
Uyut Susmita, Tunggul Amarta dan sang istri Tania Mutiara tercenung saat uyut Pelangi menceritakan yang barusan dia lihat, Bunga Cantik Abadi sudah menampakkan diri di tempat tinggal Permata Idaman.
"Aneh, biasanya tak secepat ini". Kata uyut Susmita
Memang benar, tidak seperti biasanya, Bunga Cantik Abadi keluar saat perjodohan baru dalam tahap pembicaraan. Satu satunya hal yang pernah terjadi diluar kebiasaan yaitu saat Bening Tiara belum dibicarakan jodohnya, Bunga Cantik Abadi sudah menampakkan diri di kediamannya, sehingga waktu itu orang berspekulasi bahwa Bening akan segera menikah dengan Jayendra mengingat laki laki itu rajin mendekati Bening dan menghalau semua saingan yang ada dengan sangat cerdas.
"Hmm sepertinya sejarah terulang, dulu cucumu sekarang buyutmu. Memang ada apa dengan bapak anak itu". Tanya Uyut Pelangi
"Aku tak tahu. Sekarang bagaimana? Aku kasihan dengan Safira, Belum juga bertemu Ang masak harus kandas dulu". Ujar uyut Susmita garuk garuk kepala.
Tunggul Amarta dan Tania Mutiara terlihat sedih. Putri pertamanya harus mengalami hal tak terduga. Sudah tertolak sebelum melangkah karena bunga cantik abadi sudah memilih mempelainya. Mereka tak sanggup membayangkan perasaan sang putri.
"Bagaimana uyut berdua, Putriku akan sangat sedih jika tahu hal ini". Tania Mutiara tersedu.
Sebagai seorang ibu, ia sangat tahu hati anak perempuannya. Sudah lama Safira menyukai putra tertua Guntur Peksi dalam diam. Tak disangka sangka uyut Susmita datang membicarakan perjodohan, tentu saja membuat perasaan Safira melambung tinggi diatas langit. Hari demi hari dilalui Safira dengan hati bak bunga bunga bermekaran. Bahagia luar biasa.
"Safira kita kanda". Isak Tania.
"Sabar dindaku sayang, kalau Ang memang bukan jodoh putri kita, pasti diluar sana, jodohnya sudah menanti". Tunggul Amarta mencoba menghibur Istri tercinta.
__ADS_1
"Tapi Safira sangat menyukai Angkasa Biru kanda. Bagaimana kita mengatakan padanya berita yang mematahkan hati seperti ini". Air matanya kembali berlinang.
Tunggul Amarta terdiam. Hatinya juga sakit. Kabar Bunga Cantik Abadi yang sudah menampakkan diri lambat laun pasti akan menyebar ke semua klan. Kasak kusuk tak enak pasti berhembus. Tunggul Amarta memejamkan mata. Sebagai ayah ia sungguh tak berdaya saat ini. Pikirannya melayang pada Jayendra. Jika dulu pihak perempuan yang jadi rebutan, kalau sekarang berkebalikan.
Tunggul dan Jayendra Punya hubungan yang sangat baik karena berasal dari satu klan dan masih punya hubungan darah. Kesedihan Jayendra tersimpan rapat di tangannya. Setelah sekian lama, Jayendra mendapatkan kembali pujaan hatinya.
Tunggul Amarta tentu tidak ingin keadaan menyedihkan Jayendra terjadi pada putrinya. Hal itu sangat menakutkan baginya. Ia tidak akan bisa membayangkan betapa istrinya akan sangat terluka batinnya.
"Tunggul dan kau Tania, aku tidak bisa merubah apapun atau mengupayakan apapun,bila bunga cantik abadi sudah hadir menyapa calon mempelai perempuan. Tidak bijaksana jika bersikeras meneruskan perjodohan ini. Safira harus diberi tahu, sebelum hatinya jauh lebih sakit". Tutur uyut Susmita bijak.
Tania ingin menolak. Betapa kejam nasib yang dialami putrinya . Memang apa salah Safira. Ia gadis baik baik, dari keluarga terhormat dan disegani. Ia tanpa sadar mengutuk bunga cantik abadi yang seperti mengacaukan mimpi putrinya untuk dapat bersanding dengan buyut dari uyut Pandhu.
