
2 hari kemudian
Keadaan ku membaik.. Dan kami boleh pulang...
Mas Rizki membayar semua tagihan... Dan kami berpamitan ke dr. Anita... Setelah itu kami menuju parkiran dan pulang...
Selama di dalam mobil... Kami hanya diam... Tanpa kata sedikit pun...
20 menit kemudian kami sampai... Mas Rizki menggendongku ke dalam... Dia membaringkanku di atas kasur.... Aku tahu mas Rizki mencoba menjauhiku... Karna untuk menjaga perasaanku... Saat dia ingin berlalu... Aku mencegah nya...
"Apa mas menyukainya juga.. "Ucapku yang tertinggal di dalam fikiranku selama dua hari ini
Mas Rizki langsung berbalik badan... Dia menghampiriku...
Dia duduk di sampingku dan memegang erat tanganku...
"Apa yang kamu tanyakan sayang... Kamu tak perlu meragukan kesetiaan ku kepadamu... Manusia di ciptakan dengan hanya satu hati... Aku tak mau hatiku itu ku belah... Karna pasti rasanya akan sakit... "Ucapnya menatap ku yakin
"Tapi bagaimana pendapatmu tentang anak durhaka jika tak menuruti ucapan orang tuanya... "
"Mungkin itu benar.... Kalau orang tua kita menyarankan kebaikan dan kita tak mengikutinya... Tapi kalau orang tua kita menyarankan keburukan... Apa kita juga harus menurutinya... "
"Terus apa yang buruk jika kamu harus berpoligami untuk menyenangkan ibumu... Aku akan mengalah mas.."
Mas Rizki terkejut mendengar pernyataan istrinya itu... Dia tak tahu apa yang ada di fikirannya saat ini...
"Ibu kamu benar... Kamu di kandung 9 bulan lamanya... Aku calon seorang ibu sayang... Walau berat untukku... Walau aku tak akan pernah siap untuk berbagi cinta... Walau mungkin aku akan mati jika hatimu kau belah untuk orang lain... Tapi aku tak tega melihat seorang ibu memohon kepada seorang anaknya... "
__ADS_1
Air mataku berjatuhan...
"Aku tak pernah salah memilihmu menjadi istriku sayang... Kau begitu tangguh... Kau tidak egois... Walau orang lain menjahatimu... Kau selalu baik kepadanya... Maafin mas. Yang jauh tak sempurna untukmu sayang."
Dia memelukku erat...
Kami saling berpelukan erat...
Aku pun lega mas Rizki sudah mengambil keputusan...
Walau rasa ketidak relaan itu ada... Tapi aku yakin Allah tak pernah tidur... Kalau memang suamiku jodoh terbaik buat aku... Pasti aku akan mendapatkannya seutuhnya...
Aku mencoba menahan diri...
Aku alihkan pembicaraan ini... Agar kami tak ber larut- larut dalam kesedihan..
"Sudah mas... Aku laper... Apa mas gak laper... "
"Aku mau makan rawon... Tapi rawon manten sayang... "
"Ok kita cari orang hajatan saja yuk sayang... "
"Ok sayang... "
Kami saling pandang dan tertawa bebarengan...
"Kamu lucu sayang... Semoga kamu selalu sehat dan selalu mencintaiku"ucapku...
__ADS_1
"Amin sayang... Kamu juga semoga kamu dan anak kita sehat selalu... Dan semoga cinta kita sejati selamanya sayang... "
Kami berpelukan lagi...
Kami pun keluar untuk membeli makanan... Mas Rizki tak pernah mengalihkan pandangannya kepadaku... Aku hanya tersenyum malu...
Sesampainya di restoran... Aku memesan sate ayam... Dan mas Rizki memesan ayam bakar... Dan minum es doger...
"Ini... Silahkan di makan mbak dab mas". Ucap pelayan itu...
Kami makan dan saling suapi satu sama lain...
"Sayang aku akan selalu mengingat masa- masa indah kita ini... Selamanya... Selama nyawa masih melekat di dalam diriku... Dan selama itu aku akan selalu mengingatmu sayang... "Ucap mas Rizki
"Makasih mas... Makasih... Kamu terspesial di dalam relung hatiku... Cuma kamu satu di dalam hatiku... Walau banyak orang yang ragu tentang cintaku.... Aku tak akan peduli... "Ucapku menatap tajam sorot mata mas Rizki.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Stay tuned yah...