hancur karna bayi yang selama ini kami inginkan harus pergi...
Deg.... Aku langsung terbangun....
"Ya Allah aku hanya mimpi... Ya Allah kenapa aku harus mimpi seperti itu... "Ucapku menangis...
Mas Rizki yang tidur sampai terbangun dan melihatku menangis di atas ranjang berpangku tangan...
Dia memelukku erat dan bertanya...
"Kamu kenapa sayang... Apa perut kamu sakit... "
"Mas kenapa mimpi itu datang begitu pahit... "
"Mimpi apa emang sayang... "
Aku menceritakan mimpiku sama mas Rizki... Mas Rizki terus memeluk dan membelai perutku... Dia terus berdoa agar apa yang di mimpikan istrinya itu tidak akan terjadi...
"Kita sholat malam saja yuk... Mungkin Allah membangunkan kita untuk sholat malam... "
Aku setuju... Aku sholat malam berjamaah bersama mas Rizki... Aku sholat sunnah tahajud... Sholat lidaf'il bala... Dan sholat- sholat lail lainnya... Kami berdzikir dan berdoa... Semoga apa yang di mimpikan tak jadi kenyataan... Semoga anak yang di kandunganku baik- baik saja sampai bisa melihat dunia luas ini...
Setelah sholat perasaanku masih belum tenang... Aku di buatkan susu hangat sama mas Rizki agar cepat tidur...
Akhirnya kami tidur kembali...
Di keesokan paginya... Aku bangun... Mandi , wudhuk dan sholat subuh... Aku meminta dan memohon kepada tuhanku untuk menjaga suami dan calon anak yang aku kandung...
Setelah sholat aku membangunkan mas Rizki karna hari ini ada kuliah... Dan aku juga ada jadwal...
Aku melakukan aktifitas pagi seperti biasa....
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8... Kami berangkat ke kampus...
Saat perjalan ke kampus aku melihat buah cempedak... Tiba-tiba aku ingin sekali buah cempedak... Aku menyuruh suami ku untuk membelinya.... Dia menurut saja dan turun membeli buah cempeda...
__ADS_1
"Pak ini berapa... " tanya suamiku...
" ini 25 pak... "Jawab bapak tua itu...
Mas Rizki membayar uang 50..
"Ini ... kembaliannya bapak ambil... Terima kasih pak"ucap suamiku pergi meninggalkan bapak tua itu.. Tak lupa bapak tua itu berterima kasih kembali sama mas Rizki...
Mas Rizki kembali ke mobil dan menaruh buah cempeda itu di jok belakang..
Sesampainya di kampus... Aku berjalan menuju kelasku... Dan mas Rizki mengawasiku dari belakang... Kami melakukan aktifitas seperti biasa..
Jam menunjukkan pukul setengah 2... Aku sudah waktunnya pulang aku mengirim sms ke mas Rizki...
"Sayang aku sudah pulang... Kamu udah pulang apa belum"
Mas Rizki membalas...
"Belum sayang... Kamu tunggu mas di ruangan dulu... Entar mas susul... "
Aku pergi ke mushollah kampus untuk sholat.... Setelah sholat aku ke ruangan mas Rizki... Aku merebahkan tubuhku ke sofa... Tak lama kantukku datang... Aku tidur lelap sekali...
Mas Rizki kaget melihat istrinya tidur di sofa... Dia mengambil bantal di tempat duduknya dan menaruh bantalnya di bawah kepalaku... Mas Rizki menuju mushollah kampus untuk sholat... Karna kalau pulang takut waktunya gk keburu...
"Mas ayo pulang... "Ucapku masih dengan menguap..
"Kamu sudah bangun... Ayo... Mas dari tadi nungguin kamu bangun... "
"Oh ya yaudah ayo pulang... "
Aku di gandeng mas Rizki menuju parkiran kampus... Kami berdua menuju ke mobil dan mas Rizki menyetir mobil itu... Di dalam mobil bau cempedak yang sangat menyengat... Aku tidak sabar untuk memakannnya...
"Syang ayo cepet pulang.... Aku ingin cepet makan cempedak "ucapku...
"Iya tapi sebelum makan cempedak... Kita cari makan sore dulu biar perut kamu gak sakit... Dan juga mas laper.. "
"Ok syang... Aku ingin makan nasi rawon pengantin... "
"Apa syang nasi rawon pengantin... Mksd nya.. "Mas Rizki sangat terkejut dengan permintaanku yang aneh itu...
"Ya rawonnya orang kawin mas. Aku sangat ingin... "
Ucapku membayangkan..
__ADS_1
"Ya kalau sekarang gak ada sayang... Kapan2 kalau mas dapet undangan pernikahan mas akan ajak kamu yah"
"Iya... " aku cemberut...
"Yaudah kita makan di rawon pak Sokib aja gimana"
"Yaudah deh terserah mas saja... "
Kami melaju ke kedai rawon pak Sokib... Dan memesan rawon dan es teh... Aku dan mas Rizki makan... Mas Rizki mengeluarkan hpnya dan menelpon dr. Anita..
"Selamat sore dok... Ini saya pak Rizki suami bu Difa "
"Oh iya pak ada apa yah... Apa ada masalah dengan kandungan bu Difa "
"Oh alhamdulillah tidak bu... Tapi saya mau tanya... Apa boleh istri saya makan buah cempeda... Karna istri saya sangat ingin memakannya bu... "
"Oalah bapak maaf... Untuk sementara tolong jangan dulu yah... Apalagi dalam keaadaan bu Difa yang masih lemah kandungannya.. Nanti kalau sudah kuat gpp tapi jangan banyak- banyak ... "
"Oalah ok bu terima kasih... Tapi kalau satu atau dua biju saja buat obat kepingin gimana bu... Soalnya istri saya sangat ingin memakannya... "
"Mungkin satu biji saya ya pak... Jangan lebih dari itu.. "
"Ya sudah terima kasih infonya bu... "
"Iya pak sama2.. "
Mas Rizki menghabiskan makanannya dan kami segera pulang... Sesampainya di rumah... Aku menyuruh mas Rizki buka buah cempeda itu... Dia membukanya dan ngasih satu biji saja... Dan menasehatiku.. Aku hanya bisa pasrah... Dan menurut....
.
.
.
.
.
.
**Happy reading guys... Jangan lupa like dan komen dan vote juga yah... Biar semakin berkembang... Semoga suka.. Dan sukses selalu para pembaca novelku...
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**
__ADS_1