"Kau harua belajar untuk mengikhlaskannya, sayang. Aku yakin jodoh Safira sudah menanti di suatu tempat. Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Setelah pernikahan keluarga cucuku Guntur Peksi selesai, aku akan mencarikan jodoh yang baik untuk Safira". Janji uyut Susmita pada Tania.
"Sudahlah dindaku sayang. Hal ini akan cepat berlalu, yakinlah jodoh anak kita akan segera datang. Uyut Susmita sudah berjanji pada kita, jadi bersabarlah. Kuatkan hatimu demi anak anakmu dan aku. Demi kita". Ucap Tunggul sambil mengecup mesra kening istrinya.
Tania semakin terisak di pelukan suami. Ia sungguh tak bisa menerima. Ia akan berusaha membuat Angkasa Biru hanya menoleh pada putrinya. Ya tekadnya sudah bulat. Satu satunya orang yang bisa membantunya adalah Jayendra, orang terdekat keluarganya, berasal dari Klan Purba Ungu dari garis uyut Pelangi. Kakek uyut Pelangi, yang berjuluk Jagad Rejo bersaudara dengan nenek uyutnya Jayendra yang bernama Ning Cakrawala. Kedua kakak beradik ini kini menjalani kehidupan sebagai pertapa di Gunung Panguripan, gunung bagi TACENDA yang sudah mengundurkan diri dari hiruk pikuk dunia. Hanya disaat saat genting yang mengancam keselamatan dan keutuhan TACENDA, mereka baru akan turun gunung.
"Aku dan Susmita pamit, semoga kebaikan dan kemudahan jodoh segera menghampiri putrimu, Tunggul". Ucap uyut Pelangi tulus
__ADS_1
"Terima kasih uyut atas doa untuk putri kami".
Tunggul dan Tania mencium takzim tangan uyut berdua. Lalu mengantar mereka sampai gerbang luar. Saat melangkah kembali ke kediamannya, dengan sesekali masih terdengar sesenggukan dari Tania, ia berkata,
"Tolong jangan beritahu Safira kanda, aku mohon". Tania menangkup kedua tangan meminta pengertian sang suami.
"Tapi adindaku sayang...".
"Biarkan berjalan kanda, biarkan Safira merasakan manis cinta. Aku yakin Putra Guntur Peksi akan menyukai putri kita. Siapa tahu, ini menjadi pengecualian". Suara Tania memohon hingga membuat Tunggul tak sampai hati.
"Baiklah tapi hanya satu minggu, tidak lebih adindaku sayang. Setelah itu, apapun hasilnya kita harus memberitahu Safira". Kata Tunggul memberi batas waktu.
Tania menatap suaminya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Satu minggu waktu yang sangat singkat, bagaimana putrinya bisa menarik perhatian Angkasa Biru. Tania menguatkan hati. Kuncinya adalah Jayendra. Ya laki laki itu sebentar lagi akan menjadi ayah buat Angkasa biru, jadi kesempatannya akan semakin besar untuk mempengaruhi pikiran Angkasa Biru untuk bertemu hanya dengan putrinya saja. Disusunlah rencana supaya ia bisa bertemu dengan Jayendra tanpa sepengetahuan Tunggul.
"Kanda, sore nanti aku mau jalan jalan dengan putrimu, Safira. Hanya berdua. Pembicaraan antar wanita" Ujar Tania memberi alasan yang masuk akal pada sang suami.
Tunggul membelai rambut istrinya. Ia senang, dipikirannya Tania akan memberi pengertian sedikit demi sedikit pada putrinya.
Rencana Tania berjalan lancar dengan memanfaatkan kebaikan hati Jayendra. Kalau saja ia tahu bahwa bunga cantik abadi sudah muncul di kediaman Permata Abadi, pasti ia akan menolak permintaannya.
__ADS_1
Semua klan tahu arti kemunculan bunga cantik abadi, apalagi buat Klan Purba Ungu dan Klan Purba Putih, bunga cantik abadi adalah simbol awal kedewasaan perempuan kedua klan, yang artinya sudah bisa mengandung keturunan unggul TACENDA, serta awal turunnya ilmu ilmu sepuh lainnya yang lebih dahsyat.
Hal tersebut membuat amarah Jalmo Peteng memuncak. Turunnya Ilmu Ilmu sepuh pada pasangan pengantin atau pasangan yang dikarunia anak menyerap banyak energi hitamnya dan juga memporak porandakan titik titik ciptaannya yang mulai cepat meyebar di sekitar TACENDA.