
Sampai di rumah ibu jam 8 malam
Aku mengetuk pintu rumah ibuku...
"Assalamualaikum bu... "
" Waalaikum salam... Ya Allah nduk kamu kesini malam- malam...mana Rizki... Kog kamu sendirian.. " Ucap ibu sambil clingak clinguk mencari mas Rizki...
Aku mencium tangan ibu dan memeluknya...
"Mas Rizki lagi keluar kota bu... Aku di suruh nginep di sini... "
"Oh kog gak di anterin... Terus kenapa itu mata kamu sembam... Kamu gak lagi berantemkan sama suamimu"
"Gak kog bu... Itu tadi aku melepas mas Rizki berangkat... Aku kan suka Kangen sama dia bu... "
"Oalah yaudah ayo masuk.... "
Aku masuk dan merebahkan tubuhku... Tak terasa ibuku memanggil ku..
"Nduk sudah makan "
"Belom bu.. Aku capek banget... Besok saja aku makan... Aku mau tidur saja bu... "
"Tapi nduk nanti kamu sakit lho kalau gak makan... "
"Gak kog bu... Aku lagi gak mood makan... Aku ngantuk banget bu... Aku tidur dulu yah.... Selamat malam bu... "
Karna aku tadi udah sholat di jalan jadi aku santai tidur...
Sedang di rumah mas Rizki sangat cemas... Dia menelfoni temen2 ku menanyakan diriku... Tapi mereka gak ada yang tau...
Dia gak bisa tidur dan terus mencoba menghubungiku... Aku mematikan hpku... Sengaja agar mas Rizki tidak bisa menghubungiku...
Keesokan harinya...
Aku bangun jam setengah 5... Aku mandi dan sholat.. Setelah itu ke dapur untuk membantu ibuku masak...
"Selamat pagi bu... Ibu mau masak apa... Aku bantuin yah.. "
"Ini lho nduk ibu masak ayam bakar bumbu kuning... pepes tahu dan ati ampela... Kesukaanmu "
"Ok bu... Aku bantu ngupas bawang yah... "
"Iya nduk... Nduk kamu gak sedang berantemkan sama nak Rizki... Kog tadi malam kamu pulang gak bawa apa2"ucap ibu curiga
"Oh itu aku buru- buru bu mangkanya aku cuma bawa hp dan dompet aja... "
"Oalah nanti ibu tolong telfonkan Rizki yah... "
__ADS_1
"Jangan bu... Mas Rizki sibuk banget... Makanya dia gak bisa di ganggu... "
Ibu hanya manggut2 aja... Aku lega kelihatannya ibu percaya... "Maafin aku bu"... Ucapku dalam hati..
Setelah matang kami berkumpul untuk makan bersama... Aku minta izin ibu untuk ke sawah... Karna aku kangen sama suasana persawahan yang hijau menenangkan
Aku ke sawah menenangkan fikiranku... Yang bercampur aduk...
Sedang di rumah mas Rizki teringat kalau istrinya ingin sekali ke rumah ibunya... Dia langsung tancap gas menyusulku ke rumah ibu...
Di sepanjang jalan dia berdoa supaya ketemu sama aku...
Dia sampai di rumah ibuku jam 9 pagi
"Assalamualaikum bu.. "
"Waalaikum salam lho nak Rizki... katanya kamu lagi keluar kota... "
Mas Rizki bersalaman sambil menjawab pertanyaan mertuanya itu..
"Keluar kota bu... Kata siapa... Saya kesini cari Difa bu... Difa ada di sini kan bu... "Ucap mas Rizki cemas...
"Kata istri kamu.. Kamu nyuruh dia nginep di sini karna kamu pergi keluar kota... Ayo masuk dulu nak"
"Oh iya bu terima kasih.. "
"Ada apa sih nak sebenarnya antara kamu dan istrimu... Dia tadi malam pulang... Matanya sembam... Ibu tanya katanya di suruh nginep di sini soalnya kamu keluar kota"
Mas Rizki menjelaskan semua kesalah fahaman ini...
"Ya Allah nak pantesan istri kamu matanya sampai sembam seperti itu... Jadi ini gara perempuan yang namanya Endang itu... Tapi kamu jujurkan gak macem sama dia... "
"Demi Allah bu tidak... Saya sangat mencintai istri saya bu... "
"Ibu percaya kog nak... "
"Terima kasih bu... Sekarang mana istri saya bu.. "
" Dia bilang mau ke sawah... Kamu susul saja... "
"Baik bu... Saya kesana"
Mas Rizki menyusulku ke sawah... Dia melihatku sedang menangis... Dia menghampiriku..
"Sayang... "
Aku menoleh dan melihat mas Rizki di depanku... Aku langsung berdiri dan akan menjauh dari mas Rizki... Tapi mas Rizki menarik tanganku...
"Lepas... Aku mau pulang... Lagian ngapain kamu kesini.. Bukannya ada Endang yang selalu mencintaimu "
__ADS_1
"Sayang... Dengarkan mas dulu... Mas minta maaf sama kamu... Kamu salah faham sayang... "
"Gak ada yang salah faham mas.. Aku lihat kog dengan mataku sendiri... Kamu berdua di kamar sama dia.. "
"Sayang... Gak gitu sayang... Mas gak ngapa2in sama Endang "
"Gak usah sebut nama itu... Aku jijik dengernya... "
Aku menangis dan mencoba menjauh dari mas Rizki
Mas Rizki mencoba untuk memelukku... Tapi aku terus menolak.. Sampai aku hampir terjatuh ke parit... Untung mas Rizki sigap dan langsung menangkapku... Aku jatuh di pelukannya...
"Lepas... Jangan cari kesempatan dalam kesempitan"
Ucapku ketus...
"Sayang... Please jangan seperti ini... Mas akan bawa bukti kalau mas gak ngelakuin apa2 sama dia, Di kamar kan ada CCTV dan mas bawa videonya... "
Aku kaget aku gak pernah nyadar kalau mas Rizki menaruh CCTV di rumah...
"Ok aku akan maafin mas... Kalau mas bisa membuktikan kalau mas gak ngapa2in sama dia... "
Mas Rizki mengambil hpnya... Dan menyetel video kejadian itu...
"Gimana sayang kamu percayakan sama mas sekarang"
"Emmmm yaudah aku minta maaf y mas... Hatiku bener2 hancur saat melihatmu bersama dia... "
"Iya sayang... Mas juga minta maaf... Karna mas merusak acara yang kamu siapin buat mas... "
Kami berpelukan... Dan saling meminta maaf...
Kamipun pulang ke rumah ibu... Karna adzan dhuhur sudah berkumandang....
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading guys.. Semoga suka yah... Jangan lupa like dan komen dan juga vote yah... Selamat membaca...
❤❤❤❤