TACENDA Saat Cinta Menjadi Pemenang

TACENDA Saat Cinta Menjadi Pemenang
MEMANTABKAN HATI


__ADS_3

Ang menatap bundanya heran, tak biasanya bersikap seperti ini.


"Bunda, jangan bikin Ang penasaran".


Bening menoleh ke kakek buyut Pandhu. Beliau mengangguk pelan.


"Pamanmu Yudistira punya niat terselubung sayang" .


"Terselubung? Maksud bunda apa?".


Mengalirlah cerita dari mulut Bening. Ekspresi Ang begitu menakutkan mendengar penjelasan bundanya. Sementara kedua uyutnya dengan mata terpejam menghelai nafas berkali kali.


"Kenapa baru cerita sekarang,bunda. Ini sangat mengerikan". Emosi Ang sudah memuncak. Uyut Susmita menepuk nepuk punggungnya pelan.


" Bunda hanya ingin mengulur waktu, mencari solusi yang tepat sayang". Air mata Bening mengalir. Ia sedih dengan kenyataan pahit ini. Terpaksa bercerita karena Yudistira bagian keluarga, tak mungkin menyembunyikan rencana pernikahannya ataupun pernikahan anak anaknya.


"Bagaimana pendapatmu sayang". Uyut Pandu meminta pertimbangan pada uyut Susmita.


"Pernikahan Bening akan dilangsungkan secepatnya dalam minggu ini. Jika Guntur Peksi sudah memilih Jayendra Ningrat sebagai pengganti dirinya, maka tak perlu buang buang waktu. Anak itu masih sendiri sampai saat ini. Ia sulit sekali pindah ke lain hati". Panjang lebar uyut Susmita memberi pendapat.


"Maksud uyut, paman Jayendra Ningrat dari Klan Purba Putih dan bunda pernah terjalin asmara?" Ang membeliakkan mata seperti tak percaya.


"Dia kalah cepat dengan ayahmu hahaha". Nampak gigi gigi putih tersusun rapi menyertai tawa uyut Susmita.


"Wah bunda keren diperebutkan dua orang yang hebat". Ang mengacungkan kedua jempolnya.


Bening merasa sangat malu. Dia seperti ditelanjangi tentang masa lalunya. Jayendra Ningrat datang satu hari setelah Bening menerima ikatan cinta suci Guntur Peksi. Diikatnya gadis pujaan dengan cincin Berlian Bintang yang sangat indah.


"Bagaimana nduk, kamu siap melepas status janda?" Tanya uyut Susmita.


Bening menatap Ang, meminta dukungan. Bagaimanapun anak anak adalah segalanya baginya


Ang mengangguk setuju.Demi kebaikan semua,menikah bukanlah yang buruk, apalagi menikah dengan paman Jayendra Ningrat, pria baik dengan seribu daya tarik dan ilmu ilmu sepuh yang setara tingginya dengan mendiang sang ayah. Ia akan meyakinkan adik adiknya untuk mendukung keputusan sang bunda.


"Baiklah uyut berdua, Bening setuju.Semoga pernikahan ini menjadi pintu kebaikan kebaikan bagi semuanya".

__ADS_1


"Tentu nduk. Kau memang pantas menjadi cucu menantu kesayanganku. Keputusanmu ini akan membuka energi energi murni dan menjadi permbersih bagi titik titik Jalmo Peteng yang sudah mulai merayap". Kakek buyut Pandhu menatap bangga pada Bening.


Selanjutnya memberi tahu ibu dan ayah mertuamu serta ibu dan ayah kandungmu.


Aku akan mengontak mereka dengan ilmu pemanggil sukma supaya lebih cepat sampai dan selesai.


"Jayendra Ningrat juga harus kau hubungi sayang". Uyut Susmita mengingatkan suaminya.


"Tentu, dia kan lakon utamanya". Ujarnya terkekeh.


Kakek buyut Pandhu bersila dengan mata terpejam. Tangannya seperti ditusukkan didada lalu merapal mantra ilmu pemanggil sukma.


"Sira sing sukmane ingsun timbali, marak ing ngarsane ingsun, nyoto ono ora bakal cidra. Sowan ingsun saiki"


Terlihat cahaya menyilaukan mata berpendar lalu wuush hilang dan berganti dengan wujud wujud manusia.


"Kakek nenek wah...seperti aslinya". Kata Ang kagum


Ya ilmu pemanggil sukma memanggil siapapun yang diinginkan dalam bentuk seperti aslinya. Hanya TACENDA dengan ilmu sangat tinggi yang mampu memanggil tanpa ada penolakkan.


