Suamiku Suami Pilihan Ortuku

Suamiku Suami Pilihan Ortuku
Episode 36


__ADS_3

Di rumah sakit mas Rizki selalu menemaniku...


Dia selalu berada di sampingku... Menyepon badanku sesekali...


Setiap hari dia membeli bunga mawar dan mengganti bunga mawar yang layu di vas di atas laci..


Dia selalu mengaji di kamar rumah sakit... Biar aku cepet bangun... Dia juga selalu meyemangatiku untuk cepat bangun...


Di dalam komaku...


Aku bingung aku ada dimana... Hanya gelap yang aku lihat... Tiba- tiba ada anak kecil yang menuntunku...


Dia memberitahuku jalan pulang...


Dia tak berbicara... Dia hanya menunjukkan jalannya...


Aku lurus saja mengikuti petunjuk anak kecil itu...


Sampai di suatu tempat... Aku mendengar suara yang tak asing bagiku... Suara mas Rizki.. Aku denger dia sedang mengaji... Aku menangis memanggil mas Rizki... Tapi suaraku seakan habis...


Aku terus berjalan sambil memanggil mas Rizki..


Ku lihat lorong waktu yang bercahaya... Aku mendekatinya... Aku juga memanggil anak kecil itu.. Tapi dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan.. Aku bingung dia siapa...


Saat aku memegang cahaya itu... Serasa aku terseret...


"Sayang bangun sayang... Kamu sudah 6 hari seperti ini... Apa kamu gak mau melihat mas lagi... Mas kangen sama kamu sayang... "Ucap mas Rizki memegang tanganku dan menangis di sampingku..


"Mas... Mas... "Ucapku lirih sekali...


"Sayang itu suara kamukan... Sayang... Jangan buat mas gila karna terus memikirkanmu... Ayo bangun sayang... "Ucapanya terus menangis...

__ADS_1


Aku mulai memnggerakkan tanganku memberi tanda bahwa aku sudah sadar... Aku membuka mata dan memegang tangan mas Rizki erat...


"Mas... "Ucapku mencoba mengeraskan suara tapi tak bisa...


"Alhamdulillah sayang... Kamu akhirnya siuman... Mas panggilkan dokter dulu ya buat memeriksa keadaanmu sayang.. "


"Mas... Jangan tinggal kan aku... Aku kangen sama kamu mas... Tetaplah disini menemaniku"


"Iya sayang... Aku akan menemanimu disini... "Ucapnya terus menciumi kening... Pipi dan bibirku...


"Mas aku sangat haus... Apa boleh aku minta minum... "


"Sebentar sayang... Aku tanya dokter Anita dulu ya... "


"Iya sayang... "


Mas Rizki menelpon dokter Anita memberitahu kalau aku sudah siuman dan aku minta minum


"Sebentar pak saya akan kesana mengecek keadaan bu Difa terlebih dahulu "


Tak lama dokter Anita datang dia memeriksa keadaanku...


"Halo bu Difa... Alhamdulillah ibu sudah siuman... Saya periksa dulu ya keaadaannya bu Difa "


"Iya dok... "


setelah di periksa dia memberi tahu kami...


"Alhamdulillah bu Difa sudah membaik... Bu Difa boleh minum tapi harus dengan sendok y... Tidak boleh langsung minum... Soalnya bu Difa masih butuh proses penyembuhan lagi... "Ucapnya kepada mas Rizki


"Iya dok terima kasih... "

__ADS_1


"Oh ya pak Rizki... Tolong jaga perasaan bu Difa terlebih dahulu... Kalau bisa jangan memberitahu kalau anaknya meninggal... Karna psikis bu Difa masih sangat rentan dengan hal2 yang mengejutkan... Apa bapk tidak menelpon keluarga atau sanak family bapak"ucap dr Anita


"Tidak dok... Saya tidak mau membuat mereka khawatir... Difa istri saya dan dia tanggung jawab saya.. "Ucap mas Rizki mantap


"Oh baiklah kalau begitu... Kalau ada apa2 telpon saya saja... Saya masih ada pasien lagi... Permisi"


"Iya dok silahkan.. "


Aku di beri minum oleh mas Rizki sesuai anjuran dr. Anita...


Aku merasa lelah... Dan tubuhku masih sangat lemah...


"Mas apa yang terjadi sama aku... Kenapa aku bisa ada disini... "


"Kamu hanya kontrol sayang... "


"Masak kontrol sampek harus kayak gini mas.. "


Mas Rizki hanya diam... Dia tak bisa menjelaskan apa2 karna kata dr. Anita psikisku masih rapuh dan rentan dari hal2 yang mengejutkan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Happy reading guys... Jangan lupa like komen dan vote yah... Agar novel ini semakin berkembang... Terima kasih... Dan sukses selalu yang baca novel ini...


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2