
Satu kelas hening melihat sosok Naira yang berjalan masuk dan berdiri di depan kelas. Seakan mereka melihat bidadari turun dari khayangan, mereka pada melompong dan melongo melihat kecantikan Naira, tak di ragukan untuk murid laki-laki, bahkan murid perempuan pun ikut terperangah melihat kecantikan yang HQQ tersebut.
Bu Mini:"Silahkan perkenalkan diri Nai.."
Naira melihat bu Mini dan mengangguk.
Naira:"Assalamualaikum, saya Naira Ghania Azzahra, kalian bisa panggil saya Nanai. mohon bantuan teman-teman selama saya bersekolah disini.."
Naira menyapu pandangan ke seluruh kelas, tapi dia tak menemukan sosok yang dia cari, ya, Naira mencari sosok Nabil. Dan ketika Naira hendak duduk, dia bingung mau duduk dimana, karena tempat sudah penuh, bu Mini memerintahkan untuk Naira duduk disamping Nabil, karena Nabil sedang tidak berada di tempat, jadi Naira tak merasa canggung.
Tak sengaja Naira melihat coretan di buku Nabil yang tertulis nama kecil dirinya disana, NAILA ❤❤
Naira berdikir apa Nabil masih belum bisa bilang R? Dia tersenyum membayangkannya.
__ADS_1
Nabil yang masuk kelas melihat bangku disebelah nya terisi orang mengerutkan alis nya, dia tidak tau siapa yang duduk disebelahnya karena sang murid sedang melihat ke belakang berbincang dengan Fitri.
Ketika dia sampai di bangkunya Nabil terkejut bukan main.
Nabil:"Kamu??"
Naira pun langsung melihat kearah suara yang menegurnya. Naira tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya.
Naira:"Iya, aku. Mulai hari ini aku akan sebangku sama kamu, dan menjadi temanmu sampai kita naik kelas."
Nabil tersenyum canggung dan duduk di kursinya. Dia melihat buku coretannya dan langsung menutupnya, wah, nanai pasti liat ni tulisan ini, pasti dia nganggap aku Bucin, Kata hati Nabil.
Nabil:"Emh..Nai, kamu pindahan darimana?"
__ADS_1
Naira:"Aku dari kota A, Ayah ku kembali memimpin perusahaan di kota ini, makanya kami kembali kesini."
Nabil:"Ohh,,,,"
Mereka pun berbincang ringan sambil sesekali tertawa-tawa. Tak dapat di pungkiri ada sepasang mata dari samping yang melihat ke arah mereka sinis. Yah, siapa lagi kalau bukan Nuke. Sudah hampir 1 semester dia ingin duduk di sebelah Nabil, tapi Nabil selalu menolak dengan alasan dia hanya ingin duduk sendiri. Nuke merasa panas di dadanya melihat keakraban Nabil dan Naira. Semakin cemburu Nuke di buat Naira yang cantiknya gak tanggung.
Seakan tak akan ada wanita di sekolah ini yang dapat menyaingi Naira. Delon yang melihat kearah Nuke hanya bisa menelan saliva dengan susah payah karena cinta yang tak terbalas dan Delon merasa kalau mereka ini terlibat dalam cinta segitiga yang masing-masing dari mereka tak ada yang menerima perasaan masing-masing.
Delon:"Kan sudah ku bilang, jangan banyak berharap pada orang yang tak mencintaimu. Meskipun kamu berusaha tak akan mampu untuk merubah hatinya, karena hati Nabil sudah ada yang memiliki."
Kata Delon menepuk-nepuk bahu Nuke seakan memberikan semangat pada Nuke kalau dia harus melepaskan impiannya untuk mendapatkan Nabil.
Nuke:"Tapi dia gak pernah se akrab itu ngobrol dengan orang baru. Kenapa Nanai bisa buat dia tertawa? Apa bedanya dengan ku?"
__ADS_1
Nuke menatap Delon dalam, sehingga membuat Delon tak dapat berkutik, seakan-akan tatapan mata Nuke bisa menebas sekali saja urat lehernya.
✏️✏️ Bersambung, janga lupa kakak ya like dan komen apalagi favorit nya..