Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 22


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit... Aku dibopong mas Rizki ke dalam...


" Suster... Suster tolong istri saya pingsan.. "


Petugas Rumah Sakit langsung membawa kasur dorong yang biasa untuk menyambut pasien...


Suster langsung memvawa istriku keruang UGD untuk di periksa... Mas Rizki mau ikut menemani tapi di larang sama suster di sana


"Maaf pak bapak tunggu di sini saja yah... Biar kami periksa istri bapak... "Ucap suster itu..


"Tolong istri saya sus... "Ucap mas Rizki


Mas Rizki sangat sedih melihat keaadanku... Dia tak lupa terua mengucapkan doa... Agar istrinya sadar... Dan tak terjadi apa2 sama dia.....


Tiba-tiba dokter yang menanganiku keluar... Mas Rizki menghampirinya... Dan bertanya...


"Gimana keadaan istri saya dok... Apa dia baik2 saja"


"Istri bapak mengalami cedera di bagian tangan dan punggung... Jadi istri bapak perlu di rawat inap... Sekarang istri bapak akan di bawa ke ruang rawat inap... Silahkan bapak mengatur administrasinya yah... "


"Ohh siapa dok.... "


Mas Rizki mengurus administrasi... Dia memilih ruangan yang kelas A... Yang individual... Dan ada sofa.. Dan ada kulkas serta lemari kecil untuk menyimpan barang...


"Sus... Gimana keadaab istri saya.. "


"Ibu Difa masih belum sadar... Tapi kalau bapak mau menunggu silahkan masuk... "ucap suster


Mas Rizki bergegas ke kamarku dan mengusap wajahku dengan lembut...


"Maafin mas sayang...Mas gak bisa jagain kamu... Ayo bangun sayang... "ucap mas Rizki di sampingku dan memegang tanganku...


Di dalam tidurku aku merasa takut untuk bangun karna Evi dan temannya menghadangku... Mereka menghajarku habis-habisan tanpa ada yang menolongku..


Aku terkapar lemas.. Sampai datang lelaki tua berjenggot menolongku untuk berdiri... Dia memberiku obat... Dan menasehatiku...

__ADS_1


"Kembalilah nak... Kasihan suamimu... " Ucap pak tua itu


"Iya pak.. Terimaksih... "Ucap ku kepada pak tua itu..


Aku merasa ada yang menangis di sampingku.. Aku hanya mengingat nama mas Rizki... Aku berusaha memanggilnya... Tapi terlalu lemah... Aku terus berusaha... Sampai..


"Mas... Mas tolong aku mas.... Tolong aku... " ucapku histeris..


"Sayang bangun... Ini mas.... Kamu jangan takut... Mas ada di sini sayang... Ayo bangun" ucap mas Rizki


"Mas... Mas " aku bangun dan memeluk mas Rizki karna aku sangat takut... Walau punggung dan tanggan ku sangat sakit... Aku menangis di pelukan mas Rizki..


"Sayang... Kamu sudah sadar... "Ucapnya sambil memelukku...


"Kamu tidur saja dulu... Kata dokter punggung dan tangan kamu cedera... Kalau kamu seperti ini nanti akan tambah sakit... "Ucap mas Rizki sambil membaringkanku perlahan...


"Mas aku takut... " ucapku terus memegang erat tangan mas Rizki...


"Sayang kamu takut sama siapa... Bilang sama mas... Sebenarnya apa yang terjadi... "


"Keterlaluan Evi... Biar mas bawa dia ke kantor polisi biar dia di penjara... "Ucap mas Rizki dengan penuh amarah...


"Jangan sayang... Aku memaafkannya kog... Jangan di perpanjang lagi... "Ucapku memelas...


"Gak bisa sayang... Orang yang salah harus di hukum... Gak bisa semena2 seperti ini... Dia sudah menyakiti orang yang paling mas sayang... "


Aku tak bisa menghentikan amarah mas Rizki... Aku hanya bisa berdoa yang terbaik...


"Mas siapa yang membawaku kemari... "


"Mas lah sayang. Tadi kamu tak sadarkan diri cukup lama... Mas sangat khawatir...Untung teman2 mu cepat memberi tahu mas... Kalau enggak... Aku gak akan memaafkan diri mas sendiri kalau sampai terjadi apa2 sama kamu... "


"Makasih y mas... "


"Iya sayang... Sayang tidur saja... Istirahat... Maa akan nemenin kamu disini sayang... "

__ADS_1


"Aku gak mau tidur sayang... Aku mau makan... Aku lapar sekali... "


"Mau makan apa kamu sayang... Biar mas beliin... "


"Aku mau makan batagor dong sayang... "


"Ok kamu gppkan mas tinggal sebentar... Kalau memang kamu butuh apa2 tinggal pencet tombol ini.... Atau tinggal telpon mas "


"Iya mas...terima kasih"


Tak lama suster datang memeriksaku.... Menanyakan keadaanku... Apa ada keluhan atau tidak...


Aku menjawab tidak... Mereka langsung pergi setelah memeriksaku


Sementara di jalan mas beli batagor... Ada seorang wanita yang tak asing bagi kehidupan mas Rizki... Yaitu Endang ... Dia buru- buru beli nasi ayam goreng dan pergi meninggalkan tukang jualan tersebut...


Sampai di rumah sakit... Mas Rizki mempersiapkan batagor untukku... Dia menyuapiku dengan penuh kasih sayang... Karna memang tanganku cedera... Dan rasanya sakit...aku menghabiskan batagor ku dengan lahap... Karna dari kemaren aku sudah ingin batagor itu


"Makasih ya sayang... Kamu memang suami yang paling the best... " Ucapku sambil menatap mata mas Rizki


"Iya sayang... Kamu juga istri ter the best buat mas.. "


#################


Adzan magrib telah berkumandang... Aku meminta bantuan mas Rizki untuk membopong aku ke kamar mandi berwuduk dan sholat... Aku sholat dengan berbaring dia tas kasur rawatku...


Sedangkan mas Rizki sholat di sebelahku...


Seprti biasa aku menunggu sholat isya lagi dengan memandangi mas Rizki berdoa...


"Amin ya Allah... " ucapku mengamini doa suamiku...


Isya bekumandang dengan sangat merdu...


Aku pun sholat Di tempat tidur.... Dan mas sholat di mushollah rumah sakit...

__ADS_1


Setelah sholat aku pun tidur dan menyuruh mas Rizki tidur di sampingku... Karna aku lebih nyaman... Dan rasa takutku mulai hilang...


__ADS_2