Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 74


__ADS_3

Siang itu...


Ibu mertuaku datang... Dia membawa seorang wanita.... Yang aku gak kenal sama sekali... Aku menyalami mertuaku itu dan aku mempersilahkan mereka masuk...


"Ayo masuk bu... Mbak... "Ucapku


"Iya... Mana suami kamu.. "Ucap ibu mertuaku itu sedikit ketus..


"Yah sebentar bu saya panggilkan... "


Aku melihat ibu mertuaku itu sangat akrab sama wanita itu... Aku sebenarnya iri... Semenjak waktu itu saat mas Rizki marah sama ibunya... Ibunya seperti benci sama aku...


Kulihat suamiku itu masih berbaring di atas kasur... Sambil main handphone...


"Mas... Di bawah ada ibu... "Ucapku...


"Ibu siapa sayang... "Ucapnya


"Ibu kamu sayang... Dia membawa seorang wanita yang aku gak kenal... Kamu temuin dulu sana... Aku mau bikinin minuman buat mereka"Ucapku...


Mas Rizki menggandeng tanganku ke bawah... Aku belok ke dapur.... Sedang mas Rizki lurus ke ruang tamu...


"Assalamualikum bu... "Ucap mas Rizki


"Waalaikum salam... Nak.. Kamu apa kabar... Sudah lama kamu gak nelpon dan gak kerumah.. "

__ADS_1


"Maaf bu... Aku dan istriku sibuk... "


"Oh ya kamu kenal gak sama Putri... Anaknya temen ibu itu lho.. "


"Oh ini Putri.... Assalamualaikum "


Ucapnya menangkupkan tangan


"Waalaikum salam mas Rizki... Senang bisa ketemu kamu lagi.. Apa kabar mas... "Ucapnya memperlihatkan senyum manisnya


"Alhamdulillah baik... "Ucap suamiku sambil tersenyum...


"Kamu sibuk apa sekarang mas... "


"Aku sibuk jualan mas... Meneruskan usaha ibu dan bapak... "


Mas Rizki hanya mengangguk - angguk...


"Nak ibu ke sini bawa Putri.... Ada maksud nya... "


"Maksud apa bu... "Ucap mas Rizki curiga


"Sepertinya kamu cocok sama dia... Lagian istri kamu itu gak bisa hamil... Dan juga dia sudah membuat kamu membenci ibu... Sehingga kamu tak pernah menjenguk ibu... Tak pernah telpon ibu... Ibu beberapa bulan ini sakit... Tapi mana istri kamu gak pernah datang... Kamu tahu siapa yang ngerawat ibu... Dia gadis cantik yang mulai dulu mencintaimu dengan sabar... Putri yang merawat ibu... Sampai ibu bisa kesini... "Ucap ibunya..


Aku yang mau mengantar minuman kepada mereka.. Tak mampu melanjutkan langkahku... Tangisku seakan pecah.. Mengalir tanpa komando... Hatiku hancur berkeping- keping... Serasa badanku tersambar petir di siang yang cerah itu..

__ADS_1


CETAAAAAARRRRR...


Minuman di nampanku jatuh dan pecah... Mas Rizki yang melihatku dengan mata air yang mengalir mencoba mengahampiriku..... Aku tak sanggup lagi... Aku lari dengan kencang ke dalam kamarku... Ku kunci dari dalam... Ku isak semua beban di hati... Tangisku sudah tak terbendung lagi...


Di ruang tamu..


"Bu... Ibu denger yah... Walau bagaimanapun... Aku tetap tak akan meninggalkan istriku... Aku sangat mencintainya... Aku tak bisa memalingkan hatiku kepada yang lain... Apalagi aku harus membelah cintaku... Itu tak akan mungkin.... Kalau memang anak yang jadi pebghambat... Ibu tenang saja... Istri aku sudah hamil... Trz buat apa aku harus menikahi Putri... "Ucap suamiku dengan tegas...


"Walau istri kamu sudah hamil... Tapi ibu tetap ingin Putri jadi istri kamu... Ibu dari dulu tak pernah suka sama istri kamu itu... Asal kamu tahu... Bapak kamu yang memaksa ibu untuk menerimanya sebagai menantu ibu...Tolong nak... Ini demi ibu.. "Ucapnya memohon kepada anaknya itu...


"Mas.. Aku mau kog jadi yang kedua... Jangan kamu ceraikan istri pertama kamu... Aku tak apa walau harus jadi madu istri kamu... "Ucap Putri


Mas Rizki terdiam... Di sisi lain dia tidak ingin mengecewakan ibunya... Tapi di sisi lain dia tak mungkin menduakan istrinya... Dia tak akan bisa mencintai wanita lain..... Dia tak akan mampu adil..... Hatinya hanya untuk istrinya seorang.....


Mas Rizki duduk memegang kepalanya dengan kedua tangannya... Dia meneteskan air mata...Hatinya campur aduk... Bingung... Resah... Dia tak mungkin menyakiti kedua wanita yang sangat di sayangi... Yaitu ibu dan istrinya...


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2