
Sore itu di ruang tamu... Kami berkumpul..
Ada aku.. Suamiku.. Ibu.. Dan.. Bapakku... Kami menikmati secangkir kopi dan teh dan juga sepiring tahu brontak.. Tentu saja kesukaan mas Rizki... Mas Rizki seperti ragu untuk menyampaikan berita itu... Tapi dia menghela nafas dan mulai berbicara..
"Pak... Bu... Saya harus bicara jujur kepada bapak dan ibu... " ucap mas Rizki memutus kata- katanya
"Iya nak bicara saja... Emang ada yang serius" kata bapak...
Aku melihat mas Rizki dengan perasaan deg deg, an..
Aku menyemangatinya dengan terus tersenyum...
"Emmmm sebenarnya pas kemaren ibu ke rumah sama bapak... Itu tepat 1 minggu Difa pulang dari rumah sakit bu... "
"Hah... Emang kenapa kog sampai masuk rumah sakit"ucap ibu dan bapak bersamaan..
"Sebenarnya Difa hamil 4 bulan dan mengalami kecelakaan saat akan kontrol... Itu yang meneyebabkan dia keguguran bu... Pak... Maaf kami tidak memberitahu bapak dan ibu... Saya tidak mau mebuat ibu dan bapak khawatir"ucap mas Rizki mulai menangis karna keingat dengan kejadian itu...
"Ya Allah nak... Kenapa kamu tega sama ibu dan bapak... Difa anak bapak dan ibu... Kalau terjadi apa- apa sama dia bagaimana... Kamu mampu mengembalikannya hah!! "Ucap ibu sangat marah sama mas Rizki
__ADS_1
Aku kasihan melihat mas Rizki tangis nya pecah seketika... Aku mencoba membelanya...
"Bu maaf... Tolong ibu mengerti... Mas Rizki hanya tak ingin membuat bapak dan ibu khawatir saja kog... Lagian aku gpp kan... Cuma anak kita yang tak bisa di selamatkan .. Aku juga sedih... Tapi ini sudah takdir bu... Maafkan kami... "Ucapku ikut meneteskan air mata..
Ibu pergi meninggalkan kami ke kamar... Tinggal bapak menenangkan kami...
"Udah ibumu itu cuma shock nduk... Karna kamu anak perempuan satu2nya... Biar bapak bicara pada ibumu.. Kalian gak usah khawatir.. " ucap bapak melihat kami berdua dan meninggalkan kami
"Maafin ibu ya mas... " ucapku sama mas Rizki
"Ibu gak salah kog sayang... Mas yang salah... Mas gak memberitahu ibu dan bapak kamu.... Tapi kamu gak kecewakan sama keputusan mas dulu... "Ucap mas Rizki memegang kedua tanganku dan menatapku...
Kami saling berpelukan... Dan saling menguatkan satu sama lain...
"Hapus air matamu sayang... Kita jalan-jalan saja kita cari bakso cak yon di dekat pondok yuk... Aku kangen bakso itu sayang.... jarang- jarang kita kesini... "Ucapku mengelap air mata mas Rizki..
Mas Rizki dia seribu bahasa.... Mas Rizki berdiri dan dia masuk ke kamar... Aku pun menghampirinya... Dia ternyata ambil jaketku dan jaketnya... Aku di pakaikan jaket ku.... Dia juga mengambil dompetnya...
"Ayo sayang... Sekalian kita belikan kesukaan ibu dan bapak agar beliau tidak marah lagi... "ucapnya
__ADS_1
Aku izin terlebih dahulu kepada bapak... Karna ibu gak mau di ganggu...
Kita pergi naik motor... Berkeliling kampung...
Awalnya kita pergi ke bakso cak Yon... Aku beli tiga porsi baksi... Suamiku hanya geleng-geleng kepala...
Selesai makan bakso... Kami pergi mengunjungi lekku yang menjodohkanku dengan suamiku... Kami membawakan oleh- oleh sembako dan martabak manis... Kami berbincang cukup lama dengan lekku itu...
Tak terasa adzan magrib berkumandang syahdu... Kami menumpang sholat di situ... Setelah sholat kami pulang... Ku lihat ibu dan bapak nungguin kami di ruang tamu...
"Dari mana saja kalian ibu khawatir nak.. Nduk"ucap ibu
"Alhamdulillah " ucap mas Rizki lirik
"Ini bu pak mas Rizki beliin sembako dan martabak manis juga bakso buat kalian" ucapku
"Dohhh nak gak usah repot... Ibu jadi gak enak...Ibu sudah maafin kalian kog"
Kami masuk ke dalam rumah dengan senyum merekah
__ADS_1