
Jam 1 malam... Mas Rizki sampai rumah... Dia masuk dengan perlahan... Dia ke kamar... Dia melihat kamar nya jadi seperti kamar pengantin... Sangat cantik dan wangi... Dia mencoba mencari istrinya... Betapa kagetnya dia setelah tahu istrinya tidur dengan berpangku kaki... Dan masih ada isak tangis di mulutnya... Mas Rizki berjalan perlahan dia duduk di sampingku...
"Sayang... Kamu kenapa kog menangis.. "
Saat aku dengar suara khas suamiku itu... Aku langsung mendongak aku kaget bercampur haru... Tak basa basi aku langsung memeluk erat tubuh suamiku itu... Ku peluk sangat erat... Seakan tak ingin ku lepas lagi...
"Kamu kenapa sayang... Kog sepertinya kamu sedih banget... "Mas Rizki melihatku sangat acak- acakan... Mataku merah sembam... Seperti habis di tinggalkan seseorang yang sangat di cintainya...
"Ini bener kamu kan mas... Ini bukan halusinasiku saja kan mas.... "Ucapku meraba wajahnya yang nampak masih bingung...
"Iya sayang... Ini mas... Ini bukan halusinasimu... Ini mas nyata sayang... Kamu kenapa sih... "
"Alhamdulillah mas kamu selamat...Kamu baik- baik saja kan... "
"Iya sayang... Mas baik- baik saja... Kamu kenapa sih... "Ucapnya bingung
"Tadi kenapa mas gak angkat telponku dan juga gak blz sms ku... Mas kemana aja sih... "Ucapku menangis di pelukan mas Rizki
"Maaf sayang... Tadi mas masih transit dulu... Dan itu lama syang... Trz hp mas lowbat... Jadi gak bisa di telpon... Emang kenapa sih sayang... Kamu kog kayak sedih banget gitu... "
"Gimana gak sedih mas... Tadi aku lihat berita di tv... Di kota yang kamu kunjungi itu terkena gempa... Dan hotel yang kamu kunjungi itu ambruk sayang... Kamu juga di telpon gak bisa... Di sms gak blz... Gimana aku gak shock coba... Tapi aku bersyukur kamu masih di beri keselamatan sayang... "Ucapku terus saja memeluknya...
"Oalah... Berarti mas udah bikin kamu sedih banget yah sayang... Maaf ya sayang... Jangan menangis lagi... Mas kan sudah pulang... Dan alhamdulillah mas juga baik- baik saja... " ucap mas Rizki terus memeluk dan mencium ujung kepalaku...
"Udah sekarang lihat mas... Kamu mempersiapkan semua ini untuk mas sayang... "
__ADS_1
"Iya... Ini surprise yang gagal sayang... "Ucapku
"Gak gagal kog... Justru mas berterima kasih kamu menyambut mas dengan hal romantis seperti ini... Oh ya mas ada sesuatu buat kamu... "
Mas Rizki mengeluarkan kado yang di belinya kemaren
"Ini... Ayo buka sayang... "
"Apa ini mas... "Ucapku membuka kado... Aku sungguh terpesona melihat gelang itu... Cantik... Simple. Dan sangat elegan....
"Masyaallah mas... Canti banget... Makasih ya mas... "Ucapku terus memeluk dan mencium bibir suamiku itu
"Aku juga ada sesuatu buat mas... "
"Apa sayang... "
Dia melihat ada sebuah kaos dan kertas... Dia membuka kertas itu... Dia terus memandangiku...
"Ya Allah ini benar sayang... " ucapnya terharu.. Dan meneteskan air mata...
"Iya mas... Sebentar lagi mas akan jadi seorang ayah... Aku hamil 5 minggu mas... "
"Ya Allah.. Sungguh besar nikmatmu... Makasih ya Allah... "Ucapnya sambil bersujud syukur...
Dia terus berdiri dan memelukku erat.. Dia mencium kening... Pipi dan bibirku...
__ADS_1
Dia menatapku dengan penuh cinta...
"Makasih sayang... Ini kado terindah... Yang tak ternilai harganya... Terima kasih bidadariku... "Ucapnya mengecup mesra ke dua kelopak mataku...
"Kamu suka kan sayang... "Ucapku menatap ke dua matanya...
"Aku bukan sekedar suka sayang... Tapi ini bahagia... Bercampur haru dan aku akan jaga ini dengan sangat baik... Usaha kita selama ini tak sia- sia sayang "
Aku hanya bisa menatap kebahagiaan di kedua mata mas Rizki... Kami saling berpelukan... Dan mas Rizki mengelus perutku dan menciumnya dengan lembut...
"Tumbuh yang baik yah anak ayah... Ayah akan selalu menjagamu... Ayah akan menunggumu dengan doa yang terbaik untukmu anak ayah... "
Aku tersenyum bahagia...
"Terima kasih ya Allah... Ini nikmat yang sangat luar biasa untukku... "
.
.
.
.
.
__ADS_1
.