
Aku masih belum sadar kalau kandunganku telah tiada...
Mas Rizki terus menggodaku dan membuatku tertawa... Setiap aku tanya aku kenapa ada disini... dia langsung menyelimurkan ke topik lain...
1 minggu berlalu...
Mas Rizki memberitahuku kenapa aku sampai ada di rumah sakit...
"Sayang kamu harus tahu... Walau ini pahit... Tapi kamu harus janji kamu gak boleh syok... Atau kamu gak boleh sedih berlarut-larut... Kamu harus tetap semangat... Dan yakinlah semua pasti ada hikmahnya... " ucap mas Rizki sambil terus memegang tanganku dan menatapku penuh cinta
"Iya mas kenapa... Emangnya" ucapku penasaran
"Sebenarnya... Kamu kecelakaan pas kamu mau kontrol... "
"Innalillahi terus bagaimana keadaan anak kita mas... Dia baik2 saja kan, dan keadaan supir taksi itu "Ucapku penasaran
"Maaf sayang mas harus jujur... Kamu... Kamu.. Keguguran sayang... Karna benturan itu... Dan supir taksi itu sekarang di penjara karna telah lalai menjalankan tugasnya... "Ucapnya terbata-bata karna tangis yang sedari tadi di tahan... Dan akhirnya pecah juga...
"Ya Allah anaku.. Anaku mana mas... Ya Allah kenapa cobaanmu begitu berat padaku... Kenapa Ya Allah... "
Ucapku sambil menangis....
"Sayang... Kamu harus sabar... Kamu harus kuat... Anak kita sudah tenang di alam sana.. Dia sudah tidur nyenyak di pangkuan bidadari sana sayang... "
__ADS_1
"Tapi mas... Aku masih belum bisa terima... Kenapa bukan aku saja... Kenapa harus dia mas... "
"Hus... Kamu gak boleh ngomong kayak gitu... Ini sudah takdir sayang... Mas juga gak mau kehilangan kamu ataupun bayi kita... Mas sayang kalian berdua... Tapi apalah daya... Allah lebih menyayangi anak kita sayang... "
Aku hanya menangis... Mengutuk diriku sendiri... Walau semua ini takdir... Tapi aku masih belum bisa menerimanya... Karna aku begitu memikirkannya... Sampai-sampai aku pingsan tak sadarkan diri.... Mas Rizki panik dan memanggil dokter Anita
"Bagaimana dok... Kenapa istri saya pingsan seperti itu.. "Ucap mas Rizki sangat cemas
"Pak... Bu Difa terlalu bersedih... Dia seperti tak punya semangat hidup... Memang apa yang sudah bapak katakan sampai keaadaan bu Difa ngedrop seperti sekarang... "
"Saya mengatakan yang sejujurnya tentang apa yang telah terjadi dok... Saya minta maaf dok... Saya kira Difa cepat atau lambat pasti dia akan tahu... Dan aku lihat hari ini dia baik-baik saja... Makanya saya cerita" ucapnya sambil terus menangis...
"Lain kali sebelum bertindak bapak tanya dulu kepada saya... Apa boleh semua itu dilakukan apa tidak... " ucap dr. Anita lembut
"Iya ini Bisa jadi pembelajaran bagi kita yah pak Rizki... Mohon kerja samanya.. "
Dr. Anita keluar kamar...
Mas Rizki memandangiku dan merasa sangat bersalah...
"Mas... "Ucapku lirih...
"Iya sayang kamu sudah sadar... Maafin mas yah harusnya aku gak berkata seperti itu sama kamu sayang... Maafin mas.. " ucap mas Rizki dengan penuh penyesalan...
__ADS_1
"Mas gak salah kog.... Aku ingin ke makam anak kita mas... Aku ingin mengaji buat dia... Aku ingin membawakannya bunga mawar yang terindah hadiah ku untuknya mas... Anterin aku kesana y mas... Aku mohon"
Ucapku terus mengalirkan air mata...
"Iya sayang... Nanti kalau kamu sudah sehat yah... Kita ziarah ke makam anak kita... Kita bawakan dia bunga mawar kesukaanmu... Dan kita mengaji bersama sebagai hadiah yang paling indah buat dia sayang... "
Kami berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain...
.
.
.
.
.
.
. Happy reading guys... Jangan lupa like dan komen dan vote juga yah.... Semoga suka dan sukses selalu buat temen2 yang membaca novelku...
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1