TACENDA Saat Cinta Menjadi Pemenang

TACENDA Saat Cinta Menjadi Pemenang
BUNGA CANTIK ABADI


__ADS_3

Uyut Satria terdiam saat Dinda menceritakan perihal mimpinya. Sementara uyut Pelangi memandang lekat Adinda.


"Sudah ketok palu. Tidak ada yang bisa menghalangi. Susmita harus kuberitahu supaya Safira berlapang dada menerima kalau ia bukan jodoh Ang. Aku tidak ingin ada ketegangan di kedua belah pihak". Batinnya


Pikiran Uyut berkelana saat ia dan Susmita masih muda. Disukai saudara kembar dari Klan Purba Putih, sungguh suatu berkah tiada terkira. Dua laki laki tampan dengan bibit unggul. Siapa yang mampu menolak pesona mereka berdua.


Uyut Pelangi ingat, saat Uyut Susmita menangis tersedu sedu karena Ayunda Putik dari Klan Purba Biru memarahinya habis habis. Ia merasa uyut Susmita sudah merebut pujaan hatinnya. Uyut Pandu berlaku baik lembut dan sedikit tebar pesona seperti Ang saat ini. Saat berita mengenai Uyut Pandu yang melamar uyut Susmita sampai ketelinga Ayunda Putik, ia mengamuk.Ia bahkan mengutuk kalau salah satu keturunan uyut berdua tidak akan bisa hidup tanpa keturunan Klan Purba Biru, atau akan menderita selama hidup.


Uyut Pelangi terlihat sedih mengingat masa lalu itu, sampai sekarang Ayunda Putik belum bisa memaafkan Uyut Susmita sehingga saat ini. Kalau keduanya bertemu, yang kewalahan selain uyut Pandu dan Baruna Laut, suami Ayunda, tentu saja uyut Satria dan dirinya. Uyut Pandu pasti akan berteriak minta tolong pada suaminya, sementara uyut Susmita mengancam tidak mau bicara lagi padanya kalau tidak membantu melawan Ayunda. Dua perempuan tua itu tingkahnya melebihi cucu cucu mereka sampai sampai kakak kandung Ayunda Putik, ketua Klan Purba Biru Nyai Kemuning Wasesa melerai keduanya dengan ilmu Sewu Bisu. Mereka tidak akan bisa menggunakan mulut karena sudah terkunci rapat, lalu menyebar ke tubuh seperti terikat ribuan tali. Jika mata mereka sudah tak garang lagi, nyai Kemuning Wasesa akan melepas mereka pelan pelan, jika tidak tentu akan menjadi tontonan cucu buyut mereka. Bukankah akan menurunkan wibawa kedua Klan?


"Ada apa?.Kau memikirka sesuatu?".Uyut Satria menepuk nepuk pipi uyut Pelangi, membuat si empunya tersadar dari lamunan. Sementara Dinda memandang keduanya dengan mulut agak terbuka, untung suaminya, Duta segera datang, hingga moment canggung yang membuat uyut Pelangi malu bukan kepalang tidak begitu kentara.


Hingga terdengar suara mengaduh dari mulut uyut Satria. Rupanya uyut Pelangi spontan menyubit pinggang sang suami saat pipinya ditepuk mesra, Ia sangat malu melihat ekspresi Dinda.


"Sakit Pelagi. Cubitanmu masih pedas juga".


Sungut uyut Satria


Melototlah uyut Pelangi. Suaminya memang seperti lupa umur, apalagi didepan Dinda dan Duta.


"Tolong kau panggil putrimu". Uyut Pelangi dengan cepat mengaalihkan perhatian


Duta menyenggol istrinya. Memberi isyarat untuk segera undur diri. Dinda tergagap. Pemandangan di depannya bikin gagal fokus.


"Panggil putrimu, Cici". Bisik Duta


Dinda undur diri dengan pikiran masih belum on sepenuhnya.


Ditaman kecil milik Permata, tumbuh kuncup bunga baru berwarna merah muda dengan ukuran besar, saat ia menyentuh tanpa sengaja, tiba tiba mekar dengan harum yang sangat memabukkan perasaan dari pada saat kuncup. Hati Permata membumbung tinggi laksana awan yang berarak di langit biru.

__ADS_1


Dinda yang melihat, ternganga. Harumnya sungguh membuai perasaan, ada rasa damai, sejuk, penuh bunga bunga cinta. Wajah putrinya terlihat begitu bercahaya. Dari tengah tengah bunga itu keluar seperti bunga dandelion yang meluncur cepat, berputar putar diatas kepala Permata, jatuh berguguran mengenai rambutnya, lalu terserap masuk. Tubuh Permata seperti mengambang di udara. Wajahnya berseri seri, terlihat damai.


