
Naira gak habis pikir dengan Nuke yang tiba-tiba melabraknya. Jadi dia hendak bertanya pada Nabil, ketika Naira melihat ke samping terlihat Nabil sedang melamun, padahal guru sedang menjelaskan di depan.
Jadi Naira menyenggol lengan Nabil dan itu membuat Nabil terkejut dan berteriak "Naila..."
Sang guru pun terkejut ketika mendengar teriakan Nabil.
Bu Mia:"Kamu kenapa Nabil? Kesambet?"
Nabil:"eh, eng...anu,, enggak bu."
Bu Mia:"Kalau mau melamun, silahkan kamu keluar berdiri di depan kelas."
Nabil:"Saya sendiri bu? padahal kan yang ngagetin saya Nanai bu.."
Naira:"Loh, kok aku? Kan kamu yang melamun..."
Bu Mia:"Ya sudah, kalian berdua berdiri di depan kelas, sekarang."
Naira:"Yah, kok saya juga di hukum bu? Kan yang melamun Nabil..."
Bu Mia:"Ya sudah, sudah cwpat kalian keluar dari kelas saya dan renungkan kesalahan kalian di depan, sekalian kalian hafal perkalian 5."
Naira:"Saya udah hafal bu..."
Nabil:"Saya juga bu"
Bu mia:"200 kali."
__ADS_1
"Apa???" teriak mereka bersamaan, dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi dan swbelum hukuman di tambahkan, mereka pun berjalan keluar kelas dengan wajah di tekuk.
Sesampainya di depan kelas Nabil malah merenggangkan badannya seperti orang yang capek sekali.
Naira:"Kamu kok bawa-bawa aku sih?"
Nabil:"Biar aku ada temennya." jawab Nabil santai
Naira:Jadi kamu sengaja?"
Nabil:"Iya."
Naira:"Kamu tuh ya, dari dulu emang ngeselin." ups...Naira memalingkan wajahnya seraya menutup mulutnya.
Bodoh, bodoh, bodoh rutuknya dalam hati.
Naira:"Eh, anu, enggak, itu..."
Naira tergagap menjawab pertanyaan dari Nabil, jadi dia langsung mengalihkan pembicaraan.
Naira:"Bil, aku boleh tanya sesuatu gak?"
Nabil:"Apa?"
Naira:"Ehmmm,, maaf sebelum nya kalo aku bertanya masalah agak pribadi dikit."
Nabil:"Emangnya kenapa? ada apa?"
__ADS_1
Naira:"Kamu sama Nuke ada hubungan apa?"
Nabil:"Gak ada, dia suka sama aku semenjak masuk sekolah, tapi aku gak suka."
Naira:"Memang nya kenapa?"
Nabil:"Aku masih nunggu temen masa kecil aku. Aku kangen sama dia, udah 10 th aku gak jumpa sama dia."
Naira:"Tapi keliatannya Nuke gak bisa berpaling deh dari kamu.."
Nabil:"Aku pun gak bisa bohongi hati aku kalo aku gak bisa suka sama cewek laen. Malahan aku tuh kepengennya di jodohin aja sama temen masa kecilku, karena dia udah nempatin hati aku jauh sebelum aku mengenal rasa cinta."
Naira:"Kalau kamu belum jumpa sama orangnya, gimana kamu bisa suka? kalo orangnya ternyata jelek gimana?"
Nabil:"Aku sih gak liat penampilannya, aku yakin kok dia anak yang baik, karena dari dulu dia memang baik."
Naira:"Kalo dianya gak mau di jodohin sama kamu gimana?"
Nabil:"Aku akan kejar dia samapai dia suka sama aku dan mau menikah sama aku."
Naira:"Masih kelas X juga kamu udah mikiron Nikah aja, mau dikasih makan apa anak orang?"
Nabil:" Aku udah mulai usaha kecil-kecilan, dan aku udah mulai nabung, karena aku emang udah niat mau jadikan Naila kecilku sebagai pengantinku."
Naira:"Berarti aku gak ada kesempatan donk buat deketin kamu?" Tanya Naira menggoda Nabil.
Nabil hanya menatap Naira bengong, sedang yang di tatap memandang lurus ke halaman tengah sekolah yang luas, yang terdapat lapangan basket dan lapangan volli.
__ADS_1
Nabil:"Maksud kamu??"