Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 69


__ADS_3

Pagi menyongsong penuh dengan kehangatan...


Matahari terbit dengan manja di ufuk timur... Membangunkan tidurku dengan teriknya yang silau...


Aku buru- buru bangun... Kulihat mas Rizki masih saja memelukku dengan erat... Ku coba untuk melepas pelukan itu dengan pelan- pelan... Aku turun dengan hati- hati...


"Sayang kamu mau kemana ... Jangan pergi... Temani aku tidur... Aku kangen kamu sayang... Seminggu ini aku tidur sendiri... "Ucapannya bangun dan menarikku ke pelukannya...


"Mas... Aku mau mandi dan sholat... Trz juga masak.. "


"Yaudah ayok sholat dulu ... Gak usah mandi.... nanti saja... "Ucapnya mengerlingkan mata..


"Emang kenapa aku gak boleh mandi... "


"Aku mau minta "jatah" "


"Ihhhhh apaan sih mas... Aku sedang hamil dan gak boleh sering- sering begitu tau.."


"Ah masak iya sayang... Entar aku telpon dr. Anita dulu yah... Aku mau tanya lngsung sama dia... "


"Yaudah tanya saja kalau gak percaya... "


Aku berlalu dengan puas karna bisa membuat suamiku itu cemberut... Aku mandi dan sholat subuh... Setelah sholat...


Aku bergegas turun ke dapur mau masak.. Aku buka kulkas yang isinya telor dan ayam... Seketika itu aku mual... Karna melihat ayam yang sudah di potong...


Aku ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang sesak di perutku...


Mendengar suara mualku itu... Mas Rizki bergegas turun dan melihat keadaanku...


"Kamu kenapa sayang... Kamu mual lagi yah... "


"Iya mas... Aku merasa mual melihat ayam itu... Tolong mas sembunyikan... Aku tak suka... "Ucapku nenunjuk ayam itu...


Mas Rizki langsung sigap memasukkan ayam itu ke kantong hitam dan di masukkan lagi ke dalam fresher..


Rasanya badanku lemes sekali... Karna belom makan dan sudah mual beberapa kali...

__ADS_1


Mas Rizki dengan sigap menggendongku ke kamar... Dan membaringkanku di atas kasur... Dia memberiku minyak kayu putih agar baikan...


"Kamu mau makan apa sayang... Biar mas belikan saja."


"Aku ingin makan bakso saja... "


"Bakso sayang... Di mana ada orang jualan kalau pagi banget seperti ini... "Ucapnya lagi...


"Ya gak tau pokoknya aku ingin makan bakso.. "Aku merengek persis seperti anak kecil yang mau minta mainan kepada ayahnya


"Iya..... Mas cari dulu yah syang... "Ucapnya...


"Iya sayang... Aku mau mie kuningnya 3... Mie bihunnya 3... Bakso halusnya 3... Tahu nya juga 3... Gak usah pakek bawang goreng dan gak pake daun bawang "


"Astagfirulloh... Ribet amat sayang... Aku catet dulu yah... Nanti aku lupa.... "


Dia bergegas mencari buku dan bulpen.... Dia mencatat semua keinginan istrinya itu... Agar tidak salah.... Dan istrinya mau makan..


Dia bergegas keluar mencari bakso yang aku pesen... Dia muter- muter sampai jauh tapi tak ada yang buka... Emang ini masih jam 6...


"Ya Allah cari dimana bakso jam segini... Ini kan masih pagi banget... "Ucapnya bingung...


Dia bergegas menstater motor gedenya untuk ke rumah orang yang jualan bakso itu... Dia melewati jalan berkelok dan sempit...


"Ini demi kamu sayang.. "Ucapan nya dalam hati


Sesampainya di sana....


Dia melihat gerobak yang terparkir di depan rumah bercat warna kuning itu... Dia melihat mie kuning... Mie bihun yang terpampang seperti dekorasi di etalase kaca di gerobak itu...


Mas Rizki tersenyum bahagia... Dia bergegas menghampiri gerobak itu...


"Assalamualikum... Permisi pak.. "


"Waalaikum salam mas... Ada apa yah.. "Keluarlah sesosok lelaki tua dengan memakai sarung dan membawa se baki tahu isi...


"Ini pak saya mau beli bakso... "

__ADS_1


"Pagi - pagi gini mas cari bakso ya belum mateng mas... Kuahnya belum ngaldu.. "


"Tolong lah pak ini buat istri saya yang sedang hamil... Dia kepingin banget makan bakso pagi ini... "


"Ohhh yaudah tapi kalau kurang ngaldu kuahnya mohon di maklumi yah mas... "


"Iya pak... Ini catatannya.. "


Akhirnya bapak itu berlalu mengambil bakso sesuai dengan pesanan... Gak lebih dan gak kurang...


"Ini mas... Semuanya 15 ribu saja... " ucap pak tukang bakso itu...


Mas Rizki mengeluarkan uang 50 rb...


"Ini pak... Kembaliannya buat bapak saja... Karna pagi- pagi saya sudah mengganggu bapak.. "Ucap mas Rizki


"Beneran mas.. Terima kasih ya mas... Semoga istri mas suka... "


"Iya pak... Sama- sama... Semoga jualan bapak laris sampai habis... Saya pergi dulu... "


"Iya mas... Hati- hati... "


Mas Rizki membelokkan motornya dan mestater motornya untuk pulang...


"Semoga kamu suka sayang" Ucapnya sambil terus berlalu pulang...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Happy reading guys... Jangan lupa like.. Komen dan vote juga... Biar novel ini berkembang... Sukses all... Stay tuned ya h...


😘❤😍😊❤😍😊😂❤😘😊😍❤😘😊❤😍❤**


__ADS_2