Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 97


__ADS_3

Kami sampai di rumah sakit yang sudah di sambut oleh dr. Anita dan perawatnya... Karna tadi aku sudah menelponnya....


Aku menggendong istri tercintaku itu...


"Ayo pak cepat di bawah ke UGD saja.... "Ucap dr. Anita


"Iya dok.... Cepat dok... Saya tidak mau terjadi apa- apa dengan istri dan anak saya.... "Ucap mas Rizki


Sesampainya di ruang UGD


Mas Rizki meletakkan tubuh lunglaiku di atas kasur....


"Pak silahkan bapak pergi dahulu... Biar kami yang menangani bu Difa... "Ucap dr. Anita


"Gak dok.... Saya mau menemani istri saya di sini... "Ucap mas Rizki


"Tidak bisa pak.... Ini sudah prosedur.... Tolong pak.... Biar kami cepat memberi penanganan yang terbaik buat ibu Difa dan anaknya... "


Mas Rizki memilih pergi.... Dia benar- benar takut kehilangan istri dan anaknya seperti dulu dia sudah kehilangan anaknya...


1 jam berlalu.... Dr. Anita keluar...


"Pak saya mau berbicara dengan bapak... Silahkan ke ruangan saya... "Ucap dr. Anita


"Iya dok... "


Mas Rizki membuntuti dr. Anita menuju ruangannya... Dia di perailahkan duduk dan dr. Anita memulai kata..


"Pak... Saya ingin memberitahukan keadaan istri bapak... Karna istri bapak mengalami pertarungan fikir dan gejola hati yang hebat... Itu sangat membuatnya stres... Begitupun bayinya.... Untungnya kehamilan bu Difa sudah menginjak usia 6 bulan lebih... Atau bisa di katakan 7 bulan.... Jadi tindakan untuk menyelamatkan keduanya hanya dengan satu cara pak.... "Ucap dr. Anita terputus


"Apa dok.... Apapun caranya.... Asal itu untuk menyelamatkan ke duanya saya siap dok... "Ucap mas Rizki

__ADS_1


"Caranya yaitu..... Emmm... Kita harus mengoperasi istri bapak.... Kita harus cepat melakukan sesar.... Agar istri dan anak bapak selamat... "


"Apa dok.... Ya Allah.... Apa itu tidak berpengaruh dengan anak saya... Apa anak saya tidak bisa bertahan sampai nanti... "


"Tidak bisa pak... Tapi bapak tidak usah khawatir keadaan bayi bapak sudah kuat... Walau harus keluar sebelum waktunya.... Tapi yah keadaannya prematur pak... "


"Ya sudah dok... Kalau itu yang terbaik.... Saya nurut saja... "


"Baik pak... Silahkan bapak tanda tangani surat ini... Agar kita bisa segera mengoperasi istri bapak... "


"Baik dok.... "


Mas Rizki dengan cepat menandatangani surat pernyataan itu... Dan menyerahkan kembali ke dr. Anita


"Baik pak... Sekarang bapak boleh urus administrasi nya... Dan kami segera bertindak mengoperasi istri bapak.... "


"Baik dok... "


"Amin dok... Terima kasih.... "


Mas Rizki berjalan ke administrasi untuk melunasi semua pembayaran...


Baru operasi di jalankan....


1 jam dr. Anita masih belum nongol dari ruang operasi.... Mas Rizki bolak balik di depan pintu operasi... Sambil terus berdzikir dan berdoa... Dia sangat sedih dan meneteskan air mata...


"Ya Allah... Tuhan segala alam.... Tolong lancarkanlah operasi istriku.... Selamatkanlah mereka berdua.... Tolong Tuhanku.... Hanya engkau yang bisa menyelamatkan mereka.... Tolong Tuhanku.... "


Gumam mas Rizki di dalam hati...


Setengah jam suster sudah keluar.... Membawa bayi laki- laki di dalam ikubator....Bayi itu menangis ... Sedangkan suster itu berlari membawa bayi itu ke ruang NICU...

__ADS_1


Mas Rizki menangis... Melihat anaknya selamat dan sehat...


Tak lama dr. Anita keluar... Membawa berita...


"Gimana dok istri saya... "


"Pak.... Ibu Difa masih belum sadarkan diri... Ibu Difa mengalami pendarahan hebat... Dia membutuhkan darah


dengan golongan darah B.... Apa di keluarga bapak ada yang bergolongan darah B... "Ucap dr. Anita sedikit panik....


"Astagfirulloh.... Saya golongan darah B dok.... Saya siap untuk mendonorkan darah untuk istri saya... "Ucap mas Rizki meneteskan air mata


"Ok pak sekarang kita lakukan tes dulu... Apa bapak boleh berdonor darah atau tidak.... Ayo pak segera ikuti saya... "Ucap dr. Anita setengah berlari


Mas Rizki segera mengikuti dr. Anita dan tidur di kasur pembaringan... Dr. Anita melakukan tes


"Maaf pak.... Bapak tidak bisa melakukan transfusi darah... Karna keadaan bapak yang kurang sehat... Apa tidak ada keluarga lain yang bisa mendonorkan darahnya.... Kita perlu sangat cepat pak... "Ucap dr. Anita..


"Ya Allah.... Baik dok... Saya akan mencarinya.... "


Mas Rizki telpon sana sini.... Telpon teman- temannya untuk meneyelamatkan ku.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. ❤😍😘❤😍😘❤😍😘❤😍😘❤😍😘


__ADS_2