Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 12


__ADS_3

Setelah sholat magrib kami berdua berdzikir bersama dan berdoa... Kami menyempatkan diri untuk mengaji...


Setelah mengaji aku mengajak mas Rizki makan di bawah... Aku langsung menggandeng tangan mas Rizki ... Kami turun ke bawah langsung menuju meja makan...


" Mas nasinya cukup.... Mau lauk apa mas.. "


" Satu centong saja sama terong balado dan telur dadar saja sayang... "


" Iya mas ini.... semoga kamu suka ya mas... "


" Ya pasti suka dong sayang....Bismillahirrohmanirrohim"


Aku melihat mas Rizki makan dengan lahap... Rasanya aku bahagia banget...


" Sayang kogh gak di makan... Enak lho... Mas suapin ya sayang... "


" Gak usah mas... Terima kasih... Aku bisa makan sendiri..


" Sayang besok ke rumah ibu dan bapak yah... Sudah satu minggu kita gak jenguk mereka... "


" Iya mas... "


Setelah makan aku membereskan meja makan... Dan mencuci piring... Ku lihat mas Rizki main game di sana... Aku melihatnya dengan sek sama...


"Aku mulai mencintainya... Apa mungkin ini saatnya yah...Aku harus berani... Kasihan mas Rizki .. " gumamku dalam hati...


Tak lama adzan isya berkumandang... Aku mengajak mas Rizki untuk sholat berjamaah...


" Mas ... Ayo sholat isya dulu... "


" Ohhh udah isya ya sayang... Ayo sayang"


Kita berdua naik ke kamar, mengambil wudhuk dan sholat berjamaah....


Setelah sholat aku mencium tangan mas Rizki ... Kami pun berdzikir dan berdoa....


Setelah itu kami menggobrol di sofa kamar...


" Mas ... Gimana tadi lancar kan ngajarnya... "


" Alhamdulillah sayang lancar... "


" Aku sangat kesepian di sini mas... Kalau saja ada anak2 pasti rame.. Mas pingin punya anak berapa "


"Sayang... Kamu gpp kan... Kenapa tiba- tiba ngomong tentang ini sayang"


"Mas... Sebenarnya aku mulai mencintai kamu mas... "


Tatapku ke mas Rizki


" Mas juga sangat mencintaimu.. Sayang "


" Mas ... Mas gak akan ninggalin aku kan... Mas gak akan berpaling sama cewek lain kan mas .. Aku takut mas .. "


Mas Rizki langsung menutup mulutku dengan ciuman sambil menggigit sedikit...


semakin lama kita semakin bergairah... Mas Rizki menghentikan aktifitasnya... Dan membopongku ke ranjang... Dia langsung melucuti semua bajuku dan bajunya... Dia menarik selimut.. kami bergumul di dalam selimut... Kami saling mencium satu sama lain...

__ADS_1


Dan akhirnya kami melakukannya...


Setelah selesai... Mas rizki menciumku dan memelukku...


" Terima kasih sayang... Terima kasih kamu sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga kepadaku"


" Iya sayang... Aku juga senang.. Melakukannya"


Mendengar kata sayang.. Mas rizki tersenyum lebar...


Dan kamipun menutup malam itu dengan tidur...


Pagi telah tiba...sinar Matahari nampak muncul malu di sela- sela gorden... Akupun bangun dan melihat mas Rizki terus memelukku... Aku mencoba mencari hp ku untuk mengetahui jam berapa...


"Astagfirulloh mas sudah jam 8... " aku mulai mencari bajuku... Yang berserakan di lantai... Aku ingin mengambilnya tapi rasanya perih sekali... Aku menjerit


" Ahhhh sakit mas... " tak terasa air mataku mengalir...


" Sayang ... Kamu kenapa... "cepat- cepat mas Rizki bangun


" Sakit mas... Perih... "


" Mana sayang yang sakit... Coba mas lihat"


" Gak usah mas... Aku malu... Mas bisa anterin aku ke kamar mandi kan... Aku ingin berendam... "


Mas rizki mengambil bajunya dan memakainya... Lalu dia membopong ku yang berselimut handuk...


" Sayang mas nyalahin air anget yah biar kamu enakan."


" Iya mas... Terima kasih... "


Setelah cukup... Dan rasa perih itu mulai hilang... Aku memanggil mas Rizki ..


