TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Kalut


__ADS_3

Rizal kalut, sangat kalut... pasalnya anak menantu nya sedang sakit, sekarang dia berada di ranjang rumah sakit. Rizal bingung, haruskah dia menceritakan ini pada anak dan istri nya? bahkan orang tuanya sendiri pun belum mengetahui kondisi ini.


Tak tahan, Rizal menangis di sudut ruang rumah sakit. dokter belum memberikan penjelasan, karena pemeriksaan belum selesai.


Rizal tau apa yang harus dilakukannya, setelah dokter memeriksa, dan dia sudah dapat hasilnya, maka dia akan menceritakan kondisi ini pada keluarga besarnya.


Tadi, setelah menjemput Lida dan anak-anaknya, Rizal beralasan pada anak dan iatri nya bahwa ia akan ada pekerjaan sesikit, dengan membawa Nabil.


Hana tau pasti ada yang di sembunyikan dari mereka, sebab, Rizal tak pernah seperti itu sebelumnya. Lama sudah mereka kenal dan berumah tangga, jadi tak mungkin Hana tak tau sifat suaminya, suami yang selalu terbuka, yang selalu meminta solusi kala tak dapat menyelesaikan masalah, Yang tak menutupi apapun masalah yang ada sekecil apapun masalah itu.


Tapi Hana adalah sosok istri yang pengertian, ketika Rizal bilang mendadak, Hana tak pernah banyak tanya, nanti, pada saatnya Rizal luang pasti ia akan menceritakan pada istrinya. Hana juga tak pernah nendesak sang suami untuk langsung bercerita.


Jadi ketika Rizal tadi pamit akan pergi, Hana tau, pasti ada yang tidak beres yang sedang terjadi. Lagian jarang-jarang dia pergi dengan membawa Nabil. Dari gerak gerik nya juga Hana tau kalo Rizal sedang dalam masalah yang belum bisa dia ceritakan padnya.


Untunglah Hana sabar dan pengertian, jadi membuat Rizal amat sangat nyaman untuk menceritakan perihal masalah yang datang padanya, karena Hana juga adalah sosok pendengar yang baik.

__ADS_1


"Ayah sama Nabil tadi kemana Bun?" tanya Naira mengagetkan Hana yang tengah melamun.


"Eh, Nai, kamu darimana?" Hana malah balik tanya saking gugupnya,


"Nai dari kamar Bunda,,, kok tumben Ayah pergi berdua sama Nabil sih Bun?" Tanya Naira lagi.


"Bunda gak tau dek, mungkin urusan lelaki kali.." Hana coba menenangkan Naira yang sepertinya tampak khawatir.


"Kira-kira kemana ya Bun?"


"Iya, tapi perasaan Nai gak enak Bunda,,,"


"Jangan mikir yang macem-macem Nai," Hana memperingati...


"Kak, bantuin Aku donk, Aku kesulitan ini ada beberapa soal yang Aki gak paham," Yunda datang di saat yang tepat.

__ADS_1


"Memangnya kalian sekolah?" Tanya Naira. Ayunda hanya menggelengkan kepala. "Jadi kenapa ada tugas segala?" lanjutnya.


"Iya nih, gak sekolah manual tapi sekolah online, tiap hari ada 1 jam guru kamu streaming kasih materi, terus dia kasih tugas setelah nya untuk di kerjain sendiri. Bahas nya di esok harinya."


"Wiiih, sekolah kalian keren ya, kami aja gak kepikiran kesitu.."


"Bukan sekolah kak, tapi pak guru nya yang keren,,, ups.." Yunda cepat menutup mulutnya dengan tangan kanan.


"Hehehe... nampaknya ada bauk-bauk naksir pak guru nih..." ejek Naira


"Ih, gak ada kok.... kakak jangan ngejek donk, Aku kan malu..."


"Siapa yang naksir pak Guru Nai?" Lida datang dari kamar setelah menidurkan Alif.


"Eh, Bunda... Gak ada kok Bun, kak Nai nih cuma ngomong asal aja.." Yunda kelabakan menjawab pertanyaan Bunda Lida.

__ADS_1


__ADS_2