
Hari berganti begitu cepat....bulan dan tahun pun silih berganti...
Aku duduk di kamar... Melamun... Menatap jendela kamar yang meyemburkan angin sepoi- sepoi..
Hampir setiap hari aku bermimpi anak kecil itu... Aku sampai bingung sebenarnya ada apa? Kenapa anak itu selalu ada di dalam mimpiku? Sebenarnya dia siapa?
Aku termenung dengan segala tanya yang terus bergulir di hati dan fikiranku... Aku selalu merindukan tawa seorang anak kecil dalam rumah tanggaku... Aku membayangkan betapa bahagianya jadi seorang wanita yang bisa melahirkan sesosok manusia kecil dari dalam rahimnya... Tak terasa air mataku menetes deras... Aku merangkul kakiku... Aku berfikir kenapa Allah masih belum menitipkan segumpal darah yang bernyawa dalam rahimku... Segumpal darah yang semakin bulan semakin lincah... Semakin berbentuk... Dan semakin sempurna atas kuasanya... Apa Allah masih belum percaya kepadaku sehingga makhluk kecil itu belum bersarang di kandunganku... Aku terus menangis...
Sampai aku tak dengar langkah kaki mas Rizki yang sudah ada di sampingku....
"Sayang kamu kenapa... " ucanya memelukku
Aku hanya terus menangis... Kata- kataku seakan hilang di tenggorokanku...
"Sayang cerita sama mas... Apa ada orang yang menjahatimu... Atau skripsimu belom selesai... Atau apa sayang... Please jangan buat aku takut... " ucapnya terus memelukku... Dia melihatku sangat takut... Karna keadaanku yang sangat frustasi... Mataku bengkak... Rambutku sangat berantakan...
"Sayang please... Listen me... Jangan buat aku seperti ini sayang... Jawab... Kamu kenapa... "
__ADS_1
"Mas apa aku bukan istri yang baik buat kamu... Maafin aku mas... "
"Enggak sayang... Kamu istri yang hampir sempurna buat mas... Kamu selalu menemani mas... di saat mas susah hati.. Kamu selalu menyemangati mas... Kamu sangat baik buat mas... Kamu kenapa bicara seperti itu... "
"Tapi kenap mas... Aku sudah hampir selesai kuliah... Tapi aku belum juga hamil... Aku takut kamu akan pergi... Kamu akan di paksa nikah sama orang lain sam keluarga kamu... Lalu kalau kamu nikah lagi... Aku sama siapa mas.. " air mataku terus berjatuhan semakin deras
"Astagfirulloh... Kamu jangan sekali- kali ngomong seperti itu.... Aku gak mau omongan kamu barusan jadi doa buat aku... Aku ingin selalu bersamamu... Berdua saja seumur hidup kita aku gak akan menyesal... Tapi kalau Allah menakdirkan kita bertiga... Berempat... Mas bersyukur Sayang... Bertiga dengan anak kita... Berempat dengan anak ke dua kita... " Imbuhnya...
"Are you sure... Kamu yakin berbicara seperti itu sayang... " ucapku...
" Sure ... Aku sangat yakin insyaallah... Semoga Allah menjadikan kita jodoh sampai surganya nanti sayang."
"Semoga itu bertanda kita akan segera dapat momongan sayang... Semoga sayang... " ucap suamiku tersenyum mekar...
Aku hanya tersenyum tipis...
"Sudah jangan menangis lagi... Gak usah terlalu di fikirin... "
__ADS_1
Mas Rizki menidurkanku... Dia terus menciumku... Dia memelukku dan meminta izin untuk melakukannya...Karna takut aku tersinggung... Aku mengizinkannya... Aku sangat bertekad agar aku cepat punya anak... Mas Rizki melakukannya dengan sangat lembut... Sangat pelan... Menikmati setiap hasrat yang mengalir... Akhirnya kita sama- sama sampai... Kita pun terkulai lemas...
"Semoga Allah mengizinkan cairan itu menjadi seorang anak yang sholeh atau sholehah ya sayang... " ucapnya terengah- engah di telingaku...
"Amin mas... Semoga saja... Aku juga sudah terlalu lama menunggu kehadirannya... "Ucapku terus memeluk erat tubuh suamiku itu...
Kami istirahat sebentar untuk mengumpulkan tenaga... Lalu mas Rizki menggendongku ke bath up... Kitapun mandi bersama....
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading guys... Jangan lupa like... Komen dan vote yang banyak... Karna itu sangat berharga bagi kami para penulis... Thanks yang selalu stand bay di novelku... Sukses selalu buat kalian...
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