" Sayang ... Boleh tolong ambilin handuk kan ... "


" Iya sayang... Ini sayang... "


" Terima kasih mas... Mas boleh balik badan gak ... Aku mau handukan... "


" Sayang ... Mas udah tau semuanya kenapa harus balik badan sich... Ucapnya


" Aku malu mas.. "


" Iya sudah mas balik badan... "


" Sudah kan sayang"


" Udah mas... "


Mas Rizki pun membopongku lagi ke kamar... dia memilihkan ku baju... Aku pun dibantu memakainya...


" Sayang maafin mas... Kalau memang sakit... Mas gak akan melakukan lagi... Maaf yah sayang" sesal mas rizki


" Gak mas... Gpp... aku malah seneng sudah melakukan kewajibanku mas.. "


"Beneran sayang... Kalau begitu nanti malam lagi yah"

__ADS_1


" Ihhh mas... Gak dulu yah... "wajahku memelas...


" Hehehe becanda sayang... Ya sudah kamu tiduran saja dulu sayang... Mas mandi dulu"


Akupun berdiri dan berjalan ke meja rias... Aku merias wajahku senatural mungkin... Ku pakai gincu pink.. Pakai lotion dan minyak wangi juga...


Aku duduk di sofa... Menunggu mas Rizki ...


Dret... Dret.. Dret...


Aku melihat hp mas riski bergetar... Seperti nya telpon masuk... Aku melihat kontaknya namanya " Endang "...


Aku hanya diam ... Berkali2 dia telpon... Dan akhirnya dia sms mas Rizki ... Aku minta izin ke mas Rizki untuk meminjam hpnya...


" Sayang aku pinjam hp bolehkan... " ucapku


" Iya sayang pinjem aja... Pinnya 1456"


" Makasih mas... "


Aku membuka sms dari Endang ....


" Hallo mas Rizki ... Mas Rizki lagi apa... Aku kangen lho mas.... Kenapa sich mas gk peka... Kenapa aku telpon gak diangkat... Aku lagi sakit mas... Butuh support kamu... "


Aku shok... Kenapa Endang seperti itu... Siapa Endang?? ... Apa dia simpenan suamiku... Aku mulai gelisah..." Apa aku tanya saja sama mas Rizki .. " gumamku...


Tak lama Endang itu telpon lagi... Hatiku makin kesal... Aku angkat... Dia mulai bicara panjang kali lebar... Aku hanya diam dan mematikan telponnya....


Aku jadi bad mood... Dan aku tidur dengan terus meneteskan air mata...


Tak lama mas Rizki selesai... dia memakai baju dan mencoba membangunkanku... Aku pura2 tidur... Dan terus meneteskan air mata...


" Sayang ... Mas sudah selesai.... Ayo kita ke rumah ibu.. "


" Aku capek mas... Aku tidur saja... Mas saja yang kesana" ucapku dengan terbata2


" Sayang kamu kenapa... Kamu nangis... Ada apa sayang... Apa masih sakit"


Aku hanya diam malas mau menjawab pertanyaan mas Rizki ...


Akhirnya mas Rizki membalikkan badanku dan mengambil bantal yang menutupi mukaku... Dia kaget melihatku menangis.... Aku langsung marah.. Dan menyuruhnya pergi dari kamar....


Dia bingung... Dan terus menanyaiku... Aku tak kuat... Akupun menutup dan mengunci kamar.... Mas rizki terus menggedor pintu...sambil berteriak..


" Sayang buka pintunya dong... Kamu kenapa sih... "


"Sayang semua bisa di bicarakan baik2... Aku tak tau kenapa kamu tiba2 marah seperti ini... "


" Sayang maafin mas kalau mas punya salah sama kamu"


Aku hanya diam...


Kepala ku pusing aku duduk di ranjang... Aku menangis.. Dan merenung kenapa harus seperti ini...


" Kamu jahat mas... "


Sedang di luar mas Rizki bingung... Dia tak tau apa salahnya... Sampai istrinya nangis daN semarah itu... Dia melihat hp nya... Dia terkejut.. Melihat sms endang... Dia langsung menyadari kesalahannya...

__ADS_1


Dia hanya duduk terdiam di depan kamar... Dia bingung bagaimana cara menjelaskan semua ini... Dia hanya bisa berharap kalau istrinya akan mendengar penjelasannya...


__ADS_2