Uyut Satria, uyut Pelangi dan Duta juga menjadi saksi bagaimana bunga itu mendekati gadis yang sebentar lagi mengakhiri masa lajang, padahal perjodohan itu baru tahap pembicaraan.


Mereka akhirnya memutuskan menyusul Dinda. Uyut Pelangi tak tahan harum Bunga Cantik Abadi yang begitu menggoda. Uyut Pelangi teringat saat dia juga mengalami hal yang sama dengan Permata. Kejadiannya sudah sangat lama, tapi masih segar dalam ingatan.


Permata membuka mata pelan, Ia terkejut, ada kedua uyut dan kedua orang tuanya.


"Uyut datang. Maafkan Permata terlambat memberi salam". Tuturnya dengan hormat. Diciumnya kedua tangan uyut Satria dan Pelangi.


Uyut pelangi memeluk Permata erat sambil berkata,


"Hal baik segera datang sayang, bersiaplah. Akan banyak kebahagian menantimu. Lupakan debu debu yang sempat membuatmu merasa terganggu atau tak nyaman".


"Kalau boleh tahu, hal baik apa itu, uyut?". Tanya Permata sambil melepas pelukan.


Dinda dan Duta bahagia bukan main. Anak satu satunya mereka sebentar lagi dipinang keturunan Klan Purba Putih. Uyut Susmita menyebut Angkasa Biru, putra dari Cucunya Guntur Peksi.


"Bunganya kakang, segeralah kau petik. Sebentar lagi, ia akan lari". Teriak Pelangi.


Secepat kilat, uyut Satria memetik bunga dengan menggunakan Ilmu Terbang Melayang, dengan mudah, bunga cantik abadi dapat diraih, lalu dimasukkan dalam botol kristal berkilau.


Uyut Pelangi berseri seri mukanya. Ekstrak bunga cantik abadi akan diberikan pada gadis gadis kecil Klan Purba Putih dan Klan Purba Ungu. Hal ini memudahkan bunga cantik abadi untuk mengenali siapa diantara mereka yang jodohnya dekat.


"Siapapun gadis yang sudah dekat jodohnya, bila sudah bertemu dengan bunga cantik abadi, maka saat keduaya bertemu maka tidak akan terpisahkan kecuali maut". Ucap uyut Pelangi.


"Ayo kakang kita pulang, bunganya sudah didapat". Uyut Pelangi menggandeng tangan sang suami berjalan pelan meninggalkan keluarga Duta.


"Tunggu uyut, tadi ibu dan Permata masak masakan kesukaan uyut berdua, mohon dicicipi". Permata berjalan mendekati sejoli yang tak lekang dimakan usia.

__ADS_1


"Benarkah sayang". Tanya uyut Satria antusias


"Mari uyut, kita ke Ruang Makan Dhahar


Dalem". Kata Permata menyilahkan kedua uyut.


Mereka berlima menuju ruangan yang megah dan klasik. Harum kemuning dan melati menyebar di sekitar ruangan. Dinda sangat pintar memilih warna. Furniture kayu jati dan pajangan dinding dari gaharu serta bunga sengaja ia beli dari dimensi terbatas karena disini menebang kayu apapun jenisnya sangat ketat aturannya. Barang siapa yang melanggar, maka akan di isolasi selama enam bulan di Hutan Setuhu.


Aroma masakan begitu menggoda indra penciuman, uyut Satria sudah tak tahan untuk segera makan. Ia segera menarik tangan uyut Pelangi.


"Wah banyak sekali. Ini semua untuk uyut?" Tanya uyut Pelangi". Dinda dan Permata mengangguk


Labu jenis langka bernama Hati Seribu dihidangkan sebagai hidangan pembuka. Ukurannya sangat mini. Cukup diberi madu Lebah Hutan Pethak Manah, lezatnya sudah menguar.


Selanjutnya menu utama, yaitu Kepiting Hitam sepasang dibumbui rempah rempah khas yang hanya ada di Hutan Monngo Raos, dijamin anti gagal.


Dua uyut makan dengan lahap, saling suap dengan romantis tanpa menghiraukan ketiga manusia di depan mereka yang saling pandang.


Ah dunia milik berdua. Yang lain siap siap nggak dapat tempat


"Ayo, bu kita harus bersiap siap jangan sampai terlambat". Permata membuyarkan lamunan Dinda.


Dinda tersenyum. Ia juga ingin menua bersama suami seperti uyut yang tetap mesra diusia yang sudah senja plus plus saking sepuhnya.


Ditatapnya sang putri. Dengan semangat ia berkata,


"Baik sayang. Ibu akan mendandanimu seperti bidadari".


Ibu dan anak itu bergandengan tangan dengan riang. Bersiap siap dengan kebahagian yang sebentar lagi menyapa.

__ADS_1


__ADS_2