"Aku terima salam dan sungkem kalian. Bagaimana kabar kalian, aku lihat kalian sehat dan bahagia. Langsung pada intinya aku mengundang kalian berlima untuk satu tujuan


persetujuan kalian mengenai pernikahan Bening. Aku harap kalian mendukung pernikahan ini".


"Kenapa begitu tergesa gesa uyut?". Ratu Buana langsung bereaksi


Pertanyaan Ratu Buana diamini oleh semua yang diundang terlebih Jayenda Ningrat. Dadanya bergetar hebat. Bening akan menikah lagi. Dengan siapa? Dan kenapa pula dirinya dipanggil kakek buyut Pandhu.


"Dengarkan baik baik apa yang kukatakan ini. Dan jadikan ini rahasia dengan jaminan nyawa kalian". Ujar kakek buyut Pandhu serius


Mulailah semua cerita diungkap yang membuat lima orang itu bereaksi dengan ekspresi tegang, marah, geramanpun terdengar dari mulut Taji Digdaya.


Jangan tanyakan ekspresi Jayendra Ningrat. Ia yang tadinya tertunduk tanpa mampu memandang Bening, perlahan kepalanya terangkat, merasakan jutaan bunga bunga cinta dari Bukit Kasih bermekaran, melayang layang mengitari tubuhnya. Hatinya menghangat, sejenak ia menentramkan degub jantungnya. Guntur Peksi dengan pemikiran jauh kedepan tanpa memikirkan ego dan ketamakan sudah memikirkan nasib keluarga kecilnya. Ia bertambah mengagumi mendiang yang pernah menjadi rival terberat untuk mendapatkan cinta Bening.


"Paman Jayendra sungguh menyukai bunda. Tatapannya penuh cinta. Tak salah pilihan ayah". Ang bermonolog

__ADS_1


Sementara Bening begitu malu ditatap Jayendra seperti itu. Ia menunduk, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Senyum lebar menghiasi wajah Jayendra, melihat tingkah lucu pujaan hatinya.


"Begitulah cerita yang bisa kusampaikan pada kalian. Apa ada yang keberatan?" Tanya kakek buyut Pandhu


Semua menggeleng. Mana ada yang berani bilang tidak, kalau eyang buyut sudah turun tangan.


"Jika tak ada, datanglah besuk pagi pagi sekali ke mari. Bawa pengikat pernikahan sesederhana mungkin. Yang penting mereka berdua resmi dulu sebagai suami istri. Pesta bisa diadakan setelah semuanya kembali normal". Perintah kakek buyut Pandhu


"Bagaimana dengan uyut Satria?" Tanya Taji Digdaya


"Hmm saudara kembarku itu masih asyik bermain dengan canggahnya, Anggun Siva. Kemarin kupanggil,tapi ditolak mentah mentah. Nanti malam ia yang akan menghubungiku". Jelas kakek buyut


Semua mengangguk. Uyut Satria memang unik, semaunya sendiri tapi sangat cermat membaca keadaan. Ia bukannya tidak mau bertemu dengan kakek buyut tapi instingnya yang tajam memberitahu sinyal bahaya.Titik titik Jalmo Peteng sepertinya mengintai dengan bantuan TACENDA yang tamak.


" Kereta Kencana Emas akan menjemput kalian, aku akan memantau dari sini sehingga tak ada yang akan mengetahui kedatangan kalian".


"Baik kakek buyut". Jawab mereka serentak


"Aku rasa cukup. Ilmu pemanggil sukma kusudahi". Dengan memejamkan mata kembali kakek buyut merapal mantra


"Siro sing sukmane tak timbali bali mulih kanti slamet . Pisowanan wis rampung, bali bali mulih".


Wujud wujud manusia itu pelan pelan hilang disusul cahaya yang memancar lalu wuush lenyap.


"Nduk, panggil Delima, saatnya kita memberitahukan hal ini padanya". Titah kakek buyut.


"Baik kakek buyut". Bening melangkah keluar, membuka pintu dengan dorongan dua tangannya disertai desiran angin lembut. Terbukalah pintu besar itu.


Sepeninggalan Bening, uyut Sumita mendekati Ang dan duduk disebelahnya.


"Apa kau sudah punya gadis yang kau suka,sayang?" Uyut Susmita bertanya pada Ang dengan menggenggam tangannya.


Ang menggeleng. Belum ada gadis yang mampu menggetarkan hatinya.

__ADS_1


"Uyut punya calon untukmu.Kau bisa mengenalnya dulu meski sebentar. Kalau kau suka ataupun tak suka, kau bisa beritahu uyut". Terang uyut Susmita.


__ADS_2